Kompas.com - 26/04/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi jus wortel ShutterstockIlustrasi jus wortel

KOMPAS.com – Tak hanya buah-buahan, sayuran juga bisa dikonsumsi dalam bentuk jus.

Mengonsumsi sayuran dalam bentuk jus bisa pula menjadi cara cepat dan mudah untuk meningkatkan asupan nutrisi harian.

Namun, jika Anda baru “mengenal” jus, Anda mungkin masih kesulitan untuk menentukan sayuran mana yang harus dipilih.

Baca juga: 7 Sayuran untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebagai saran, berikut ini adalah beberapa sayuran terbaik untuk dibuat jus yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan:

1. Kale

Kale dikenal sebagai salah satu superfood atau makanan super yang baik untuk dikonsumsi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu karena kale merupakan makanan sumber nutrisi yang sangat baik. Kale terbukti kaya akan vitamin A, vitamin C, dan vitamin K.

Kale mentah juga mengandung antioksidan tinggi, termasuk beta-karoten.

Antioksidan ini dapat menetralkan molekul berbahaya yang disebut radikal bebas untuk membantu melindungi dari kondisi seperti penyakit jantung.

Untuk mengonsumsinya, kale bisa juga dibuat jus. Saat dibuat jus, kale pun cocok jika dicampur dengan buah dan sayuran lainnya.

Faktanya, minum jus kale telah terbukti dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol jahat atau kolesterol LDL.

Sebuah studi pada 32 pria dengan kadar kolesterol tinggi menemukan bahwa minum 5 ons (150 ml) jus kale setiap hari selama 3 bulan, mengurangi kolesterol jahat sebesar 10 persen dan meningkatkan kolesterol baik atau kolesterol HDL pelindung jantung sebesar 27 persen.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Vitamin K Tinggi

2. Wortel

Karena rasanya yang sedikit manis dan profil nutrisinya yang mengesankan, wortel adalah pilihan sayuran laun yang tepat dibuat jus.

Wortel telah terbukti termasuk makanan rendah kalori dan tinggi vitamin A, biotin, serta kalium .

Terlebih lagi, wortel sarat dengan karotenoid yang merupakan pigmen tumbuhan yang bekerja sebagai antioksidan kuat dalam tubuh.

Senyawa karotenid tersebut termasuk beta-karoten, likopen, alfa-karoten, dan lutein.

Studi menunjukkan bahwa makan makanan yang kaya karotenoid telah dikaitkan dengan penurunan risiko beragam penyakit, sepeti terkena penyakit mata degeneratif, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu, termasuk prostat.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin A Tinggi

Saat dibuat jus, manisnya jus wortel dapat dipadu padankan dengan sayur lain dan buah yang biasa dijus, seperti buah jeruk dan bit.

3. Sayur bit

Selain warnanya yang cerah menggoda dan rasanya yang lembut, sayur bit juga punya keunggulan dalam menyediakan manfaat kesehatan.

Dalam hal nutrisi, sayur bit dikemas dengan mangan, kalium, dan folat.

Sayur bit juga tinggi nitrat, sejenis senyawa tumbuhan alami dengan efek kesehatan yang kuat.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa jus bit yang kaya nitrat dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kinerja fisik, dan menjaga kesehatan otak.

Bukan hanya bagian umbi atau akarnya, bagian daun pada sayur bit juga banyak nutrisi, sehingga baik dikonsumsi, termasuk bisa dibuat jus.

4. Kubis

Kubis juga merupakan sayuran bergizi dan lezat yang cocok untuk dijadikan jus.

Setiap porsi kubis penuh dengan vitamin K dan vitamin C, bersama dengan mikronutrien lainnya, seperti folat, mangan, dan vitamin B6.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin B6 Tinggi

Dalam klasifikasi biologi, kubis termasuk sayuran cruciferous dan berkerabat dekat dengan sayuran lain seperti brokoli, kale, kembang kol, dan kubis Brussel.

Studi menunjukkan bahwa makan lebih banyak sayuran cruciferous ini telah dikaitkan dengan risiko diabetes, penyakit jantung, dan peradangan yang lebih rendah.

5. Bayam

Selain memiliki rasa yang lembut dan segar, bayam juga menawarkan banyak nutrisi untuk diasup.

Bayam terbukti mengandung tinggi vitamin A dan vitamin C, serta sanggup memberikan dosis antioksidan yang sehat, seperti quercetin, kaempferol, dan lutein.

Bayam juga kaya nitrat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi pada 27 orang menemukan bahwa mengonsumsi bayam selama 7 hari secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jus bayam memiliki aktivitas antasida, sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang mengalami refluks asam lambung.

Baca juga: 6 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

6. Brokoli

Brokoli adalah sayuran cruciferous yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan yang mengesankan.

Secara khusus, brokoli adalah sumber mikronutrien utama yang sangat baik, seperti kalium dan vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C.

Brokoli juga mengandung kaempferol, senyawa kuat yang telah terbukti bisa menetralkan radikal bebas penyebab penyakit, mengurangi peradangan, dan mengurangi pertumbuhan sel kanker dalam studi tabung reaksi.

Terlebih lagi, sebuah penelitian baru-baru ini pada 960 orang mencatat bahwa makan satu porsi sayuran hijau yang kaya kaempferol dan antioksidan lainnya per hari dapat memperlambat penurunan mental terkait usia.

Untuk mengonsumsi brokoli, Anda bisa juga menjadikannya sebagai jus. Masukkan kepala dan batang brokoli untuk memanen nutrisinya.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi

7. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi. Selain dikonsumsi secara langsung, mentimun juga bisa dikonsumsi dengan cara dibuat jus.

Ketika dikonsumsi, sayuran yang satu ini bukan hanya sanggup menawarkan kesegaran, tapi juga banyak nutrisi menyehatkan.

Mentimun termasuk sayuran rendah kalori, tapi tinggi kalium, mangan, dan vitamin K dan vitamin C.

Menambahkan mentimun ke dalam makanan Anda dapat membantu Anda tetap terhidrasi, yang sangat penting untuk kesehatan pencernaan, fungsi ginjal, manajemen berat badan, dan kinerja fisik.

Selain itu, penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa ekstrak mentimun dapat membantu mengurangi peradangan pada sel kulit.

Baca juga: 12 Tanda Dehidrasi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8. Seledri

Jus seledri mulai mendapatkan daya tarik di dunia kesehatan karena memang menguntungkan.

Selain kandungan airnya yang tinggi, seledri mengandung banyak vitamin A, vitamin K, dan vitamin C, serta antioksidan seperti kaempferol, asam caffeic, dan asam ferulic.

Penelitian pada hewan dan tabung reaksi telah menemukan bahwa ekstrak seledri dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol.

Sebuah penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam seledri memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, yang dapat melindungi dari penyakit kronis.

Banyak orang suka minum jus seledri sendiri, tetapi bisa juga dikombinasikan dengan jus lemon, apel, dan sayuran hijau untuk minuman yang enak.

9. Tomat

Tomat adalah sayuran lain yang bagus ntuk dibuat jus.

Tomat tidak hanya rendah kalori tetapi juga kaya dengan nutrisi penting seperti vitamin C, kalium, dan folat.

Tomat juga kaya likopen, senyawa yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat, serangan jantung, dan stroke.

Minum jus tomat juga telah terbukti dapat mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan kesuburan pria.

Terlebih lagi, jus tomat dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan olahraga, menjadikannya pilihan cerdas bagi para atlet.

Pasangkan tomat dengan seledri, mentimun, dan peterseli untuk mendapatkan jus yang menyegarkan dan menyehatkan.

Baca juga: 20 Makanan yang Mengandung Serat Tinggi

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X