Kompas.com - 25/11/2021, 21:00 WIB
Deteksi dini gejala kanker payudara akan membuka peluang lebih besar dalam pemulihan dan penyembuhannya. PEXELS/ Anna Tarazevich Deteksi dini gejala kanker payudara akan membuka peluang lebih besar dalam pemulihan dan penyembuhannya.

KOMPAS.com - Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara. Kista ini biasanya tidak bersifat kanker (jinak).

Kista payudara sering terasa seperti anggur atau balon berisi air, tetapi terkadang kista payudara terasa keras.

Kista payudara tidak memerlukan pengobatan kecuali jika kista berukuran besar dan menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan.

Baca juga: Benjolan Payudara

Dalam hal ini, mengeluarkan cairan dari kista payudara dapat meredakan gejala.

Penyebab

Penyebab pasti kista payudara masih belum diketahui.

Para ahli meyakini fluktuasi hormonal dapat menyebabkan kista ini terbentuk.

Kista payudara biasanya tidak berkembang pada wanita setelah menopause, ketika kadar estrogen berkurang.

Kista payudara terbagi menjadi tiga jenis, yakni:

  • Kista payudara sederhana (simple breast cyst), penuh dengan cairan, kista sederhana tidak bersifat kanker
  • Kista payudara komplikata (complicated breast cyst), jenis kista ini memiliki beberapa fragmen padat yang mengambang di dalam cairan
  • Kista payudara kompleks (complex breast cyst), kista jenis ini mengkhawatirkan karena  memiliki beberapa jaringan padat yang bisa menjadi kanker

Gejala

Pengidap kista payudara biasanya akan merasakan benjolan dengan karakteristik gejala berikut:

  • Lembut atau keras
  • Bulat dan halus
  • Nyeri, terutama sebelum siklus menstruasi
  • Mudah bergerak di bawah kulit.

Baca juga: Nyeri Payudara

Diagnosis

Jaringan payudara yang normal seringkali terasa kental atau nodular.

Tetapi jika merasakan benjolan payudara baru yang tidak kunjung hilang, membesar, atau menetap setelah satu atau dua siklus menstruasi, segera temui dokter.

Juga temui dokter apabila mengalami perubahan kulit baru pada salah satu atau kedua payudara.

Dokter sering menemukan kista payudara selama mammogram rutin yang menyaring kanker payudara.

Kendati begitu, seseorang juga dapat menemukan kista payudaranya sendiri, terutama jika kista tersebut berukuran besar.

Selama pemeriksaan klinis, tenaga kesehatan akan memerlukan tes mammogram atau ultrasound untuk memastikan benjolan yang ada padat atau berisi cairan.

Perawatan

Dalam kebanyakan kasus, kista payudara tidak memerlukan perawatan.

Kista payudara umumnya tidak menyebabkan kerusakan apapun dan kadang-kadang bahkan hilang dengan sendirinya.

Jika kista membuat tidak nyaman, penyedia layanan kesehatan dapat mengalirkan cairan darinya dengan biopsi jarum.

Namun, cairan itu bisa kembali, jika kembali dan terus terasa sakit, maka diperlukan pembedahan untuk mengangkatnya.

Baca juga: 6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Untuk kista payudara yang memiliki jaringan lebih padat, seseorang perlu pemeriksaan lebih sering untuk mengawasi setiap perubahan karena bisa berpotensi kanker.

Komplikasi

Meskipun jarang, tetapi bukan tidak mungkin kista payudara mengandung sel kanker.

Kista payudara kompleks adalah yang paling mengkhawatirkan dan memiliki risiko akan komplikasi berupa kanker.

Pencegahan

Sampai saat ini tidak diketahui apa yang dapat mencegah kista payudara.

Tetapi pemeriksaan diri secara teratur dan mammogram rutin adalah cara paling baik untuk mengelola kesehatan payudara secara keseluruhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Milia
Milia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.