Kompas.com - 14/07/2021, 12:00 WIB

16. Masalah psikologis

Ketika Anda merasa cemas, hal itu dapat memicu respons stres dalam tubuh yang menyebabkan detak jantung dan tekanan darah Anda meningkat, pembuluh darah menyempit, dan otot-otot dada mengencang. Hal ini dapat menimbulkan rasa sesak di dada maupun sesak napas.

Ketika tubuh berada dalam mode fight-or-flight ini, kadar hormon kortisol juga bisa meningkat yang dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak.

17. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi yang menyebabkan isi perut yang mengandung asam bocor kembali ke kerongkongan, saluran yang mengalir dari tenggorokan ke perut.

Selain heartburn, GERD dapat menyebabkan rasa sesak di dada yang berkisar dari rasa sakit yang "menghancurkan" hingga sesak yang terasa seperti muncul beban berat di dada.

Ada banyak obat yang dijual bebas seperti antasida yang dapat membantu meringankan gejala GERD.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberi Anda resep untuk obat yang lebih kuat jika obat yag dijual bebas tidak memberikan bantuan.

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

18. Ulkus peptikum

Pada penyakit ulkus peptikum, tukak atau luka yang menyakitkan ditemukan pada lapisan lambung atau duodenum (bagian pertama dari usus kecil).


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.