Kompas.com - 29/06/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi batuk di malam hari Ilustrasi batuk di malam hari

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, batuk di malam hari merupakan hal yang cukup menyiksa.

Secara umum, batuk memang dapat bermanfaat karena membersihkan paru-paru dari iritasi atau lendir berlebih.

Batuk juga dapat membantu menghilangkan kuman dari paru-paru dan mencegah infeksi.

Namun ketika batuk terjadi pada malam hari, hal ini memang sesuatu yang menyebalkan.

Sebab, batuk di malam hari dapat mengganggu tidur dan mencegah seseorang untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk di malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

Cara mengatasi ini harus disesuaikan dengan penyebab yang menyertainya.

Melansir dari Medical News Today, batuk di malam hari dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Beberapa di antaranya bersifat jangka pendek dan hilang dalam satu atau dua minggu.

Dalam kasus lain, penyebab batuk malam hari bisa bersifat jangka panjang.

Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang menjadi penyebab umum batuk malam hari.

  • alergi
  • asma
  • emfisema
  • bronkitis kronis
  • GERD
  • demam
  • flu

Baca juga: Benarkah Vitamin C Bisa Mencegah atau Mengobati Batuk Pilek?

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menentukan cara efektif untuk mengatasinya.

Berikut beberapa cara mengatasi batuk di malam hari, seperti dihimpun dari Healthline dan Medical News Today.

1. Gunakan humidifier

Udara kering dapat memperburuk batuk.

Seseorang dapat mencoba menggunakan pelembab udara atau humidifier di malam hari untuk menambahkan kelembapan ke udara tempat mereka tidur.

Menambahkan kelembapan dengan metode ini dapat membantu menenangkan tenggorokan dan mencegah batuk.

Namun, terlalu banyak kelembaban dapat berkontribusi pada pertumbuhan jamur yang bisa menjadi alergen dan menyebabkan batuk lebih parah.

Baca juga: 5 Jenis Obat Batuk, Fungsi, dan Efek Sampingnya

Alat yang disebut higrometer dapat digunakan untuk memeriksa tingkat kelembaban di dalam ruangan.

Higrometer biasanya dapat dibeli dari toko perangkat keras.

Konsultasikan dengan dokter mengenai kelembapan udara yang cocok untuk Anda.

2. Gunakan filter udara dan anti alergi di kamar tidur

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, gejala alergi seperti batuk dapat terjadi.

Alergi debu adalah penyebab umum batuk, terutama di malam hari, saat terpapar tungau debu atau bulu hewan peliharaan di tempat tidur.

Berikut adalah beberapa strategi untuk mengatasi tungau, debu, bulu hewan piaraan, dan lain sebagainya.

  • Menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA di lantai kamar tidur setiap minggu untuk menghilangkan debu.
  • Membersihkan kamar tidur dari debu.
  • Mencuci tempat tidur dengan air panas seminggu sekali.
  • Mandi sebelum tidur untuk menghilangkan alergen luar ruangan, seperti serbuk sari.

Baca juga: Ciri-ciri Batuk Kering dan Cara Mengobatinya

3. Kelola GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan sebagian isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk, terutama di malam hari.

Orang yang menderita GERD harus berbicara dengan dokter mereka tentang mengelola kondisi mereka.

Menghindari makanan yang dapat memicu mulas dan tidak makan selama sekitar 4 jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi gejala.

4. Minum teh dengan madu

Teh panas dengan madu dapat menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan mengencerkan lendir.

Madu tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah 1 tahun karena potensi risiko bentuk keracunan makanan yang disebut botulisme.

Baca juga: 10 Penyebab Batuk Berdarah dan Kapan Perlu Waspada

5. Tinggikan kepala

Batuk sering menjadi lebih buruk di malam hari karena seseorang berbaring telentang di tempat tidur.

Lendir dapat terkumpul di bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Tidur dengan kepala ditinggikan dapat menurunkan postnasal drip dan gejala GERD.

Keduanya menyebabkan batuk di malam hari.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Ketika Batuk?

Seseorang dapat menopang kepala tempat tidurnya menggunakan beberapa bantal atau sandaran punggung.

Perubahan posisi tidur dapat memungkinkan lendir mengalir tanpa menyebabkan batuk.

6. Berkumur dengan air garam hangat sebelum tidur

Air garam dapat meredakan sakit tenggorokan atau iritasi.

Air garam juga dapat membantu mengeluarkan lendir dari bagian belakang tenggorokan.

Untuk mengurangi batuk, seseorang dapat mencampur satu sendok teh garam dalamsegelas air hangat dan berkumur beberapa kali sebelum tidur.

Air garam harus dimuntahkan setelah berkumur dan tidak ditelan.

7. Berhenti merokok

Merokok sigaret adalah penyebab sering batuk jangka panjang.

Berhenti merokok akan membantu mengurangi batuk dari waktu ke waktu meskipun tidak akan menghentikan masalah dalam semalam.

Baca juga: 5 Macam Jenis Batuk Berdasarkan Penyebabnya

8. Mengobati asma

Asma adalah gangguan paru-paru jangka panjang yang melibatkan peradangan dan penyempitan saluran udara.

Gejala asma yang umum adalah batuk, yang sering menjadi lebih buruk di malam hari.

Menggunakan inhaler dapat menghentikan batuk di malam hari karena asma.

Beberapa inhaler mengandung obat pernapasan untuk membuka saluran udara yang dapat meredakan batuk dan membuat pernapasan lebih mudah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.