Gejala Mirip, Ini Beda Kanker Usus dan Sindrom Iritasi Usus Besar

Kompas.com - 29/08/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal

KOMPAS.com - Beberapa gejala sindrom iritasi usus besar serupa dengan gejala kanker usus.

Sindrom iritasi usus besar dan kanker usus mempengaruhi bagian tubuh yang sama dan memiliki gejala yang serupa.

Itu sebabnya, banyak orang yang sulit membedakan kedua jenis penyakit ini.

Padahal, sangat penting untuk mengetahu perbedaan keduanya untuk menentukan metode pengobatan yang tepat.

Baca juga: Kanker Usus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Sindrom iritasi usus besar

Sindrom iritasu usus besar merupakan sekumpulan gejala gangguan pencernaan yang terjadi secara bersamaan.

Sindrom iritasi usus besar berpotensi menyebabkan kerusakan usus.

Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko kanker gastrointetinal. Gejala yang dialami pada penderita sindrom iritasi usus besar bisa berupa berikut:

  • kram
  • sakit perut
  • kembung
  • sembelit
  • diare.

Kanker usus

Sementara itu, gejala kanker usus biasanya terlihat setelah kanker berkembang pada tahap lanjut. Itu sebabnya, pengobatan penyakit ini seringkali tidak memberikan hasil efektif.

Gejala kanker usus besar bisa berupa munculnya perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung selama beberapa hari.

Gejala kanker ini juga bisa berupa berikut ini:

  • kram atau nyeri perut
  • sembelit
  • tinja berwarna gelap atau darah pada tinja
  • diare
  • kelebihan gas
  • kelelahan
  • perasaan bahwa buang air besar tidak lengkap
  • penyempitan tinja
  • perdarahan rektal
  • penurunan berat badan secara drastis.

Baca juga: Mengapa Banyak Orang Sering Merasa Cemas di Malam Hari?

Lalu, apa beda kedua penyakit ini?

Kanker usus dan sindrom iritasi usus besar bisa menyebabkan kram perut atau nyeri serta mengubah kebiasaan buang air besar dalam beberapa hari.

Kedua penyakit ini juga bisa menyebabkan smebelit dan diare serta penumpukan gas di perut.

Namun, sindrom iritasi usus besar tidak menyebabkan keluarnya darah pada tinja.

Berbeda dengan kanker usus, sindrom iritasi usus besar tidak menyebabkan kelelahan ekstrim dan turunnya berat badan secara drastis.

Sindrom iritasi usus besar juga tidak menyebabkan pendarahan di area rektal.

Sindrom iritasi usus besar biasanya dapat dikelola dengan perubahan pola makan dan gaya hidup sehat.

Kabar baiknya, sindrom ini tidak meningkatkan peluang kita untuk mengalami kaker usus.

Karena gejala sindrom iritasi usus besar dan kanker usus terlihat sama, kita memerlukan bantuan dokter untuk menentukan diagnosis yang tepat.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X