Kompas.com - 07/09/2020, 07:33 WIB
Bipolar ShutterstockBipolar

KOMPAS.com - Gangguan mental dapat dialami siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Salah satu gangguan mental yang juga bisa dialami anak-anak adalah bipolar.

Memang rata-rata orang mulai menunjukkan gejala gangguan bipolar pada usia 25 tahun. Ini membuat kesalahpahaman bahwa gangguan bipolar jarang terjadi pada anak-anak.

Akibatnya, salah diagnosis pun dapat terjadi. Bahkan, anak-anak dengan gangguan bipolar kerap salah didiagnosis sebagai ADHD atau depresi.

Baca juga: Mengenal Bipolar dan Penyebabnya

Padahal, jika kondisi ini tidak segera ditangani dapat berdampak pada tumbuh kembang maupun prestasi anak.

Melansir dari Business Insider, pada anak-anak, kondisi ini diklasifikasikan sebagai gangguan bipolar onset dini.

Sulitnya diagnosis bipolar pada anak

Sama seperti pada orang dewasa, anak dengan gangguan bipolar juga mengalami perubahan suasana hati dari hiperaktif atau euforia ke titik terendah depresi berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pergolakan emosi dan perilaku yang sulit diatur merupakan hal yang biasa kita temui pada anak maupun remaja. Hal ini bahkan sulit dikatakan sebagai pertanda masalah kesehatan mental yang memerlukan penanganan.

Inilah mengapa gangguan bipolar pada anak sering kali sulit terdeteksi atau bahkan salah didiagnosis sebagai kondisi lain.

Salah satu cara untuk membedakannya adalah ketika gejala pada anak terlihat parah, berkelanjutan, atau menyebabkan masalah yang signifikan.

Merangkum dari Mayo Clinic, tapi perlu diingat sejumlah gangguan mental yang punya gejala mirip dengan bipolar di antaranya kurang perhatian, hiperaktif (ADHD), gangguan perilaku, gangguan kecemasan, dan depresi berat.

Saat Anda merasa anak mengalami perubahan suasana hati yang serius, depresi, atau masalah perilaku, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa yang spesialisasinya menangani anak-anak maupun remaja.

Baca juga: Bipolar: Gejala, Jenis, Penyebab, Cara Diagnosis, dan Cara Perawatan

Semakin cepat anak mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan dini, konsekuensi yang lebih serius dapat dihindari.

Gejala bipolar pada anak

Seperti yang telah dijelaskan, gejala bipolar pada anak kerap disalahartikan sebagai bentuk pubertas atau ADHD.

Namun, sebenarnya ada beberapa ciri yang membesakan antara berbagai kondisi tersebut. Misalnya saja, perubahan suasana hati pada gangguan bipolar akan lebih ekstrem dan meluas.

Selain itu, berikut beberapa gejala bipolar yang terjadi pada anak-anak.

  • Perubahan suasana hati yang parah yang berbeda dari perubahan suasana hati biasanya
  • Perilaku hiperaktif, impulsif, agresif atau tidak pantas secara sosial
  • Perilaku berisiko dan sembrono yang di luar karakter, seperti sering melakukan hubungan seks kasual dengan banyak pasangan yang berbeda (pergaulan bebas), penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan, atau pesta belanja liar
  • Insomnia atau penurunan kebutuhan tidur secara signifikan
  • Suasana hati yang tertekan atau mudah tersinggung hampir sepanjang hari, hampir setiap hari selama episode depresi
  • Pandangan yang terlalu tinggi tentang kemampuan sendiri
  • Pikiran atau perilaku bunuh diri pada anak-anak dan remaja yang lebih tua

Anak-anak dengan gangguan bipolar mengalami gejala dalam episode yang berbeda. Di antara episode-episode ini, anak-anak dapat kembali ke perilaku dan suasana hati mereka yang biasa.

Baca juga: Ciri-ciri Gangguan Bipolar

Faktor risiko

Anandhi Narasimhan, psikiater bersertifikat di Los Angeles mengatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko anak atau remaja mengembangkan gangguan bipolar awal.

Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya:

  • Depresi awal
  • Mengalami kesulitan, trauma, atau peristiwa yang membuat stres
  • Riwayat keluarga; jika asalah satu orang tua mengalami gangguan bipolar risiko anak mengalami hal yang sama 15 hingga 30 persen. Sedangkan pada anak dengan kedua orang tua bipolar risikonya menjadi 50 sampai 70 persen.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.