Kompas.com - 28/03/2020, 19:59 WIB
Ilustrasi mendengarkan musik DragonImagesIlustrasi mendengarkan musik

"Untuk mengatasi stres, hening tanpa musik justru lebih baik daripada mendengarkan musik yang acak atau tidak sesuai selera," kata Joanne Loewy dari Mount Sinai Beth Israel di New York, AS.

Selain bisa menganggu suasana hati, mendengarkan musik yang tidak pas justru memicu emosi negatif.

Menurut studi dari Finlandia (2015), musik yang tidak tepat dapat memicu kemarahan, sikap agresif, dan kesedihan.

Pasalnya, beberapa ritme dan lirik lagu dari musik yang kita dengarkan dapat memacu detak jantung, saraf, dan otak.

Baca juga: 7 Cara Mudah Mengatasi Stres Kerja

Memilih musik untuk mengatasi stres

Sains membuktikan, musik bertempo 60 bpm paling pas untuk membuat pikiran rileks.

Tempo musik itu sinkron dengan gelombang otak saat pikiran Anda rileks. Sehingga, Anda dapat terbebas dari stres saat mendengarkan musik dengan rentang tempo tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sebenarnya tidak ada patokan baku untuk memilih musik yang tepat saat stres. Pasalnya, setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda.

Menurut layanan konselor dari University of Nevada Reno AS, musik relaksasi yang bertebaran di internet belum tentu ampuh mengatasi stres buat seseorang.

Bagi orang yang sudah terbiasa mendengarkan genre musik tertentu, musik metal atau dangdut terkadang bikin lebih nyaman atau rileks.

Untuk menentukan musik paling pas untuk meredakan stres bagi diri sendiri, Anda perlu memutar berbagai jenis musik sesuai selera Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.