Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Gejala Burnout dan Bedanya dengan Depresi

Kompas.com - 03/02/2022, 07:00 WIB
Ariska Puspita Anggraini

Penulis

KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa sulit untuk mengerjakan tugas-tugas sederhana? Atau merasa stres hingga emosi meledak-ledak?

Yah, semua hal tersebut adalah tanda burnout. Menurut psikolog Cleveland Clinic Adam Borland, bournout adalah kondisi saat tubuh mengalami lelah fisik, mental, dan emosional.

Orang yang mengalami burnout juga mengalami penurunan motivasi kerja, penurunan kinerja, dan selalu berpikir negatif.

"Burnout terjadi saat kita tidak menyadari bahwa diri kita sudah lelah sampai melewati batasan kemampuan diri," ucap Borland.

Burnout juga terjadi ketika keseimbangan kehidupan kerja Anda tidak sinkron.

“Hal umum penyebab burnout adalah sulit menemukan batasan yang diperlukan untuk mengelola kehidupan pribadi dan tuntutan pekerjaan,” kata Borland.

Baca juga: Epidural Hematoma

Ciri-ciri burn out

Ada beberapa ciri yang menunjukan seseorang mengalami burnout. Berikut ciri-ciri tersebut:

1. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala utama dari burnout dan dapat mempengaruhi semua bidang kehidupan.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan keinginan tidur sepanjang waktu, atau bahkan tugas-tugas sederhana membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

2. Sakit kepala

Sakit kepala tegang adalah efek samping yang sering terjadi akibat burnout.

“Banyak pasien saya mengalami sakit kepala yang cukup signifikan," tambahnya.

3. Perubahan pola makan dan tidur

Manusia adalah makhluk yang memiliki kebiasaan, dan ketika kita mengalami perubahan pada kebiasaan tersebut, seringkali hal itu menandakan bahwa ada sesuatu yang salah.

Orang yang mengalami burnout juga kerap mengalami perubajan dalam pola tidur dan pola makannya.

Bisa jadi, mareka terlalu banyak tidur atau justru tidak bisa tidur sama sekali, begitupula dalam hal pola makan.

Baca juga: 6 Makanan Sehat Pemicu GERD yang Perlu Diwaspadai

Burnout juga bisa membuat penderitanya makan berlebihan atau tidak nafsu makan sama sekali.

Apakah burnout sama dengan depresi?

Gejala burnout memang mirip dengan depresi. Namun, burnout cenderung menjadi respons terhadap lingkungan atau situasi tertentu, seperti bekerja lebih lama dari biasanya.

Sementara itu, depresi bisa terjadi tanpa ada pemicu spesifik.

Saat Anda mengalami burnout, pergi berlibur bisa meredakan kondisi tersebut. Namun, penderita depresi tidak serta merta terbebas dari kondisi tersebut meski berlibur dalam waktu lama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
PCO Sebut Prabowo Lakukan 3 Strategi Hadapi Tarif Impor AS, Apa Saja Itu?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau