Kompas.com - Diperbarui 04/10/2021, 09:41 WIB

KOMPAS.com - Selama ini, masih ada orang yang membuang obat rusak dan kedaluwarsa  sembarangan di tempat sampah atau saluran air.

Padahal, obat yang dibuang sembarangan bisa mencemari lingkungan sekitar dan rentan disalahgunakan oknum tak bertanggungjawab sebagai bahan pembuatan obat ilegal.

Berikut panduan membuang obat yang benar di rumah menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM):

Baca juga: Kenali Apa itu Obat Paracetamol, Fungsi, Efek Sampingnya

Cara membuang obat tablet, pil, puyer, salep, dan krim

Langkah-langkah membuang obat dengan tekstur padat bersama sampah rumah tangga, yakni:

  • Keluarkan obat dari bungkusnya
  • Hancurkan obat agar bentuknya tidak utuh
  • Campurkan obat dengan ampas kopi, tanah, atau bahan lainnya. Tujuannya, agar tidak dikonsumsi anak-anak, hewan peliharaan, atau dipungut pemulung
  • Simpan obat yang sudah dicampur dengan bahan lain ke dalam wadah yang bisa ditutup dan tidak tumpah. Misalkan botol plastik bekas, kaleng, atau wadah lainnya
  • Buang wadah berisi campuran obat dan sudah tertutup rapat ke tempat sampah di rumah

Baca juga: Minum Obat Tidur, Pahami Dulu Efek Sampingnya…

Cara membuang obat sirup dan cairan

Untuk membuang obat dengan tekstur cair seperti sirup, berikut langkah-langkahnya:

  • Periksa endapan di bawah botol kemasan obat, apabila ada endapan atau obat sudah mengental, tambahkan sedikit air dan kocok sampai endapan larut
  • Tuang larutan cairan obat ke dalam plastik
  • Tambahkan ampas kopi, tanah, atau bahan kotor lainnya ke dalam larutan obat tersebut
  • Tuang campuran obat ke wadah plastik yang ada tutupnya, lalu tutup sampai rapat
  • Buang kemasan berisi campuran obat ke tempat sampah

Baca juga: 5 Alasan di Balik Aturan Minum Obat Setelah Makan

Cara membuang obat antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini tak boleh dibuang sembarangan.

Saat dibuang ke saluran pembuangan air atau ditimbun ke dalam tanah, obat ini bisa mencemari lingkungan sekitar, termasuk sumber air minum dan diserap tanaman yang tumbuh.

Apabila air minum dan tanaman yang tercemar antibiotik dikonsumsi, orang tersebut bisa mengalami resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik menyebabkan bakteri kebal obat. Kondisi ini membuat orang yang kebal antibiotik jadi sulit disembuhkan apabila terkena infeksi bakteri.

Bila terus-menerus terkena infeksi, dampaknya bisa fatal.

Halaman:
Sumber BPOM

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.