Kompas.com - 09/01/2021, 10:07 WIB
Ilustrasi tenggorokan Ilustrasi tenggorokan

KOMPAS.com – Amandel sebenarnya bukanlah suatu penyakit.

Amandel atau tonsil adalah dua kelenjar getah bening yang terletak di belakangan kiri dan kanan tengorokan.

Amandel berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dan membantu mencegah tubuh terkena infeksi.

Baca juga: 10 Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Secara Alami

Nama penyakit yang kerap menyerang kelenjar ini melainkan adalah tonsilitis atau radang tonsil atau radang amandel.

Tapi, banyak orang Indonesia kiranya sudah terlanjur hanya menyebut amandel untuk menjelaskan adanya masalah kesehatan (peradangan) pada dua bantalan jaringan di tenggorokan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tonsilitis dapat terjadi pada semua usia. Tapi, penyakit ini kebanyakan terjadi pada anak-anak.

Radang amandel paling sering didiagnosis pada anak-anak dari usia prasekolah hingga pertengahan remaja.

Gejala amandel sesuai jenisnya

Melansir Health Line, berdasarkan lama gejala yang bisa muncul, tonsilitis dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yakni tonsilitis akut, tonsilitis kronis, dan tonsulitis berulang.

Baca juga: 6 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Dari tiga jenis tonsilitis tersebut, gejala amandel yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Tenggorokan yang sangat sakit
  2. Kesulitan atau nyeri saat menelan
  3. Suara yang terdengar serak
  4. Bau mulut
  5. Demam
  6. Badan panas dingin
  7. Sakit telinga
  8. Sakit perut
  9. Sakit kepala
  10. Leher yang kaku
  11. Nyeri rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  12. Amandel yang tampak merah dan bengkak
  13. Amandel yang memiliki bintik putih atau kuning

Pada anak-anak yang masih sangat kecil, mereka mungkin akan menunjukkan peningkatan sifat mudah marah, nafsu makan yang buruk, atau air liur yang berlebihan ketika mengalami tonsilitis.

Baca juga: Amandel: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengobati

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gejala amandel sesuai jenisnya:

1. Tonsillitis akut

Tonsilitis sangat umum terjadi pada anak-anak.

Faktanya, hampir setiap anak mungkin akan terkena radang amandel setidaknya satu kali.

Jika gejala berlangsung sekitar 10 hari atau kurang, itu dianggap tonsilitis akut.

Jika gejala berlangsung lebih lama atau jika tonsilitis muncul kembali beberapa kali dalam setahun, itu mungkin tonsilitis kronis atau berulang.

Tonsilitis akut kemungkinan akan membaik dengan perawatan di rumah, tetapi dalam beberapa kasus mungkin memerlukan perawatan lain, seperti antibiotik.

2. Tonsilitis kronis

Gejala tonsilitis kronis berlanjut lebih lama dari akut.

Penderitanya mungkin mengalami:

  • Sakit tenggorokan
  • Bau mulut (halitosis)
  • Kelenjar getah bening teraba empuk di leher
  • Tonsilitis kronis juga dapat menyebabkan batu amandel, di mana bahan-bahan seperti sel mati, air liur, dan makanan menumpuk di celah-celah amandel.

Akhirnya, puing-puing tersebut bisa mengeras menjadi batu-batu kecil.

Baca juga: 5 Gejala Gondok yang Perlu Diwaspadai

Batu amandel mungkin dapat lepas dengan sendirinya. Tapi, dalam beberapa kasus, batu amandel perlu dikeluarkan oleh dokter.

Jika Anda menderita radang amandel kronis, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi amandel untuk mengangkat amandel dengan pembedahan.

3. Tonsilitis berulang

Seperti tonsilitis kronis, pengobatan standar untuk tonsilitis berulang adalah tonsilektomi atau operasi amandel.

Tonsilitis berulang sering didefinisikan sebagai:

  • Sakit tenggorokan atau tonsilitis setidaknya 5 hingga 7 kali dalam 1 tahun
  • Terjadi setidaknya 5 kali dalam setiap 2 tahun sebelumnya
  • Terjadi setidaknya 3 kali di masing-masing 3 tahun sebelumnya

Penelitian pada 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Inflammation Research menunjukkan bahwa tonsilitis kronis dan berulang dapat disebabkan oleh biofilm di lipatan tonsil.

Baca juga: 9 Penyebab Gondok yang Perlu Diwaspadai

Biofilm adalah komunitas mikroorganisme dengan peningkatan resistensi antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi berulang.

Genetika juga bisa menjadi alasan tonsilitis berulang.

Sebuah studi pada 2019 meneliti amandel anak-anak yang mengalami tonsilitis berulang.

Studi yang diterbitkan dalam Science Translational Medicine tersebut menemukan bahwa genetika dapat menyebabkan respons kekebalan yang buruk terhadap bakteri Streptokokus grup A yang menyebabkan radang tenggorokan dan tonsilitis.

Lantas, kapan harus ke dokter?

Melansir Mayo Clinic, penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat jika seseorang, terutama anak-anak memiliki gejala yang mungkin mengindikasikan radang amandel.

Seseorang sebaiknya segera menemui dokter jika mengalami ciri-ciri amandel berikut:

  • Demam yang lebih tinggi dari 39,5 derajat Celcius
  • Nyeri atau sulit menelan
  • Kelemahan otot
  • Leher kaku
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh setelah 2 hari

Dalam kasus yang jarang terjadi, radang amandel dapat menyebabkan tenggorokan membengkak sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

Baca juga: 25 Penyebab Hidung Tersumbat dan Cara Mengatasinya

Jika ini terjadi, jangan tunda lagi untuk segera mengakses bantuan medis.

Sementara beberapa episode tonsilitis hilang dengan sendirinya, beberapa mungkin memerlukan perawatan lain.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X