Kompas.com - 12/04/2020, 18:28 WIB

Di samping berkonsultasi ke dokter, Anda juga perlu mencoba beberapa cara menurunkan detak jantung. Berikut cara mengatasi detak jantung cepat:

1. Olahraga

Aktivitas fisik dapat memperkuat seluruh otot tubuh, termasuk jantung.

Dengan berolahraga, Anda dapat melatih jantung untuk bekerja secara efisien. Sehingga, jantung tidak terus-menerus bekerja keras bahkan saat istirahat.

Pilih beberapa jenis olahraga yang bisa konsisten atau rutin dijalani misalkan jalan kaki, naik sepeda, atau mengambil kelas yoga.

Baca juga: Obesitas Dapat Sebabkan Penyakit Jantung, Kok Bisa?

2. Berhenti merokok

Merokok dapat menyebabkan arteri dan vena yang mengarah ke jantung semakin sempit.

Kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung jadi lebih cepat ketimbang biasanya.

Berhenti merokok atau tidak mengonsumsi produk tembakau dapat mengembalikan denyut nadi ke angka normal.

3. Meditasi

Saat gugup, stres, atau banyak tekanan, otak Anda secara alami akan mengirimkan hormon adrenalin dan kortisol ke darah.

Reaksi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, efek sampingnya dapat menyebakan detak jantung jadi lebih cepat.

Solusinya, coba ajak tubuh dan pikiran bersantai. Anda bisa melakukan meditasi dan yoga untuk menurunkan tingkat stres.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.