Jenis Penyakit yang Menyerang Kelenjar Tiroid

Kompas.com - 30/08/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi tiroid ShutterstockIlustrasi tiroid

KOMPAS.com - Kelenjar tiroid adalah organ kecil berbentuk mirip kupu-kupu yang terletak di leher bagian depan dan melingkari batang tenggorokan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, fungsi kelenjar tiroid adalah memproduksi sekaligus melepaskan hormon yang mengatur metabolisme tubuh.

Metabolisme adalah proses untuk mengubah asupan yang masuk ke tubuh menjadi energi.

Energi digunakan untuk menunjang sistem organ tubuh agar bisa berfungsi dengan optimal.

Baca juga: Penyakit Biang Kelenjar Getah Bening Membengkak

Untuk mengontrol metabolisme tubuh, kelenjar tiroid menghasilkan hormon T4 dan T3.

Jika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik karena gangguan atau penyakit, kinerja organ tubuh bisa terganggu.

Jenis penyakit kelenjar tiroid

Penyakit kelenjar tiroid adalah istilah untuk menggambarkan kondisi tiroid tidak menghasilkan hormon dalam jumlah yang pas.

Saat kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang terlalu banyak, tubuh bisa menggunakan energi terlalu cepat. Kondisi ini disebut hipertiroid.

Dampak hipertiroid bisa menimbulkan gejala tubuh jadi gampang lelah, jantung berdebar-debar, sampai berat badan turun.

Sebaliknya, ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang terlalu sedikit ( hipotiroid), gejala yang muncul di antaranya gampang lelah, berat badan bertambah, dan tidak tahan pada suhu dingin.

Kedua jenis gangguan tiroid tersebut dapat menyebabkan beragam penyakit kelenjar tiroid.

Baca juga: TBC Kelenjar: Gejala, Cara Mengobati, Cara Mencegah

Penyakit kelenjar tiroid yang dipengaruhi hipertiroid atau kelenjar tiroid terlalu aktif di antaranya:

  • Penyakit Graves

Melansir WebMD, penyakit ini muncul saat kelenjar terlalu aktif memproduksi hormon tiroid. Gangguan tiroid ini juga dikenal sebagai pembengkakan kelenjar tiroid atau diffuse toxic goiter.

  • Adenoma toksik

Benjolan yang berkembang di kelenjar tiroid dan mengganggu keseimbangan kimia tubuh. Sejumlah penyakit gondok juga dipengaruhi kondisi ini.

  • Tiroiditis

Peradangan tiroid yang menyebabkan kelebihan hormon tiroid bocor. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu sampai bulan.

  • Kelebihan yodium

Yodium digunakan tiroid untuk memproduksi hormon. Saat berlebihan, produksi hormon jadi berlebihan. Kondisi ini bisa dipengaruhi penggunaan obat tertentu.

  • Kanker tiroid

Meskipun jarang, kondisi hipertiroid terkadang bisa berkembang menjadi kanker.

Baca juga: Bisakah Mengobati Kelenjar Getah Bening Bengkak Tanpa Operasi?

Ilustrasi penyakit autoimun tiroid. Ilustrasi penyakit autoimun tiroid.
Sementara itu, kondisi dan penyakit kelenjar tiroid yang dipengaruhi hipotiroid atau kelenjar tiroid kurang atau tidak afktif di antaranya:

  • Tiroiditis Hashimoto

Penyakit autoimun yang menyerang jaringan tiroid. Akibatnya, jaringan mati dan produksi hormon dari tiroid berhenti.

  • Tiroiditis

Peradangan atau pembengkakan kelenjar tiroid juga bisa menyebabkan produksi hormon dari tiroid berkurang.

  • Tiroiditis pascapartum

Sebanyak lima sampai sembilan persen wanita yang baru melahirkan mengalami kondisi ini. Biasanya, kondisi ini bersifat sementara.

  • Kekurangan yodium

Yodium digunakan tiroid untuk memproduksi hormon. Kekurangan yodium jamak dialami orang dari berbagai penjuru dunia.

  • Kelenjar tiroid tidak berfungsi

Sebanyak satu dari 4.000 bayi yang baru lahir mengalami tidak berfungsinya kelenjar tiroid. Jika tidak ditangani, bayi bisa tumbuh dengan kelainan fisik dan mental di kemudian hari.

Baca juga: Penyebab Kelenjar Getah Bening Bengkak

Siapa yang rentan terkena penyakit kelenjar tiroid?

Ilustrasi. Ilustrasi.
Penyakit kelenjar tiroid dapat menyerang siapa saja. Baik pria, wanita, bayi, dewasa, sampai orang tua.

Gangguan atau penyakit kelenjar tiroid sangat umum. Namun, kebanyakan masalah kesehatan ini diderita wanita.

Seseorang berisiko terkena penyakit kelenjar tiroid apabila:

  • Punya keluarga dengan gangguan atau penyakit kelenjar tiroid
  • Memiliki penyakit anemia pernisiosa, diabetes tipe 1, lupus, artritis reumatoid, sindrom Sjögren, dan sindrom Turner
  • Minum obat dengan kandungan yodium tinggi
  • Berusia lebih dari 60 tahun, terutama wanita
  • Pernah menjalani pengobatan penyakit tiroid atau kanker

Untuk memastikan fungsi kelenjar tiroid Anda normal dan tidak ada penyakit kelenjar tiroid, lakukan pemeriksaan medis.

Dokter umumnya akan merekomendasikan pemeriksaan darah, pencitraan, sampai pemeriksaan fisik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X