Kompas.com - 05/05/2021, 12:03 WIB
ilustrasi diabetes simpson33ilustrasi diabetes

KOMPAS.com – Sudah diketahui bersama bahwa diabetes adalah penyakit yang tak boleh dianggap remeh.

Siapa saja orang yang menderita diabetes kiranya perlu mendapat bantuan dari dokter untuk mengontrol kadar gula darahnya.

Tapi sayangnya, tidak semua penderita diabetes menunjukkan gejala penyakit yang jelas.

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Lantas, apa yang terjadi jika diabetes tidak terdeteksi?

Dilansir dari Health Line, beberapa penderita diabetes memang bisa jadi tidak memiliki gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan yang tampaknya relatif tidak berbahaya.

Tapi tetap saja, diabetes yang tidak diobati bisa sangat berbahaya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Apa yang Terjadi Jika Diabetes Tidak Terdeteksi?
Pahami apa yang terjadi jika diabetes tidak terdeteksi sebagai bagian dari upaya mengindari bahaya dari penyakit kronis ini.
Bagikan artikel ini melalui

Jika kadar gula darah Anda menjadi terlalu tinggi, Anda bisa mengembangkan ketoasidosis.

Ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang yang menderita diabetes tipe 1.

Sementara orang dengan diabetes tipe 2 cenderung lebih jarang mengalami ketoasidosis karena tubuh masih memproduksi insulin.

Ketoasidosis adalah komplikasi akut dan dapat terjadi dengan cepat.

Komplikasi diabetes ini dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Ketoasisodis di antaranya dapat menyebabkan kondisi, seperti:

  • Sesak napas dengan ciri napas yang dalam dan cepat
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Kulit memerah
  • Linglung atau kebingungan
  • Napas berbau seperti buah-buahan atau pembersih kuteks (aseton)
  • Penurunan keasaran hingga pingsan

Baca juga: 8 Gejala Awal Penyakit Diabetes

Seiring waktu, komplikasi diabetes dapat berkembang karena kadar gula darah yang sangat tinggi.

Beberapa komplikasi diabetes lainnya ini kemudian bisa terjadi:

  • Penyakit ginjal (nefropati)
  • Penyakit mata (retinopati diabetik)
  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Amputasi karena kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Masalah gigi
  • Masalah kulit

Baca juga: 10 Buah dengan Indeks Glikemik Rendah yang Cocok untuk Penderita Diabetes

Sungguh merugikan bukan?

Oleh sebab itu, siapa saja yang merasa memiliki faktor risiko diabetes sangat dianjurkan untuk dapat memeriksa kadar gula darah secara rutin. Jangan menunggu gejala diabetes muncul terlebih dahulu baru menemui dokter.

Sementara itu, dilansir dari Medical News Today, jika penderita diabetes mellitus sedang menjalani pengobatan untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, mereka mungkin berisiko mengalami komplikasi diabetes akut yang disebut hipoglikemia atau gula darah rendah.

Dengan hipoglikemia, penderita diabetes mungkin akan mengembangkan beberapa gejala berikut:

  • Mudah pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat
  • Pusing dan gemetar
  • Kebingungan atau linglung
  • Kegelisahan
  • Sering kantuk
  • Penurunan kesadaran

Mengobati hipoglikemia dengan cepat adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan.

Bicaralah dengan dokter untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia.

Baca juga: 2 Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh yang Perlu Diwaspadai

 


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.