Kompas.com - 23/05/2021, 08:01 WIB
Ilustrasi autisme, sindrom asperger Shutterstock/Photographee.euIlustrasi autisme, sindrom asperger

KOMPAS.com - Sindrom asperger adalah salah satu jenis gangguan sindrom autisme.

Sindrom asperger biasanya ditandai dengan perilaku mirip autisme, tapi tanpa masalah kecerdasan.

Pengidap sindrom asperger jamak memiliki kesulitan komunikasi dan keterampilan sosial.

Baca juga: Kenali Gejala Autisme Pada Anak

Melansir Melansir Autism Society, sindrom asperger kali pertama diperkenalkan dokter anak asal Wina, Austria, Hans Asperger pada 1940-an silam.

Sejumlah profesional kesehatan mendeskripsikan individu dengan asperger atau aspergian sebagai pengidap autisme ringan.

Menurut Applied Behavior Analysis Programs Guide, ada beberapa karakteristik atau gejala sindrom asperger yang khas, antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Punya minat intelektual atau artistik
  • Gaya bicara berbeda
  • Perkembangan motorik tertunda
  • Memiliki masalah keterampilan sosial
  • Sangat memerhatikan detail
  • Gigih
  • Berintegritas
  • Cenderung teratur atau mengikuti pola tertentu

Berikut penjabaran karakteristik atau gejala sindrom asperger yang khas pada pengidapnya:

1. Punya bakat intelektual atau artistik tertentu

Banyak di antara pengidap sindrom asperger yang punya kelebihan memiliki bakat intelektual atau artistik tertentu.

Aspergian tersebut umumnya menunjukkan kelebihan talentanya sejak usia dini dan terus unggul sampai dewasa.

Contoh orang terkenal penderita sindrom asperger yakni musikus Wolfgang A. Mozart.

Mozart hingga akhir hayatnya ahli di bidang musik. Talentanya mulai tampak sejak dini, bahkan ia mampu merancang komposisinya di usia lima tahun.

Pengidap sindrom aspergen bisa berkembang di banyak bidang; seperti fotografi, desain, akuntan, teknik, sampai data.

Baca juga: Penyebab Autisme dan Faktor Risikonya

2. Gaya bicara berbeda

Pengidap sindrom asperger memiliki kecenderungan gaya bicara yang berbeda ketimbang anak lainnya.

Perbedaan tersebut terletak pada kurangnya ritme verbal, nada bicara yang monoton, sampai infleksi kata-kata tertentu.

Aspergian juga kerap tidak bisa mengontrol volume suara sesuai lingkungan sekitarnya.

Tak jarang mereka bicara terlalu kencang di tempat yang tidak semestinya, seperti di tempat ibadah atau perpustakaan.

3. Perkembangan motorik tertunda

Beberapa anak dengan sindrom asperger mengalami keterlambatan perkembangan dan keterampilan motorik halus serta kasar.

Anak yang mengalami keterlambatan motorik halus bisa kesulitan memegang pensil atau benda lainnya dengan benar.

Sedangkan keterampilan motorik kasar yang terlambat bisa membuat anak kesulitan bermain lempar tangkap bola atau mengayunkan sesuatu.

Karakteristik gejala sindrom asperger terkait perkembangan motorin ini bisa sangat beragam, tergantung kasusnya.

Baca juga: Punya Gejala Serupa, Apa Beda Sindrom Asperger dan Autisme?

4. Memiliki masalah keterampilan sosial

Karena hanya memiliki minat pada hal tertentu dan kemampuan emosional rendah, pengidap sindrom aspergian kerap terisolasi di masa kanak-kanak sampai dewasa.

Aspergian terkadang berupaya mencari teman, tapi terkadang tidak berhasil karena kurangnya keterampilan sosial.

Pada akhirnya, mereka jadi terlihat kurang berminat untuk bersosialisasi dan enggan untuk berdiskusi atau bertukarpikirian dengan sebayanya.

5. Sangat detail

Kelebihan pengidap sindrom asperger salah satunya sangat memperhatikan detail.

Orientasi pada detail di atas rata-rata kebanyakan orang ini sangat berguna untuk menunjang kemampuannya.

Apabila talentanya ini ditunjang secara positif, tidak menutup kemungkinan hobi atau pekerjaannya kelak bisa sukses.

Baca juga: Terapi Pelihara Kucing Ampuh Tingkatkan Kemampuan Sosial Anak Autisme

6. Sangat tekun

Selain detail, kelebihan pengidap sindrom asperger yakni sangat tekun, gigih, dan tidak mudah menyerah.

Kemampuan istimewa ini bisa memberikan keuntungan bagi para pengidap untuk lebih tangguh menghadapi tantangan hidup.

7. Berintegritas

Para pengidap sindrom asperger cenderung berintegritas tinggi. Umumnya, mereka sangat jujur, loyal, dan tidak pernah main-main ketika sudah berkomitmen pada suatu hal.

Dengan bekal integritas yang dimiliki, tak pelak para aspergian dipercaya teman, mitra, rekan bisnis, dan koleganya.

Baca juga: Tanda Stres pada Anak

8. Cenderung teratur atau mengikuti pola tertentu

Penderita sindrom asperger biasanya juga suka pada keteraturan dan hidup dengan rutinitas atau pola tertentu.

Keteraturan dan pola ini bisa memiliki manfaat positif, tapi terkadang membuat susah ketika pola atau rutinitasnya berubah.

Apabila Anda mendapati si kecil memiliki karakteristik gejala sindrom asperger di atas, segera konsultasikan ke dokter yang biasanya menangani.

Dokter biasanya akan memberikan rujukan pemeriksaan ke pakar kesehatan mental yang ahli menangani gangguan spektrum autisme.

Di antaranya ke psikolog, ahli saraf anak, dokter yang menangani tumbuh kembang anak, sampai ke psikiater.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.