Kompas.com - 26/11/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi epilepsi ShutterstockIlustrasi epilepsi

KOMPAS.comEpilepsi adalah gangguan umum yang menyebabkan kejang.

 

Selain mengikuti perawatan dengan obat-obatan, untuk mengelola gejalanya, seseorang harus mempertahankan pola makan yang sehat.

Melansir dari Live Strong, meskipun hal-hal seperti stres atau kurang tidur dapat memicu kejang bagi sebagian orang, tidak ada makanan pemicu khusus, menurut Epilepsy Foundation.

Sebuah ulasan tahun 2018 pun mengatakan hal yang sama. Meski demikian, ada beberapa makanan yang perlu dibatasi konsumsinya sebagai upaya untuk mengelola gejala epilepsi.

Baca juga: Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Lemak Jenuh dan Trans

Sementara lemak sehat adalah bagian penting dari diet seimbang, lemak jenuh dan lemak trans tidak begitu baik untuk Anda.

Lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung, menurut Cleveland Clinic.

Oleh karena itu, seseorang direkomendasikan untuk membatasi sumber lemak jenuh dan lemak trans berikut 

  • Mentega
  • Margarin
  • lemak sapi
  • Minyak kelapa, kelapa sawit, dan inti sawit
  • Makanan olahan seperti kue kemasan, kue kering, atau pizza beku

2. Kafein

Kafein merangsang sistem saraf pusat Anda, menurut Cleveland Clinic.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami hubungan antara sistem saraf, epilepsi, dan kafein, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kemungkinan kejang, menurut Epilepsy Society.

Pertimbangkan untuk membatasi minuman berkafein berikut:

  • Kopi
  • teh
  • Soda
  • Minuman berenergi

Baca juga: Sering Dialami Anak, Berikut Penyebab Epilepsi

3. Aditif Makanan

Beberapa orang melaporkan bahwa bahan tambahan makanan seperti pemanis buatan dapat memicu kejang, menurut Epilepsy Society.

Sementara studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan hubungan ini, ada beberapa penelitian awal yang menunjukkan bahwa pemanis buatan seperti aspartam dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap kejang.

Menurut Mayo Clinic, makanan yang mengandung pemanis buatan antara lain:

  • Soda
  • Permen
  • Puding
  • Makanan panggang yang dikemas
  • Makanan kaleng
  • Selai dan jeli
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.