Kompas.com - Diperbarui 20/10/2022, 11:46 WIB
dr. Zainy Hamzah, Sp.BS
Divalidasi oleh:
dr. Zainy Hamzah, Sp.BS

Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan www.mayapadahospital.com

KOMPAS.com - Tumor otak terjadi ketika terdapat massa atau pertumbuhan sel abnormal di otak.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Tumor otak dapat bersifat non-kanker (jinak) atau bersifat kanker (ganas).

Seberapa cepat tingkat pertumbuhan dan lokasi tumor di otak dapat menentukan apakah kondisi ini akan mempengaruhi fungsi sistem saraf Anda.

Baca juga: 7 Tanda Tumor Otak yang Sering Diabaikan

Penyebab

Mengutip Mayo Clinic, tumor otak dapat dimulai di otak atau dari bagian lain tubuh Anda yang menyebar ke otak sebagai tumor.

Tumor otak primer

Tumor otak primer berasal dari otak itu sendiri atau di jaringan yang dekat dengannya seperti di selaput penutup otak, saraf kranial, kelenjar pituitari, atau kelenjar pineal.

Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal bermutasi ke dalam DNA akan terus hidup ketika sel-sel sehat mati. Hasilnya, massa sel abnormal tersebut membentuk tumor.

Terdapat berbagai jenis tumor otak primer yang berbeda, meliputi:

  • Glioma, tumor dimulai di otak atau sumsum tulang belakang
  • Meningioma, tumor muncul dari selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang
  • Neuroma akustik, tumor jinak yang berkembang pada saraf yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak
  • Adenoma hipofisis, tumor yang berkembang di kelenjar pituitari di dasar otak
  • Medulloblastoma, dimulai di bagian punggung bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang
  • Tumor sel germinal, jenis tumor ini dapat berkembang selama masa kanak-kanak di mana testis atau ovarium akan terbentuk
  • Kraniofaringioma, tumor langka ini mulai di dekat kelenjar pituitari otak, yang mengeluarkan hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh.

Tumor otak sekunder

Tumor otak sekunder adalah tumor yang dihasilkan dari kanker yang dimulai di tempat lain di tubuh Anda dan kemudian menyebar ke otak.

Baca juga: 4 Gejala Tumor Otak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Tumor otak sekunder umumnya terjadi pada orang yang memiliki riwayat kanker.

Pada dasarnya, kanker apapun dapat menyebar ke otak, tetapi jenis yang umumnya termasuk:

  • Kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Kanker ginjal
  • Kanker paru-paru
  • Melanoma.

Faktor risiko

Menurut Mayo Clinic, terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tumor otak, yaitu:

  • Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu
  • Riwayat keluarga tumor otak
  • Usia, risiko tumor otak meningkat seiring bertambahnya usia.

Gejala

Gejala tumor otak akan bervariasi dan bergantung pada ukuran, lokasi, dan kecepatan pertumbuhan tumor otak.

Namun, melansir Mayo Clinic, gejala umum yang disebabkan oleh tumor otak dapat meliputi:

  • Perubahan pola sakit kepala
  • Sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering dan lebih parah
  • Mual atau muntah yang tidak dapat dijelaskan
  • Masalah penglihatan
  • Hilangnya sensasi atau gerakan secara bertahap di lengan atau kaki
  • Kesulitan dengan keseimbangan
  • Kesulitan bicara
  • Merasa sangat lelah
  • Kebingungan dalam masalah sehari-hari
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti perintah sederhana
  • Perubahan kepribadian atau perilaku
  • Kejang, terutama pada seseorang yang tidak memiliki riwayat kejang
  • Masalah pendengaran.

Baca juga: Penyebab Tumor Otak dan Faktor Risikonya

Diagnosis

Menurut Healthline, diagnosis tumor otak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Pemeriksaan neurologis mencakup penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks Anda
  • Tes pencitraan seperti MRI
  • Biopsi atau menguji sampel jaringan abnormal.

Perawatan

Melansir Mayo Clinic, terdapat beberapa pilihan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tumor otak, yaitu:

  • Operasi, untuk mengangkat tumor otak yang terletak di lokasi yang dapat diakses melalui operasi
  • Terapi radiasi untuk membunuh sel tumor
  • Radiosurgery, pengobatan radiasi yang sangat terfokus untuk membunuh sel tumor di area yang sangat kecil
  • Kemoterapi, menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel tumor
  • Terapi obat yang ditargetkan dan berfokus pada kelainan spesifik yang ada
  • Rehabilitasi setelah perawatan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.