Kompas.com - 10/01/2022, 17:00 WIB
Pradiebetes bisa bergejala ringan, salah satunya adalah kebas atau mati rasa di area kaki. FREEPIK/XB100Pradiebetes bisa bergejala ringan, salah satunya adalah kebas atau mati rasa di area kaki.

KOMPAS.com - Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari kadar normal.

Tanpa perubahan gaya hidup, prediabetes akan mungkin untuk berkembang menjadi diabetes tipe 2 pada anak-anak maupun orang dewasa.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pradiabetes dan Kaitannya dengan Diabetes Tipe 2

Penyebab

Melansir Healthline, penyebab prediabetes mirip dengan diabetes. Namun, pada tahapan awal kondisi ini terjadi akibat:

  • Resistensi insulin, sel tidak merespons insulin dengan benar
  • Peningkatan gangguan metabolisme sebagai akibat dari memburuknya hiperglikemia dan resistensi insulin.

Faktor risiko 

Prediabetes memiliki keterkaitan dengan faktor gaya hidup dan genetika.

Berikut beberapa faktor risiko utama untuk prediabetes, yaitu:

  • Berusia di atas 45 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki lebih banyak lemak di sekitar pinggang daripada pinggul
  • Konsumsi daging merah, daging olahan, dan minuman manis secara teratur
  • Ketidakaktifan fisik atau jarang berolahraga
  • Riwayat keluarga
  • Merokok
  • Riwayat kesehatan tertentu.

Gejala

Berdasarkan Mayo Clinic, gejala prediabetes umumnya ditandai dengan kulit yang menggelap di bagian tubuh tertentu leher, ketiak, siku, lutut, dan buku-buku jari.

Namun, terdapat beberapa gejala lainnya yang menunjukan bahwa prediabetes telah beralih ke diabetes tipe 2, seperti:

Baca juga: 4 Gejala Prediabetes yang Perlu Diwaspadai

  • Rasa haus yang meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Rasa lapar yang berlebihan
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur.

Komplikasi 

Menurut Mayo Clinic, prediabetes dapat menyebabkan serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Namun, komplikasi kronis dari prediabetes adalah perkembangannya menjadi diabetes tipe 2.

Hal ini disebabkan karena diabetes tipe 2 dapat menghasilkan komplikasi sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Penyakit ginjal
  • Kerusakan saraf
  • Masalah penglihatan, mungkin kehilangan penglihatan
  • Amputasi.

Diagnosis 

Dilansir dari Healthline, diagnosis prediabetes dapat meliputi:

  • Tes darah untuk menguji sampel darah
  • Tes hemoglobin A1C, mengukur kadar gula darah rata-rata Anda selama 2 hingga 3 bulan terakhir
  • Tes glukosa plasma puasa, dokter akan meminta Anda untuk berpuasa selama 8 jam atau lebih dan mengambil sampel darah untuk pengujian
  • Tes toleransi glukosa oral, memeriksa kadar glukosa darah dua kali yaitu pada awal janji temu dan 2 jam kemudian setelah Anda minum minuman manis.

Baca juga: 12 Penyebab Prediabetes yang Perlu Diwaspadai

Perawatan

Mengobati prediabetes juga dapat dianggap sebagai pencegahan diabetes tipe 2.

Dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup tertentu jika Anda mengalami prediabetes.

Berdasarkan Mayo Clinic, perawatan umum untuk mengelola prediabetes adalah:

  • Mempertahankan diet yang kaya serat dan rendah karbohidrat
  • Berolahraga secara teratur
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Minum obat yang diresepkan oleh dokter
  • Pengobatan komplementer dan alternatif yang mencakup suplemen, meditasi, dan akupunktur.

Pencegahan

Anda dapat mencegah atau mengurangi risiko mengalami prediabetes dengan cara sebagai berikut:

  • Menjaga pola makan yang sehat
  • Rutin berolahraga
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Kendalikan tekanan darah dan kolesterol
  • Hindari merokok.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.