Masyarakat Modern Makin Jarang Berhubungan Seksual?

Kompas.com - 26/11/2013, 14:35 WIB
Ilustrasi. criminalattorney.comIlustrasi.
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
— Kekhawatiran akan kondisi keuangan dan gangguan dari media sosial membuat akitivitas hubungan seksual semakin jarang dilakukan, demikian hasil laporan penelitian.

Sebuah survei terhadap lebih dari 15.000 warga Inggris menemukan bahwa mereka yang berusia 16-44 tahun berhubungan seksual kurang dari lima kali dalam sebulan.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan survei pada dua periode sebelumnya, yaitu tahun 1990-1991 dan 1999-2001, yang mencatatkan frekuensi lebih dari enam kali dalam sebulan menurut survei resmi nasional mengenai gaya hidup dan perilaku seksual.

Penulis penelitian ini mengatakan, gaya hidup modern kemungkinan berdampak terhadap libido.

Dr Cath Mercer dari University College London mengatakan, "Orang-orang khawatir tentang pekerjaan mereka, khawatir tentang uang mereka menjadi tidak mood untuk seks."

"Tetapi, kami juga berpikir bahwa teknologi modern berada di balik tren ini. Orang-orang memiliki tablet dan telepon pintar serta membawa benda ini ke kamar tidur untuk aktif di Twitter dan Facebook, serta menjawab e-mail."

Dia juga mengatakan, survei ini menunjukkan bahwa pasangan berusia 16-44 tahun kemungkinan menggunakan situs porno online sebagai pengganti seks.

Pergantian pasangan

Laki-laki yang disurvei pada 2010-2012 melaporkan berhubungan seksual 4,9 kali dalam sebulan dan perempuan sebanyak 4,8 kali. Dalam kedua survei sebelumnya, frekuensi hubungan seksual rata-rata lebih dari enam kali untuk kedua jenis kelamin.

Perempuan yang rata-rata berusia di bawah 44 tahun mengatakan, mereka memiliki 7,7 orang pasangan seks selama hidupnya, sedangkan untuk laki-laki itu sebanyak 11,7 pasangan.

Survei ini juga menanyakan kepada para peserta apakah mereka pernah membayar untuk berhubungan seksual dalam lima tahun terakhir. Hampir tidak ada perempuan yang melakukannya, tetapi sebanyak 3,6 persen laki-laki mengakui hal ini.

Jajak pendapat ini juga mengungkapkan sejauh mana orang dipaksa untuk melakukan hubungan seksual yang bertentangan dengan keinginan mereka.

Satu dari 10 perempuan dan satu dari 70 laki-laki mengatakan pernah mengalaminya.

Namun, hanya kurang dari setengahnya yang memberitahu siapa pun tentang hal itu dan bahkan lebih sedikit (13 persen perempuan dan 8 persen laki-laki) yang melaporkan kejahatan itu ke polisi.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X