Kompas.com - 24/03/2020, 13:59 WIB
ilustrasi pemberitaan kanker Pixabay/PDPicsilustrasi pemberitaan kanker

KOMPAS.com - Kanker kolorektal atau kanker usus besar adalah penyakit akibat pertumbuhan sel yang tidak normal di jaringan usus besar (kolon) dan usus bagian bawah sampai anus (rektum).

Setelah kanker paru-paru, kanker kolorektal menduduki peringkat kedua kanker yang banyak diidap pria di Indonesia.

Menurut Kementerian Kesehatan, penderita kanker kolorektal diperkirakan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

Baca juga: Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan

Berikut penjelasan mengenai gejala, deteksi dini, dan cara mencegah kanker usus besar.

Gejala kanker usus besar

Melansir Medical News Today, kanker yang menyerang bagian usus besar dan rektum ini awalnya muncul dari pertumbuhan sel tidak ganas (adenoma).

Sel tersebut semula berbentuk polip yang dapat diangkat. Namun, saat dibiarkan tidak tertangani, selnya berpotensi berkembang menjadi kanker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika polip sudah berubah ganas, biasanya muncul gejala kanker usus besar antara lain:

  • Berdarah saat buang air besar
  • Diare dan sembelit tanpa sebab, berlangsung lebih dari enam minggu
  • Merasakan buang air besar yang tidak tuntas
  • Penurunan berat badan dengan cepat tanpa sebab
  • Rasa sakit atau kram di perut
  • Badan terasa lemah serta lemas

Baca juga: 5 Jenis Makanan untuk Mencegah Kanker Payudara

Deteksi kanker usus besar

Kanker kolorektal dapat dideteksi sejak dini dengan kolonoskopi.

Anda disarankan untuk menjalani kolonoskopi setidaknya 10 tahun sekali.

Selain itu, setahun sekali Anda disarankan untuk pemeriksaan colok dubur, cek kadar CEA (pertanda tumor) dalam darah, dan tes feses.

Tujuannya untuk mendeteksi adanya polip sejak dini agar pertumbuhan sel abnormal bisa ditanggulangi sebelum menjadi kanker.

Baca juga: Mengenali Berbagai Jenis Stadium Kanker

Cara mencegah kanker usus besar

Melansir laman resmi P2PTM Kemenkes, penyebab kanker kolorektal ada yang bisa dikendalikan dan beberapa tidak bisa diubah karena melekat pada penderita.

Faktor risiko kanker usus besar yang tidak bisa diubah antara lain faktor usia di atas 50 tahun, punya riwayat polip, penyakit usus besar, dan faktor keturunan.

Namun, ada juga faktor risiko yang bisa dikendalikan, yakni menjaga gaya hidup sehat dan pola makan bergizi seimbang.

Beberapa cara mencegah kanker usus besar antara lain:

  • Batasi makanan tinggi lemak, termasuk daging merah
  • Setop merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Hindari minum alkohol
  • Konsumsi buah dan sayur yang kaya serat
  • Rutin berolahraga

Dengan mengupayakan cara pencegahan tersebut, risiko terserang kanker kolorektal bisa diminimalkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X