Kompas.com - 13/05/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi berhenti merokok. Nopphon_1987Ilustrasi berhenti merokok.

KOMPAS.com – Ancaman virus corona penyebab Covid-19 jelas tak main-main terlebih bagi para perokok.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR, menyatakan pandemi Covid-19 ini merupakan waktu terbaik untuk berhenti merokok untuk melindungi diri dari infeksi virus corona maupun penyakit lainnya.

Dia menyebut, ada empat alasan mengapa merokok dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus corona.

Berikut penjelasannya:

1. Merokok dapat menyebabkan gangguan pada sistem imunitas

Mengenai sistem imunitas ini, dr. Agus mengungkap, fungsi silia saluran napas dapat terganggu karena asap rokok.

Baca juga: Riset dan Ahli Ungkap Merokok Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Silia adalah jaringan-jaringan kecil yang berfungsi seperti sapu.

Seperti bulu hidung, silia saluran napas memiliki funsgi menangkap kotoran dan mendorongnya agar tidak turun ke saluran pernapasan yang lebih dalam.

Dia menyebut, pergerakan silia dapat menurun sampai 50 persen hanya dengan 2-3 kali hisapan asap rokok.

“Akibatnya, eliminiasi atau bersihan bahan berbahaya di saluran napas menurun,” jelas dr. Agus saat menjadi pembicara dalam Diskusi Online “Ramai-ramai Surati Presiden: Perkuat Penanganan Covid-19 Melalui Rumah Tanpa Rokok” yang diadakan AJI Jakarta pada Selasa (12/5/2020).

Selain itu, dia menyampaikan, merokok juga dapat menyebabkan gangguan pada sel imunitas tubuh. Saat fungsi silia terganggu, timbul banyak dahak kemudian kuman akan menempati dahak itu sehingga timbul infeksi.

Nikotin pada rokok juga dapat menekan migrasi leukosit dan hal ini berkontribusi pada lambatnya penyembuhan luka serta meningkatkan insiden infeksi pernapasan pada perokok.

Baca juga: Dokter Ingatkan Bahaya Langsung Merokok saat Berbuka Puasa

dr. Agus juga memberi gambaran langsung mengenai kondisi paru-paru pada pasien Covid-19 yang perokok (laki-laki) dan bukan perokok (perempuan) melalui contoh foto rontgen.

Perbedaan jelas terlihat pada warna hitam yang menunjukkan ruang udara. Pada pasien Covid-19 perokok, warna hitam hanya tersisa sedikit, sedangkan warna putih yang menunjukkan infeksi ada lebih banyak.

2. Merokok meningkatkan regulasi reseptor ACE2

Ilustrasi rokok dan anak-anak.THINKSTOCK Ilustrasi rokok dan anak-anak.

Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) adalah enzim yang menempel pada permukaan luar sel-sel beberapa organ tubuh termasuk paru-paru.

dr. Agus menyampaikan, berdasarkan penelitian, merokok dapat meningkatkan regulasi reseptor ACE2. Padahal, reseptor ACE2 ini adalah tempat masuk SARS-CoV-2 sehingga dapat meningkatkan risiko terkena Covid-19.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Imunitas Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Dia juga berkata, riset di Kanada menemukan, pasein yang merokok atau denan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) memiliki kadar ACE2 lebih tinggi pada saluran napas bawah dibanding bukan perokok.

Menurut dia, hal ini kemungkinan juga terjadi pada pengguna rokok sisha “waterpipe smoking” maupun rokok elektrik.

“Vaping (menghisap rokok elektrik) membuat paru lebih rentan terjangkit virus dan penyakit. Vaping juga melemahkan daya tahan tubuh. Sementara, pemakaian sisha secara bergantian dapat menularkan virus corona.

3. Merokok menybebabkan terjadinya komorbid

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

dr. Agus menyampaikan, merokok dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit kronik yang merupakan komorbid atau penyakit penyerta.

Pasien dengan komorbid ini kemudian berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Waspada, Serangan Jantung Diam-diam yang Kerap Menyerang Pria

“Risiko infeksi virus corona derajat berat dan kematian juga meningkat pada pasien Covid-19 dengan komorbid, terutama kardiovaskular dan respirasi,” terang dia.

4. Merokok jadi sering memegang area mulut

dr. Agus mengingatkan, aktivitas merokok dapat meningkatkan transmisi virus ke tubuh melalui media tangan yang sering memegang area mulut.

“Jadi, merokok ini dapat meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19, memperberat infeksi Covid-19, dan meningkatkan risiko kematian Covid-19,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.