Kompas.com - 14/12/2021, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Sleep apnea adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pernapasan yang tidak normal saat tidur.

Orang dengan sleep apnea memiliki beberapa jeda napas yang diperpanjang saat mereka tidur.

Pernapasan sementara ini menyebabkan kualitas tidur yang lebih rendah dan mempengaruhi pasokan oksigen tubuh, sehingga menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Baca juga: Apa itu Sleep Apnea?

Karena prevalensi dan potensi dampak kesehatan, penting bagi orang untuk menyadari apa itu sleep apnea dan mengetahui jenis, gejala, penyebab, dan perawatannya.

Penyebab

Sleep apnea dapat disebabkan oleh:

  • Obesitas
  • Amandel yang besar
  • Kelahiran prematur
  • Gangguan hormonal
  • Gangguan neuromuskular
  • Gagal jantung atau ginjal
  • Sindrom genetik tertentu.

Sleep apnea terjadi ketika pernapasan berhenti dan dimulai saat tidur.

Jenis

Ada tiga jenis sleep apnea, yakni:

  • Sleep apnea obstruktif (OSA), jenis paling umum yang terjadi ketika saluran udara bagian atas tersumbat dan aliran udara berkurang atau berhenti
  • Sleep apnea sentral (CSA), terjadi ketika otak tidak mengirim sinyal dengan benar ke otot-otot Anda untuk bernapas
  • Sindrom sleep apnea kompleks, terjadi ketika seseorang memiliki sleep apnea obstruktif dan sleep apnea sentral.

Baca juga: 9 Gejala Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Bisa Picu Serangan Jantung

Gejala

Ketiga jenis sleep apnea memiliki gejala umum tertentu yang meliputi:

  • Pernapasan yang terganggu di mana pernapasan seseorang dapat menjadi sulit atau bahkan berhenti hingga satu menit pada suatu waktu
  • Mengantuk secara berlebihan di siang hari
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Sifat lekas marah
  • Rentang perhatian yang terbatas atau kesulitan berpikir jernih.

Banyak dari gejala ini muncul karena kurang tidur dan penurunan kadar oksigen yang terjadi akibat gangguan pernapasan.

Beberapa gejala tambahan terkait dengan sleep apnea obstruktif (OSA) antara lain:

  • Mendengkur, termasuk mendengkur yang sangat keras dan terengah-engah, tersedak, atau mendengus yang dapat menyebabkan seseorang terbangun sebentar
  • Sakit tenggorokan atau mulut kering
  • Sering terbangun untuk buang air kecil (nokturia)

Mendengkur kronis adalah gejala OSA yang paling umum, tetapi itu tidak berarti bahwa setiap orang yang mendengkur menderita sleep apnea.

Mendengkur bukanlah gejala yang sering terjadi pada penderita CSA.

Diagnosis

Konsultasikan dengan profesional medis jika memiliki atau jika pasangan mengamati hal-hal berikut:

Baca juga: 2 Penyebab Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Bisa Picu Serangan Jantung

  • Mendengkur cukup keras yang mengganggu tidur
  • Bangun terengah-engah atau tersedak
  • Berhenti bernapas saat tidur
  • Mengalami kantuk berlebihan di siang hari, yang dapat menyebabkan tertidur saat bekerja, menonton televisi, atau bahkan mengemudikan kendaraan.

Nantinya, penyedia layanan kesehatan menggunakan studi tidur untuk mendiagnosis sleep apnea.

Mereka mencatat berapa kali seseorang melambat atau berhenti bernapas dan jumlah kejadian sleep apnea sentral yang terdeteksi dalam satu jam.

Mereka juga mengukur apakah kadar oksigen dalam darah lebih rendah selama peristiwa ini, yang merupakan tanda sleep apnea.

Perawatan

Perawatan sleep apnea yang umum adalah menggunakan alat bantu pernapasan, seperti mesin continuous positive airway pressure (CPAP).

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu. 

Perubahan ini dimulai dengan makan makanan yang sehat, berolahraga, dan menjaga berat badan tetap seimbang.

 

Komplikasi

Dalam beberapa kasus, jika sleep apnea tidak didiagnosis atau tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

Baca juga: 7 Cara Sleep Apnea Membahayakan Kesehatan

  • Serangan jantung
  • Glaukoma
  • Diabetes
  • Kanker
  • Gangguan kognitif dan perilaku.

Pencegahan

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah sleep apnea.

  • Hentikan semua penggunaan alkohol atau obat tidur
  • Jika merokok, berhentilah merokok
  • Jika kelebihan berat badan, turunkan berat badan
  • Tidur miring.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.