Kompas.com - 15/12/2021, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Kegagalan pernapasan atau kerap disebut gagal napas adalah suatu kondisi ketika darah tidak memiliki cukup oksigen atau memiliki terlalu banyak karbon dioksida.

Terkadang seseorang dapat memiliki kedua masalah tersebut.

Saat bernapas, paru-paru mengambil oksigen. Oksigen masuk ke dalam darah, yang membawanya ke organ-organ.

Baca juga: Apa itu Gagal Napas? Kenali Gejala, Kriteria, dan Penyebabnya

Organ seperti jantung dan otak, membutuhkan darah yang kaya oksigen ini untuk bekerja dengan baik.

Bagian lain dari pernapasan adalah mengeluarkan karbon dioksida dari darah dan menghembuskannya.

Memiliki terlalu banyak karbon dioksida dalam darah dapat membahayakan organ.

Penyebab

Kondisi yang memengaruhi pernapasan dapat menyebabkan gagal napas.

Kondisi ini dapat mempengaruhi otot, saraf, tulang, atau jaringan yang mendukung pernapasan. 

Bahkan gagal napas dapat mempengaruhi paru-paru secara langsung.

Kondisi tersebut antara lain:

  • Penyakit yang mempengaruhi paru-paru, seperti COPD (penyakit paru obstruktif kronis), cystic fibrosis, pneumonia, emboli paru, dan COVID-19
  • Kondisi yang memengaruhi saraf dan otot yang mengontrol pernapasan, seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS), distrofi otot, cedera tulang belakang, dan stroke
  • Masalah dengan tulang belakang, seperti skoliosis (lekukan pada tulang belakang). Mereka dapat mempengaruhi tulang dan otot yang digunakan untuk bernafas.
  • Kerusakan pada jaringan dan tulang rusuk di sekitar paru-paru
  • Overdosis obat atau alkohol
  • Cedera inhalasi, seperti menghirup asap (dari kebakaran) atau asap berbahaya.

Baca juga: Apakah Gagal Napas Bisa Disembuhkan?

Gejala

Gejala gagal napas tergantung pada penyebab, kadar oksigen, dan karbon dioksida dalam darah.

Gejalanya antara lain:

  • Tingkat oksigen yang rendah dalam darah dapat menyebabkan sesak napas
  • Kulit, bibir, dan kuku mungkin juga akan berwarna kebiruan
  • Tingkat karbon dioksida yang tinggi dapat menyebabkan pernapasan cepat dan kebingungan
  • Beberapa orang yang mengalami gagal napas bisa menjadi sangat mengantuk atau kehilangan kesadaran
  • Mengalami aritmia (detak jantung tidak teratur) jika otak dan jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.

Diagnosis

Gagal napas akut memerlukan perawatan darurat.

Hubungi gawat darurat jika mengalami kesulitan bernapas, merasa bingung, atau jika orang terdekat melihat warna kebiruan pada kulit atau bibir.

Gagal napas juga bisa berkembang perlahan.

Penyedia layanan kesehatan akan mendiagnosis gagal napas berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang mencakup:

Baca juga: 25 Penyebab Gagal Napas yang Perlu Diwaspadai

  • Mendengarkan paru-paru untuk memeriksa suara yang tidak normal
  • Mendengarkan jantung untuk memeriksa aritmia
  • Mencari warna kebiruan pada kulit, bibir, dan kuku.

Tes diagnostik untuk diagnosis pasti juga dapat diperlukan, seperti:

  • Oksimetri nadi
  • Tes gas darah arteri.

Setelah didiagnosis gagal pernapasan, dokter akan mencari penyebabnya.

Tes untuk ini sering kali mencakup rontgen dada.

Jika terindikasi pasien mengalami aritmia karena kegagalan pernapasan, EKG (elektrokardiogram) biasanya digunakan.

EKG adalah tes sederhana yang mendeteksi dan merekam aktivitas listrik jantung.

Perawatan

Perawatan untuk gagal napas tergantung pada:

  • Masalah akut (jangka pendek) atau kronis (berkelanjutan)
  • Keparahan
  • Penyebab.

Gagal napas akut bisa menjadi keadaan darurat medis. Pasien memerlukan perawatan di unit perawatan intensif di rumah sakit.

Gagal napas kronis seringkali dapat diobati di rumah.

Tetapi jika gagal pernapasan kronis ternyata parah, pasien memerlukan perawatan di pusat perawatan jangka panjang.

Baca juga: Mengenali Tipe atau Jenis Gagal Napas

Salah satu tujuan utama pengobatan adalah untuk mendapatkan oksigen ke paru-paru dan organ lain dan menghilangkan karbon dioksida dari tubuh.

Tujuan lainnya adalah untuk mengobati penyebab kondisi tersebut. Perawatan umumnya antara lain:

  • Terapi oksigen
  • Trakeostomi
  • Ventilator
  • Perawatan pernapasan lainnya, seperti ventilasi tekanan positif noninvasif (NPPV),
  • Cairan, seringkali melalui infus (IV), untuk meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh
  • Obat untuk ketidaknyamanan
  • Perawatan lain tergantung pada penyebab gagal pernapasan.

 

Komplikasi

Komplikasi gagal napas yang tidak diobati bisa serius, bahkan mengancam nyawa dalam beberapa kasus. Komplikasi gagal napas meliputi:

  • Gagal jantung
  • Infark miokard (serangan jantung)
  • Kegagalan atau disfungsi organ
  • Toksisitas oksigen
  • Kerusakan paru-paru permanen
  • Radang paru-paru
  • Henti pernapasan
  • Syok
  • Stroke.

Baca juga: 3 Perbedaan Gagal Napas Akut dan Kronis

Pencegahan

Beberapa tahap pencegahan di bawah ini dapat membantu meminimalkan risiko terkena gagal napas:

  • Cari bantuan medis segera untuk setiap trauma, infeksi, atau penyakit
  • Berhenti merokok, dan jauhi perokok pasif
  • Tinggalkan alkohol
  • Dapatkan vaksin flu setiap tahun dan vaksin pneumonia setiap lima tahun.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.