KOMPAS.com - ASI adalah asupan terbaik untuk bayi selama 2 tahun periode emasnya.
Mengutip "Buku Pintar ASI dan Menyusui" (2014) oleh FB Monika, seorang konselor menyusui dan La Leche League Leader, pertumbuhan anak sangat cepat di 2 tahun pertama kelahirannya.
Dua tahun pertama kehidupan anak itulah yang disebut periode emas (golden period).
Jika pada rentang usia tersebut anak mendapatkan asupan gizi yang optimal, penurunan status gizi anak bisa dicegah.
Bila terlewatkan, periode emas 2 tahun anak Anda tidak dapat diulang kembali.
Baca juga: 6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI
Asupan gizi optimal yang terbaik untuk 2 tahun kehidupan awal bayi adalah ASI.
UNICEF menyatakan bahwa kandungan ASI menyelamatkan jiwa bayi terutama di negara-negara berkembang, yang mana memiliki kecenderungan karakteristik meliputi:
Susu formula cenderung menyumbang risiko terbesar terhadap kondisi malnutrisi (ketidakcukupan dan ketidaktepatan gizi) dan memunculkan berbagai penyakit, seperti diare.
Baca juga: Klasemen Grup C Piala Asia U17 2025 Usai Skor Indonesia Vs Korsel
Sebab, penyiapan dan pemberian susu formula yang tidak higienis.
Laporan WHO menyebutkan bahwa hampir 90 persen kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40 persen kematian tersebut disebabkan diare dan infeksi saluran pernapasan akut.
Itu semua pada dasarnya dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif.
Baca juga: 2 Cara Sederhana Memperlancar Produksi ASI
Mengutip Verywell Family, ASI terdiri dari ratusan molekul bioaktif yang berbeda, beberapa di antaranya belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.
Meskipun susu formula bayi juga memberikan nutrisi lengkap, itu tidak sepenuhnya memiliki manfaat kekebalan yang sama dengan ASI.
Mengutip Verywell Family, kandungan ASI yang utama terdiri dari air, karbohidrat, lipid, dan protein.
Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia
Masing-masing zat gizi tersebut berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Berikut komposisi makronutrien dalam ASI:
1. Air
ASI manusia terdiri dari sekitar 90 persen air. Tubuh manusia bergantung pada air untuk berfungsi.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
Air mempertahankan hidrasi, membantu mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, dan melindungi organ.
Untungnya , ASI saja menyediakan semua air yang dibutuhkan oleh bayi untuk bertahan hidup.
2. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi yang dibutuhkan untuk otak. Karbohidrat utama dalam ASI adalah gula susu, yang dikenal sebagai laktosa.
Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika
ASI mengandung lebih banyak laktosa dari pada susu sapi.
Karbohidrat lain yang ditemukan dalam ASI (seperti oligosakarida) meningkatkan bakteri sehat di usus bayi.
Bakteri ini melindungi usus bayi dan dapat membantu melawan penyakit, seperti diare pada bayi.
Baca juga: 20 Pelancar ASI Alami yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui
3. Lipid (Lemak)
Lipid mungkin hanya sekitar 4 persen dari ASI, tetapi nutrisi ini memberikan manfaat yang cukup untuk bayi.
Lipid adalah sumber utama energi, kolesterol, dan asam lemak esensial seperti DHA.
Sehingga, semua ibu menyusui diharuskan mengkonsumsi suplemen DHA.
Lipid dalam ASI diperlukan untuk:
Baca juga: Bantah Uang Kompensasi Dedi Mulyadi Dipotong, Dishub: Itu Keikhlasan Sopir
Kandungan lemak berkalori tinggi dalam ASI juga bertanggung jawab atas kenaikan berat badan bayi yang sehat.
ASI secara alami harus mengandung semua lipid yang dibutuhkan bayi Anda untuk tumbuh selama 6 bulan pertama kehidupannya.
4. Protein
Protein bermanfaat untuk membangun, memperkuat, dan memperbaiki jaringan tubuh.
Baca juga: Ini Daftar Motor dan Mobil yang Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per 4 April 2025
Makronutrien ini juga dibutuhkan untuk membuat:
Protein dalam ASI mudah dicerna oleh bayi dan nutrisi ini sangat penting di setiap tahap siklus hidup manusia untuk bertahan hidup.
Laktoferin adalah bentuk protein dalam ASI yang berfungsi membawa zat besi melalui tubuh bayi Anda.
Laktoferin juga membantu melindungi usus bayi dari infeksi.
Baca juga: 7 Cara Memperbanyak Produksi ASI yang Bisa Dijajal Ibu Menyusui
Mengutip Verywell Family, ada beberapa unsur kandungan ASI yang tidak dapat ditemukan dalam susu formula. Zat unik ini diturunkan dari ibu.
Berikut daftar zat bioaktif dalam ASI:
1. Imunoglobulin (antibodi)
Imunoglobulin adalah antibodi yang melawan berperan untuk melawan berbagai penyakit.
Karena zat kekebalan alami ini, ASI hampir dapat dianggap sebagai vaksin pertama bayi.
Baca juga: Jadwal Timnas U17 Indonesia di Piala Asia U17 2025, Lawan Korsel Malam Ini, Kick Off 22.00 WIB
Sifat-sifat ASI membantu melindungi bayi dari:
Antibodi utama dalam ASI adalah Sekretori Immunoglobulin A (IgA).
IgA melapisi paru-paru dan usus bayi, menyegelnya untuk mencegah kuman memasuki tubuh dan aliran darah.
Bayi yang lahir prematur atau akan diasuh dalam penitipan anak sangat perlu mendapatkan ASI untuk mendukung kekebalannya.
Baca juga: 3 Cara Mengatasi Bayi Tersedak ASI
2. Hormon
Hormon memiliki banyak peran dalam tubuh manusia, meliputi:
Hormon yang terlibat dalam produksi ASI termasuk, prolaktin dan tiroid.
3. Enzim
Beberapa enzim kunci ditemukan dalam ASI manusia.
Beberapa membantu pencernaan dengan memecah lemak atau protein, sementara yang lain memberikan dukungan kekebalan.
Meskipun para ahli mungkin belum sepenuhnya memahami apa yang dilakukan semua enzim dalam ASI, ada kemungkinan besar itu memainkan peran yang bermanfaat dalam perkembangan bayi.
Baca juga: Berat Badan Bayi ASI Eksklusif Kok Susah Naik?
Mengutip Verywell Family, kandungan ASI lainnya adalah vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung bayi baru lahir, meliputi:
1. Vitamin
Vitamin secara keseluruhan mendukung kesehatan tulang, mata, dan kulit.
Mikronutrien ini diperlukan untuk mencegah penyakit kekurangan gizi, seperti penyakit kudis dan rakhitis.
ASI biasanya mengandung semua vitamin yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan bayi saat mereka tumbuh.
Baca juga: Rincian Tarif Listrik per 1 April 2025 untuk Pelanggan Bersubsidi dan Nonsubsidi
Namun, jumlah vitamin D, folat, atau vitamin B6 dalam tubuh ibu menyusui mungkin lebih rendah, jika sedang mengikuti batasan makanan tertentu.
Sehingga, disarankan untuk ibu menyusui berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah ada suplemen vitamin yang harus dikonsumsi untuk mendukung pemberian ASI pada bayi.
Sering kali direkomendasikan bagi wanita untuk terus mengkonsumsi vitamin prenatal sampai bayi sudah tidak menyusu ASI atau lewat usia 2 tahun.
Baca juga: 4 Penyebab Ibu Mengalami ASI Berlebih
2. Mineral
Seperti halnya vitamin, ASI juga kaya akan mineral yang dibutuhkan tubuh bayi untuk tumbuh sehat dan kuat.
Mineral tersebut termasuk:
Mineral tersebut dibutuhkan bayi untuk:
Baca juga: 15 Makanan Pelancar ASI yang Baik Dikonsumsi
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.