Kompas.com - 07/03/2020, 06:03 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah orang khawatir tertular penyakit saat naik kendaraan umum, seperti komuter, kereta api, dan bus.

Terlebih, saat musim penyakit flu atau ada wabah penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona merebak.

Beberapa negara, seperti AS, Jepang, Iran, dan Italia, telah menerapkan kebijakan sterilisasi atau membersihkan kendaraan umum dengan cairan disinfektan untuk mencegah penularan penyakit.

Baca juga: 3 Alasan Hand Sanitizer Buatan Sendiri Tak Efektif Tangkal Corona

Kendaraan umum, seperti bus, komuter, dan kapal feri, di beberapa negara tersebut dibersihkan dengan cairan desinfeksi setidaknya empat kali sehari menyusul wabah Covid-19.

"Yang penting waspada, tapi jangan panik," kata Avisheh Forouzesh, ahli penyakit menular dari New Jersey, AS, seperti dilansir Business Insider, Selasa (3/3/2020).

Peningkatan kewaspadaan tersebut penting, mengingat beberapa penyakit gampang menular lewat cipratan dahak atau bersin (droplet) dari jarak dua meter.

Melansir Live Science, beberapa virus dari droplet bisa bertahan di atas permukaan benda seperti logam atau plastik selama beberapa waktu.

Menurut studi, virus flu bisa bertahan di atas permukaan benda selama dua hari.

Sedangkan virus corona lama biang penyakit SARS dan MERS mampu bertahan di atas permukaan benda sampai sembilan hari.

Akan tetapi, virus-virus tersebut bisa mati dalam waktu satu menit saat dibersihkan dengan cairan disinfektan.

Baca juga: Salaman, Tos, Adu Kepal Tangan, Mana Paling Baik Cegah Penularan Penyakit?

Ada beberapa cara untuk melindungi diri agar tidak gampang tertular penyakit saat naik kendaraan umum. Berikut beberapa di antaranya:

1. Hindari main ponsel saat naik kendaraan umum

Sejumlah ahli menyarankan agar Anda tidak menggunakan gawai atau ponsel saat naik kendaraan umum.

Meskipun kebiasaan ini bukan hal yang mudah, Anda perlu mengubah pola tersebut demi melindungi diri dari penyakit.

Anda bisa membangun kebiasaan ini dengan memindahkan ponsel atau ponsel ke tempat yang sulit dijangkau di dalam tas.

Selain itu, bersihkan ponsel dengan lap atau tisu antimikroba secara berkala setelah digunakan.

2. Jangan memegang wajah

Mulut, mata, dan hidung adalah pintu masuk berbagai penyakit menular.

Saat tangan yang kotor memegang beberapa bagian wajah, virus yang menempel di benda sekitar tanpa sengaja bisa masuk ke tubuh.

Untuk itu, sebisa mungkin jangan memegang wajah saat kondisi tangan belum benar-benar bersih.

Baca juga: Siapa Saja yang Paling Banyak Tertular Virus Corona?

3. Lindungi diri dari paparan batuk atau bersin

Saat seseorang batuk atau bersin tanpa masker di bus atau kereta, sebisa mungkin Anda bergeser ke sisi yang berjauhan dari sumber penyakit tersebut.

Akan tetapi, saat kondisi transportasi publik sedang penuh sesak dan Anda tidak mungkin bergeser, sebaiknya Anda membuang muka dari sumber batuk atau bersin tanpa pelindung masker tersebut.

Buang muka ke arah berlawanan dari cipratan batuk atau bersin seseorang.

4. Hindari menyentuh tiang, pegangan, pintu, atau kursi

Meminimalkan kontak dengan tiang, pegangan, pintu, atau kursi di transportasi publik yang belum terjamin kebersihannya dapat mengurangi risiko tertular penyakit.

Namun, apabila Anda kepepet dan butuh pegangan di komuter atau bus agar tidak terjatuh, gunakan tisu untuk mengakses pegangan tersebut.

Setelah turun dari transportasi publik, jangan lupa buang tisu tersebut ke tempat sampah. Lalu, bersihkan tangan Anda dengan seksama.

Baca juga: Masker, Cuci Tangan, dan Hand Sanitizer, Mana Paling Ampuh Cegah Corona?

5. Jangan makan atau minum saat naik angkutan umum

Makan atau minum saat naik angkutan umum meningkatkan risiko penularan penyakit.

Pasalnya, saat Anda makan atau minum di atas kendaraan umum, besar kemungkinan Anda menyentuh mulut.

6. Hindari jam sibuk

Jika memungkinkan, coba untuk berangkat beraktivitas lebih awal dan pulang lebih akhir untuk menghindari angkutan umum penuh sesak di jam sibuk.

Menurut Profesor epidemiologi Dr. Stephen S. Morse dari Mailman School of Public Health Columbia University, AS,
kepadatan suatu tempat merupakan salah satu faktor utama penularan virus.

Cara ini juga terbukti ampuh menekan penyebaran virus corona di Wuhan, China, saat Covid-19 merebak.

7. Bersihkan tangan setelah turun dari kendaraan umum

Jaga kebersihan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik, atau gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setelah naik transportasi publik.

Cara sederhana ini paling ampuh untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular.

Untuk mencegah tangan kering akibat sering-sering membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer, gunakan pelembab.

Baca juga: Bersihkan Tangan Cara Terbaik Cegah Tertular Corona, Bukan Masker

8. Bersihkan tas dan barang bawaan

Jika Anda membawa tas atau barang bawaan saat naik angkutan umum, sebisa mungkin tenteng dan tidak menaruhnya di lantai atau permukaan yang belum terjamin kebersihannya.

Akan tetapi, jika kondisinya tidak memungkinkan, bersihkan tas dan barang bawaan setelah naik transportasi publik.

Agar lebih praktis, gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan tas atau barang bawaan setelah turun dari kendaraan umum.

Selain menjaga kebersihan diri, cara terbaik melindungi diri agar tidak gampang tertular penyakit adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang serta tidur yang cukup agar imunitas tetap prima.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.