Kompas.com - 02/08/2021, 18:01 WIB
Sumber protein yang baik bagi tubuh bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, tidak hanya susu. FREEPIKSumber protein yang baik bagi tubuh bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, tidak hanya susu.

KOMPAS.com - Sejumlah orangtua yang buah hatinya sudah tidak diberi air susu ibu (ASI) kerap mengandalkan susu formula atau susu sapi sebagai pemenuhan gizinya.

Seperti diketahui, ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi dari lahir sampai usia enam bulan.

Setelah itu, pemberian ASI biasanya masih dilanjutkan sampai si kecil berusia dua tahun atau lebih.

Lantas, setelah lepas ASI ketika usia anak di atas dua tahun, apakah si kecil masih perlu minum susu formula, sapi, atau sejenisnya? Simak penjelasan berikut. 

Baca juga: 7 Makanan Sumber Protein Tinggi, Bukan Hanya Susu

Apakah anak di atas 2 tahun masih perlu minum susu?

Sejumlah ahli menjelaskan, anak di atas usia dua tahun tanpa masalah kesehatan tertentu sebenarnya tidak perlu lagi minum susu tambahan.

Ahli gizi komunitas Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum. menyampaikan, anak di atas usia dua tahun perlu minum susu formula, susu sapi, dan sejenisnya adalah mitos yang berkembang di masyarakat.

“Tidak perlu lagi. Gigi anak usia dua tahun sudah tumbuh lengkap. Artinya, pemenuhan gizi perlu dengan makan benar bergizi lengkap dan seimbang,” jelas Tan, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (2/8/2021).

Menurut Tan, mitos anak di atas usia dua tahun butuh minum susu tambahan tersebut bermula dari pentingnya asupan protein dan kalsium bagi tumbuh kembang anak.

Padahal, sumber protein dan kalsium bukan hanya susu. Beberapa bahan pangan lokal yang terjangkau telur, ikan, tempe, dan tahu juga bisa memberikan asupan gizi sejenis.

“Protein mudah dan murah didapat. Tergantung apa yang tersedia secara lokal,” kata dia.

Baca juga: 4 Manfaat Susu Almond untuk Ibu Menyusui dan Cara Membuatnya

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.