Kompas.com - 29/11/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi sakit kepala, vertigo shutterstockIlustrasi sakit kepala, vertigo

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mengalami kepala rasanya pusing setelah selesai makan?

Pusing setelah makan bisa terasa sangat mengganggu. Pasalnya, tubuh dipaksa tidak sempat menikmati rasa nyaman saat perut sudah kenyang setelah indra perasa dimanja.

Jenis sakit kepala ini bisa jadi ciri-ciri penyakit darah rendah atau hipotensi postprandial.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Kepala Jadi Pusing Saat Menstruasi

Dilansir dari Healthline, tekanan darah adalah kekuatan aliran darah yang menuju dinding pembuluh darah arteri.

Kadar tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang hari, tergantung jenis kegiatan.

Olahraga bisa meningkatkan tekanan darah sementara. Sebaliknya, tidur bisa menurunkan tekanan darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tekanan darah turun setelah makan atau hipotensi postprandial jamak dialami kalangan orang lanjut usia atau lansia. Sekitar sepertiga lansia mengalami pusing setelah makan.

Pusing setelah makan dapat membuat penderita pingsan dan mengalami komplikasi serius.

Kabar baiknya, penyakit ini bisa dikelola dengan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih sehat.

Baca juga: Bangun Tidur Kepala Pusing sampai Berputar, Bisa Jadi ini Penyebabnya

Kenapa kepala bisa pusing setelah makan?

Melansir Harvard Health Publishing, sistem pencernaan adalah proses rumit yang membutuhkan koordinasi bersama sistem saraf dan peredaran darah.

Normalnya, proses mencerna makanan diawali dengan mengalirkan darah esktra ke perut dan usus kecil.

Untuk menunjang proses ini, jantung jadi berdetak lebih cepat dan pembuluh darah yang jauh dari sistem pencernaan akan menyempit.

Kedua aksi ini dilakukan untuk menjaga tekanan darah dan aliran darah ke otak, kaki, atau bagian lain tetap stabil.

Pada sebagian orang yang punya gangguan darah rendah, jantung dan pembuluh darah tidak merespons kode dari sistem pencernaan.

Hal itu membuat tekanan darah menurun, kecuali bagian sistem pencernaan yang sedang aktif mengolah makanan.

Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ini menimbulkan gejala pusing sampai pingsan.

Komplikasi dari penyakit darah rendah postprandial yang tidak ditangani bisa menyebabkan syok sampai gagal organ.

Baca juga: Pusing Tak Tertahankan, Tanda Penyakit Apa?

Beberapa orang secara genetik cenderung terkena hipotensi postprandial.

Penyebab darah rendah ini juga bisa karena stroke, kecelakaan, atau trauma pada saraf dan sensor tekanan darah.

Sebagian besar kondisi ini dialami kalangan lansia. Orang tua biasanya mengalami penuaan yang dapat mengurangi kemampuan tubuhnya dalam merespons perubahan tekanan darah secara tiba-tiba.

Selain itu, penyebab darah rendah postpradial lainnya yakni penyakit diabetes, parkinson, dan gangguan saraf.

Baca juga: Kenapa Kepanasan Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala?

Cara menghilangkan pusing setelah makan

Cara menghilangkan pusing setelah makan terkait penyakit darah rendah postprandial perlu melihat penyebab pastinya. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Jika selama ini penyakit muncul karena efek obat penurun tekanan darah, konsultasikan kepada dokter untuk memberikan obat yang minim efek samping
  2. Apabila pusing setelah makan terkait melonjaknya hormon insulin setelah makan karbohidrat tinggi, Anda bisa mengurangi asupan karbohidrat sekaligus dengan makan dalam porsi kecil tapi sering
  3. Cara meningkatkan tekanan darah setelah makan juga bisa dengan jalan kaki ringan
  4. Minum secangkir kopi, teh, atau asupan lain yang mengandung kafein. Namun, hindari kafein di malam hari karena bisa menyebabkan susah tidur
  5. Minum air putih sebelum makan

Baca juga: Sakit Kepala dan Mual: Penyebab dan Cara Menghilangkan

Jika sudah menjajal beberapa cara menghilangkan pusing setelah makan terkait darah rendah postprandial di atas sudah dicoba dan belum berhasil, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter umumnya akan meresepkan obat untuk mengurangi aliran darah ke usus.

Penderita yang mengalami ciri-ciri darah rendah postprandial perlu berkonsultasi ke dokter.

Dokter umumnya akan melakukan pemantauan intensif tekanan darah sebelum makan dan setelah makan.

Orang dengan penyakit darah rendah postprandial tekanan darahnya turun selang 15 menit sampai dua jam setelah makan.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan tes darah, cek dengan alat elektrokardiogram, dan ekokardiogram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.