Kompas.com - 11/10/2020, 12:12 WIB

Penderita diabetes yang terserang stroke saat gula darahnya tinggi kemungkinan besar mengalami cedera otak yang lebih parah.

5. Berat badan berlebih

Seseorang jadi lebih rentan terserang stroke apabila berat badannya di atas batas ideal.

Untuk itu, kontrol berat badan berlebih demi menurunkan risiko stroke.

Coba bangun kebiasaan sehat dengan berolahraga ringan seperti jalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari.

6. Efek samping obat tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat menjadi penyebab stroke.

Sejumlah obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah terkadang dapat menyebabkan stroke.

Selain itu, studi menunjukkan obat terapi hormon untuk mengurangi ketidaknyamanan menopause dan pengontrol kehamilan juga dapat meningkatkan risiko stroke.

Baca juga: Anda Doyan Tidur? Awas Risiko Stroke Mengintai

7. Usia

Serangan stroke kini tak pandang usia. Bayi dalam kandungan sampai kalangan lansia tak luput dari serangan penyakit yang bisa memicu disabilitas ini.

Namun, umumnya peluang menderita stroke meningkat seiring bertambahnya usia.

Risiko mengalami stroke jadi lebih besar setelah usia menginjak 55 tahun.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.