Kompas.com - 28/12/2020, 14:05 WIB
ilustrasi dehidrasi shutterstock/fizkesilustrasi dehidrasi

KOMPAS.com – Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima, sehingga tubuh tidak memiliki cukup air maupun cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya.

Kandungan air dalam tubuh manusia yang sehat adalah lebih dari 60 persen dari total berat badan.

Kecukupan air ini penting untuk berbagai keperluan, seperti:

  • Membantu kerja sistem pencernaan
  • Mengeluarkan kotoran atau zat sisa dari dalam tubuh
  • Melembabkan jaringan-jaringan di telinga, tenggorokan, hidung
  • Sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian
  • Mengirimkan nutrisi untuk sel-sel tubuh
  • Menjaga kulit tetap sehat

Baca juga: 18 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Siapa saja orang dapat mengalami dehidrasi, tetapi kondisinya bisa sangat berbahaya bagi anak kecil dan kelompok lanjut usia (lansia).

Melansir Mayo Clinic, dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Cedera panas

Jika tidak minum cukup cairan saat berolahraga berat dan banyak berkeringat, seseorang mungkin berisiko mengalami cedera panas (heat injury), mulai dari kram panas ringan hingga kelelahan panas atau serangan panas yang berpotensi mengancam jiwa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Masalah kencing dan ginjal

Dehidrasi yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

  • Kejang

Elektrolit, seperti kalium dan natrium diperlukan untuk membantu membawa sinyal listrik dari sel ke sel.

Jika elektrolit dalam tubuh tidak seimbang, pesan kelistrikan normal dapat bercampur, yang bisa menyebabkan kontraksi otot yang tidak disengaja dan terkadang hilang kesadaran.

  • Syok volume darah rendah (syok hipovolemik)

Syok hipovolemik adalah salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius dan terkadang mengancam jiwa.

Syok hipovolemik terjadi ketika volume darah rendah menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh.

Oleh sebab itu, mengingat bahayanya, dehidrasi tak layak untuk disepelekan.

Kenali beragam penyebab dehidrasi untuk diantisipasi.

Baca juga: 7 Penyebab Gula Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dehidrasi

Merangkum Medical News Today, penyebab dehidrasi pada dasarnya adalah tidak minum cukup air, kehilangan terlalu banyak air, atau kombinasi keduanya.

Di mana, kadang-kadang seseorang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi cukup cairan karena terlalu sibuk, kekurangan fasilitas atau tenaga untuk minum, atau berada di daerah yang tidak memiliki air minum.

Berikut ini penjelasan mengenai beberapa penyebab dehidrasi yang patut diwaspadai:

1. Diare

Diare menjadi penyebab paling umum dari dehidrasi dan kematian yang terkait dengan kondisi ini.

Usus besar menyerap air dari bahan makanan, dan diare mencegah hal ini terjadi.

Tubuh mengeluarkan terlalu banyak air, menyebabkan dehidrasi.

2. Muntah-muntah

Muntah menyebabkan kehilangan cairan dan menyulitkan penggantian air dengan meminumnya.

Baca juga: 9 Bahaya Tak Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

3. Demam

Secara umum, semakin tinggi demam yang dialami, membuat seseorang semakin mungkin mengalami dehidrasi.

Demam dapat menyebabkan peningkatan keringat dan dapat membuat pasien mengalami dehidrasi.

Masalahnya bertambah parah jika demam disertai dengan diare dan muntah-muntah.

4. Berkeringat berlebihan

Berkeringat adalah mekanisme pendinginan tubuh dengan melepaskan sejumlah besar air.

Cuaca panas dan lembab serta aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan kehilangan cairan akibat keringat.

Baca juga: 11 Cara Menghilangkan Biang Keringat Secara Alami

5. Mengalami diabetes

Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi menyebabkan peningkatan buang air kecil dan kehilangan cairan.

Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab dehidrasi.

6. Peningkatan buang air kecil

Sering kencing biasanya disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol, tetapi juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol dan obat-obatan seperti diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan antipsikotik.

7. Mengalami luka bakar

Luka bakar bisa membuat pembuluh darah rusak, menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitarnya.

Faktor risiko dehidrasi

Meski dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja, beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar.

Yang paling berisiko termasuk:

  • Orang-orang di tinggal atau berada di dataran tinggi
  • Atlet, terutama yang menjalani aktivitas ketahanan, seperti maraton, triathlon, dan turnamen bersepeda
  • Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, cystic fibrosis, alkoholisme, dan gangguan kelenjar adrenal
  • Bayi dan anak-anak, paling sering karena diare dan muntah.
  • Dehidrasi pada kelompok lanjut usia (lansia) juga sering terjadi. Terkadang hal ini terjadi karena mereka kurang minum air sehingga tidak perlu sering-sering bangun ke toilet. Ada juga perubahan di otak artinya rasa haus tidak selalu terjadi

Ketika mengalami gejala dehidrasi, anak-anak dan kelompok lansia kiranya perlu segera menerima perawatan medis, meskipun hanya menunjukkan gejala dehidrasi ringan.

Sementara, jika seseorang dari kelompok usia mana pun mengalami gejala berikut, alangkah baiknya segera cari perawatan darurat:

  • Diare parah
  • Darah di tinja atau BAB berdarah
  • Diare selama 3 hari atau lebih
  • Ketidakmampuan untuk menahan cairan
  • Disorientasi

Baca juga: 5 Cara Mengompres yang Benar Agar Demam Anak Cepat Turun

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.