Kompas.com - 05/05/2021, 12:03 WIB
ilustrasi diabetes simpson33ilustrasi diabetes

KOMPAS.com – Sudah diketahui bersama bahwa diabetes adalah penyakit yang tak boleh dianggap remeh.

Siapa saja orang yang menderita diabetes kiranya perlu mendapat bantuan dari dokter untuk mengontrol kadar gula darahnya.

Tapi sayangnya, tidak semua penderita diabetes menunjukkan gejala penyakit yang jelas.

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Lantas, apa yang terjadi jika diabetes tidak terdeteksi?

Dilansir dari Health Line, beberapa penderita diabetes memang bisa jadi tidak memiliki gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan yang tampaknya relatif tidak berbahaya.

Tapi tetap saja, diabetes yang tidak diobati bisa sangat berbahaya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kadar gula darah Anda menjadi terlalu tinggi, Anda bisa mengembangkan ketoasidosis.

Ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang yang menderita diabetes tipe 1.

Sementara orang dengan diabetes tipe 2 cenderung lebih jarang mengalami ketoasidosis karena tubuh masih memproduksi insulin.

Ketoasidosis adalah komplikasi akut dan dapat terjadi dengan cepat.

Komplikasi diabetes ini dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Ketoasisodis di antaranya dapat menyebabkan kondisi, seperti:

  • Sesak napas dengan ciri napas yang dalam dan cepat
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Kulit memerah
  • Linglung atau kebingungan
  • Napas berbau seperti buah-buahan atau pembersih kuteks (aseton)
  • Penurunan keasaran hingga pingsan

Baca juga: 8 Gejala Awal Penyakit Diabetes

Seiring waktu, komplikasi diabetes dapat berkembang karena kadar gula darah yang sangat tinggi.

Beberapa komplikasi diabetes lainnya ini kemudian bisa terjadi:

  • Penyakit ginjal (nefropati)
  • Penyakit mata (retinopati diabetik)
  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Amputasi karena kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Masalah gigi
  • Masalah kulit

Baca juga: 10 Buah dengan Indeks Glikemik Rendah yang Cocok untuk Penderita Diabetes

Sungguh merugikan bukan?

Oleh sebab itu, siapa saja yang merasa memiliki faktor risiko diabetes sangat dianjurkan untuk dapat memeriksa kadar gula darah secara rutin. Jangan menunggu gejala diabetes muncul terlebih dahulu baru menemui dokter.

Sementara itu, dilansir dari Medical News Today, jika penderita diabetes mellitus sedang menjalani pengobatan untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, mereka mungkin berisiko mengalami komplikasi diabetes akut yang disebut hipoglikemia atau gula darah rendah.

Dengan hipoglikemia, penderita diabetes mungkin akan mengembangkan beberapa gejala berikut:

  • Mudah pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat
  • Pusing dan gemetar
  • Kebingungan atau linglung
  • Kegelisahan
  • Sering kantuk
  • Penurunan kesadaran

Mengobati hipoglikemia dengan cepat adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan.

Bicaralah dengan dokter untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia.

Baca juga: 2 Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh yang Perlu Diwaspadai

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X