Tan menyebut beberapa sumber karbohidrat selain nasi putih berikut kandungan karbohidrat dan indeks glikemiknya, yakni:
Per 100 gram mengandung karbohidrat 20,12 gram dan indeks glikemik 44
Per 100 gram mengandung karbohidrat 94 gram dan indeks glikemik
102
Per 100 gram mengandung karbohidrat 73,7 gram dan indeks glikemik 48
Per 100 gram mengandung karbohidrat 38,06 gram dan indeks glikemik 60-80
Baca juga: Sayur Lodeh: Kandungan Gizi dan Variasi Resep
Dengan berat sepadan, kandungan karbohidrat pada nasi putih lebih kecil dibandingkan jagung, singkong, dan sagu.
Kendati kandungan karbohidrat nasi putih lebih tinggi ketimbang ubi jalar, namun ubi jalar punya keunggulan kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas.
Sedangkan, kadar indeks glikemik nasi putih tergolong tinggi jika dibandingkan singkong, jagung, atau ubi jalar.
Baca juga: Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Frozen Food buat Anak
Dokter Tan menyampaikan aneka pangan lokal sumber karbohidrat selain nasi bisa diolah menjadi asupan berkualitas.
"Prosesnya semakin dekat ke alam semakin baik, hindari yang ultra proses," jelas Tan, saat berbincang dengan Kompas.com (28/7/2020).
Lebih lanjut dia menjelaskan, selama ini banyak orang salah kaprah dengan asupan karbohidrat.
Sumber pangan ini sebenarnya tidak jadi soal dikonsumsi asalkan diolah dengan cara yang benar.
"Kentang itu sudah baik, tapi dibikin perkedel atau french fries. Ubi rebus sudah baik tapi digoreng jadi onde-onde. Sagu dibuat gorengan cireng. Makanannya jadi rekreasi," kata dia.
Baca juga: Viral Teknik Masak 5 30 7, Ini Kata Ahli Gizi
Sementara itu, selama ini banyak orang menjalani diet dengan menghindari karbohidrat.
Padahal, menurut Dokter Tan, karbohidrat termasuk makronutrien yang perlu dicukupi bersama nutrisi lainnya.
Untuk itu, seseorang tidak disarankan mengonsumsi karbohidrat saja. Tapi, perlu melengkapinya dengan makan karbohidrat bersama protein, lemak sehat, dan serat.
Pasalnya hubungan metabolisme karbohidrat, lemak, protein, dan serat saling berkaitan.
"Karbohidrat bisa lebih berkualiatas apabila lambat dicerna menjadi gula. Semakin banyak serat, gula bisa makin lambat dicerna. Protein dan lemak juga bisa menurunkan kecepatan cerna karbohidrat," papar Tan.
Menurut Tan, mengonsumsi karbohidrat bersama nutrisi penting berkualitas adalah standar utama pola makan seimbang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.