Kompas.com - 22/02/2021, 18:01 WIB
Ilustrasi kanker usus besar atau kanker kolorektal. Jenis kanker mematikan ketiga di Indonesia. Ada banyak faktor risiko penyebab kanker ini, seperti kebiasaan konsumsi daging merah hingga obesitas. SHUTTERSTOCK/aslysunIlustrasi kanker usus besar atau kanker kolorektal. Jenis kanker mematikan ketiga di Indonesia. Ada banyak faktor risiko penyebab kanker ini, seperti kebiasaan konsumsi daging merah hingga obesitas.

KOMPAS.com - Kanker usus adalah pertumbuhan sel abnormal di usus kecil atau usus besar.

Di stadium awal penyakit, masalah kesehatan ini banyak tidak disadari penderitanya.

Kenali beragam gejala kanker usus dan penyebabnya yang perlu diwaspadai sebagai berikut.

Baca juga: Kanker Usus Besar: Gejala, Deteksi, dan Cara Mencegah

Gejala kanker usus

Melansir American Cancer Society, terdapat beberapa gejala kanker usus yang jamak dirasakan penderitanya, antara lain:

  1. Sakit perut, terutama perut bagian bawah
  2. Mual dan muntah
  3. Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas
  4. Badan terasa lemas dan mudah lelah
  5. Kotoran buang air besar (BAB) berwarna gelap
  6. Jumlah sel darah merah rendah atau anemia
  7. Kulit dan area putih mata berwarna kekuningan

Baca juga: 6 Ciri-ciri Kanker Usus yang Kerap Tak Disadari

Sakit perut yang menjadi ciri-ciri kanker usus rasanya mirip kram dan munculnya tidak terus-menerus. Misalkan, perut sakit setelah makan.

Peningkatan massa atau ukuran tumor dapat memperlambat proses pencernaan makanan di usus, hal itu bisa memicu sakit perut.

Jika tumor terus membesar, massa padat ini bisa sampai menghambat pergerakan di usus. Hal itu menyebabkan sakit perut parah disertai mual dan muntah.

Terkadang, tumor di usus juga bisa mengalami pendarahan dan menyebabkan jumlah sel darah merah merosot. Kondisi ini bisa memicu gejala kanker usus seperti lemas dan lelah.

Jika pendarahan berlangsung cepat, kotoran BAB berubah warna menjadi hitam dan membuat penderitanya pusing sampai pingsan.

Di beberapa kasus, tumor di pengujung usus bisa menyumbat saluran empedu dan memicu penyakit kuning. Apabila Anda menemukan gejala kanker usus di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Baca juga: Makanan Penyebab Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Penyebab kanker usus

Dilansir dari NHS, para ahli hingga kini belum mengetahui dengan pasti penyebab kanker usus.

Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan peluang seseorang terkena kanker usus, antara lain:

  • Usia di atas 60 tahun
  • Pola makan buruk dengan makan daging merah berlebihan dan kurang serat dari sayur serta buah
  • Berat badan berlebihan
  • Tidak pernah olahraga dan malas bergerak
  • Minum alkohol berlebihan
  • Merokok
  • Punya orangtua atau saudara yang menderita kanker usus saat usianya masih di bawah usia 50 tahun
  • Memiliki riwayat penyakit kolitis ulserativa atau penyakit crohn

Baca juga: 10 Cara Mencegah Penyakit Kanker

Meskipun ada beberapa faktor risiko penyebab kanker usus yang tidak dapat dikendalikan seperti faktor keturunan dan usia, tapi sebagian besar biang penyakit ini bisa dikontrol.

Caranya dengan menjaga pola makan sehat dan seimbang, rajin bergerak dan olahraga, menjaga berat badan ideal, serta setop merokok dan minum minuman keras.

Selain itu, pastikan Anda melakukan pemeriksaan usus secara berkala apabila memiliki faktor risiko penyebab kanker usus di atas.

Dengan begitu, ketika ditemukan benjolan tumor abnormal sejak stadium awal, kanker jadi lebih mudah dikendalikan atau terkontrol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.