Kompas.com - 08/05/2021, 18:04 WIB

KOMPAS.com - Anemia defisiensi vitamin adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah akibat kadar vitamin tertentu yang tidak memadai.

Vitamin yang terkait dengan anemia defisiensi vitamin termasuk folat (vitamin B9), vitamin B12 dan vitamin C.

Anemia defisiensi vitamin secara umum dapat terjadi jika Anda tidak makan cukup makanan yang mengandung folat, vitamin B12, atau vitamin C.

Baca juga: 10 Gejala Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diketahui

Selain itu, anemia defisiensi vitamin dapat terjadi jika tubuh Anda mengalami kesulitan dalam menyerap atau memproses vitamin tersebut.

Melansir Cleveland Clinic, gejala anemia defisiensi vitamin sering kali ringan.

Tanda dan gejala defisiensi vitamin mungkin tidak kentara pada awalnya, tetapi tetap saja dapat terus meningkat seiring dengan memburuknya defisiensi.

Gejala defisiensi vitamin biasanya berkembang perlahan selama beberapa bulan hingga tahun.

Dalam banyak kasus, orang-orang mungkin baru mengetahui bahwa mereka memiliki anemia defisiensi vitamin ketika dokter menguji untuk masalah kesehatan lainnya.

Untuk menjadi perhatian, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala anemia defisiensi vitamin:

  • Kelelahan yang ekstrim
  • Rasa lemah
  • Pusing
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Detak jantung tak teratur
  • Mati rasa atau rasa dingin di tangan dan kaki

Baca juga: 4 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diwaspadai

Ketika mencurigai mengalami anemia defisiensi vitamin, seseorang kiranya penting untuk dapat berkonsultasi dengan dokter segera.

Pasalnya, jika tidak ditangani, anemia defisiensi vitamin dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan lebih lanjut, termasuk:

  • Komplikasi kehamilan, seperti kelahiran premature
  • Gangguan sistem saraf
  • Skorbut atau scurvy

Penyebab anemia defisiensi vitamin

Anemia defisiensi vitamin dapat berkembang ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin yang dibutuhkan untuk menghasilkan cukup sel darah merah sehat.

Melansir Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab anemia defisiensi vitamin:

1. Anemia defisiensi folat

Folat atau dikenal juga sebagai vitamin B9 adalah nutrisi yang ditemukan terutama pada buah-buahan dan sayuran berdaun hijau.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tinggi

Pola makan yang kekurangan makanan ini secara konsisten dapat menyebabkan kekurangan folat.

Kekurangan vitamin B9 juga bisa terjadi jika tubuh tidak dapat menyerap folat dari makanan.

Di dalam tubuh, sebagian besar nutrisi dari makanan akan diserap di usus kecil.

Seseorang mungkin akan mengalami kesulitan menyerap folat maupun asam folat (bentuk sintetis dari folat yang ditambahkan ke makanan dan suplemen) apabila memiliki kondisi berikut:

  • Memiliki penyakit pada usus kecil, seperti penyakit celiac
  • Pernah mengalami operasi besar usus kecil 
  • Minum alkohol dalam jumlah berlebihan
  • Menggunakan obat resep tertentu, seperti beberapa obat anti kejang

Wanita hamil dan wanita menyusui memiliki peningkatan kebutuhan folat, seperti halnya orang yang menjalani dialisis untuk penyakit ginjal.

Kegagalan untuk memenuhi permintaan folat yang meningkat ini dapat mengakibatkan kekurangan folat.

Baca juga: 9 Tanda Peringatan Penyakit Ginjal yang Perlu Diwaspadai

2. Anemia defisiensi vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat disebabkan oleh minum konsumsi makanan yang mengandung kekurangan vitamin B12.

Sumber vitamin B12 yang baik, termasuk daging, telur, dan susu.

Namun, penyebab paling umum dari anemia defisiensi vitamin B12 adalah kurangnya zat yang disebut faktor intrinsik. Kondisi ini bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel lambung yang memproduksi faktor intrinsik. Jenis anemia ini disebut sebagai anemia pernisiosa.

Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 tidak dapat diserap dan meninggalkan tubuh sebagai limbah.

Baca juga: 9 Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Diwaspadai

Orang dengan gangguan autoimun terkait endokrin, seperti diabetes atau penyakit tiroid, mungkin memiliki peningkatan risiko terkena anemia pernisiosa.

Anemia defisiensi vitamin B12 juga dapat terjadi jika usus kecil tidak dapat menyerap vitamin B12 karena alasan selain kekurangan faktor intrinsik.

Ini mungkin terjadi jika:

  • Pernah menjalani operasi lambung atau usus kecil, seperti operasi bypass lambung
  • Memiliki pertumbuhan bakteri yang tidak normal di usus kecil
  • Menderita penyakit usus, seperti penyakit Crohn atau penyakit celiac, yang mengganggu penyerapan vitamin
  • Telah menelan cacing pita karena memakan ikan yang terkontaminasi. Cacing pita diketahui bisa menyerap nutrisi dari tubuh

3. Anemia defisiensi vitamin C

Kekurangan vitamin C dapat berkembang jika Anda tidak mendapatkan cukup vitamin C dari makanan yang Anda makan.

Kekurangan vitamin C juga mungkin terjadi jika sesuatu mengganggu kemampuan Anda untuk menyerap vitamin C dari makanan. Misalnya, merokok telah terbukti bisa merusak kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin C.

Penyakit kronis tertentu, seperti kanker atau penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi vitamin C dengan memengaruhi penyerapan vitamin C.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Faktor risiko anemia defisiensi vitamin

Sejumlah faktor dapat memengaruhi simpanan vitamin dalam tubuh.

Secara umum, risiko kekurangan vitamin meningkat jika:

  • Makanan Anda mengandung sedikit atau tidak ada sumber makanan vitamin alami, seperti daging, susu, buah-buahan dan sayuran. Vegetarian yang tidak mengonsumsi produk susu dan vegan yang tidak mengonsumsi makanan apa pun dari hewan mungkin termasuk dalam kategori ini
  • Sedang hamil dan tidak mengonsumsi multivitamin. Padahal suplemen asam folat sangat penting selama kehamilan
  • Memiliki masalah usus atau kondisi medis lain yang mengganggu penyerapan vitamin Pertumbuhan bakteri yang tidak normal di perut atau pembedahan pada usus atau perut dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Menyalahgunakan alkohol karena alkohol bisa mengganggu penyerapan folat dan vitamin C, serta vitamin lainnya
  • Mengonsumsi obat resep tertentu yang dapat menghalangi penyerapan vitamin. Misalnya, obat anti kejang dapat menghalangi penyerapan folat. Sementara, antasida dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 dapat mengganggu penyerapan B12

Baca juga: 18 Makanan yang Mengandung Vitamin E Tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.