Kompas.com - 23/10/2021, 17:01 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah wanita jamak mengeluhkan sakit perut saat haid atau mestruasi.

Rasa nyeri yang muncul satu sampai dua hari sebelum haid ini biasanya muncul di perut bagian bawah, menjalar ke punggung, atau paha.

Sakit perut saat haid biasanya berlangsung antara 12 jam sampai 72 jam. Selain itu, wanita juga bisa mengalami mual, muntah, badan lemas, diare, atau sembelit saat haid.

Simak penjelasan cara mengatasi sakit perut saat haid, penyebab, dan kapan perlu waspada berikut.

Baca juga: 5 Obat Nyeri Haid Alami

Cara mengatasi sakit perut saat haid

Terdapat beberapa cara mengatasi sakit perut saat haid dengan bantuan obat dan secara alami yang bisa dijajal.

Melansir beberapa sumber, berikut beberapa di antaranya:

  • Minum obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Olahraga teratur, terutama beberapa hari sebelum haid
  • Kompres bagian perut yang sakit dengan botol berisi air panas atau tempelkan koyo hangat
  • Lakukan teknik relaksasi dengan pernapasan dalam untuk mengurangi nyeri
  • Istirahat di tempat tidur
  • Berendam di dalam bak berisi air hangat yang sudah diberi sedikit minyak aroma terapi
  • Setop merokok, karena bisa mengurangi pasokan oksigen ke area panggul
  • Konsumsi makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah
  • Makan asupan yang tinggi vitamin E seperti kacang-kacangan, alpukat, brokoli, minyak zaitun
  • Konsumsi protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, atau daging tanpa lemak
  • Kurangi makanan manis, minuman manis, kue, biskuit, atau makanan tinggi gula lainnya
  • Konsumsi suplemen yang mengandung gamma linolenic acid atau vitamin B6
  • Pijat ringan di bagian punggung bawah

Jika beragam cara mengatasi sakit perut saat haid di atas sudah dijajal tapi masalah kesehatan ini tak kunjung sembuh, segera konsultasi ke dokter.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Haid Terasa Sangat Menyakitkan

Penyebab sakit perut saat haid

Dilansir dari Cleveland Clinic, penyebab sakit perut saat haid berasal dari hormon prostaglandin yang merangsang kontraksi rahim.

Sepanjang siklus menstruasi, rahim akan berkontraksi lebih kuat. Ketika kontraksi ini sangat kuat, pembuluh darah di dekatnya bisa tertekan.

Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan otot tersebut terhambat. Wanita bisa merasakan sakit perut ketika asupan oksigen ke sebagian otot tersebut minim.

Di luar faktor alami tersebut, penyebab sakit perut saat haid juga bisa berasal dari penyakit atau kondisi seperti:

  • Endometriosis atau jaringan pelapis rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim
  • Adenomyosis atau lapisan rahim tumbuh menjadi otot rahim
  • Penyakit radang panggul
  • Penyempitan leher rahim atau serviks
  • Fibroid atau tumor jinak yang tumbuh di dalam atau sekitar dinding rahim

Baca juga: Posisi Tidur Untuk Mengurangi Nyeri Haid

Kapan perlu waspada dengan sakit perut saat haid?

Wanita perlu berkonsultasi ke dokter apabila sakit perut saat haid sampai mengganggu aktivita sehari-hari.

Terlebih jika nyeri disertai keluarnya darah yang sangat banyak, mual dan muntah hebat, sakit kepala parah, atau gangguan pencernaan serius. Kondisi ini bisa jadi tanda masalah kesehatan reproduksi.

Baca juga: Ciri-ciri Nyeri Haid yang Normal dan Tidak Normal

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.