Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2022, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Cara menyusui bayi dengan benar bisa mempengaruhi kecukupan ASI yang didapat si kecil.

Selain itu, menyusui bayi dengan benar juga dapat meminimalisir masalah payudara ibu, misalnya puting nyeri dan lecet.

Mengutip buku "Mama-Papa Wajib Tahu" (2020) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM, MM; Yuni Hermawaty, MPsi; dr. Zulfito Marendra, pertama-tama sebelum memberikan menyusui bayi ibu harus:

  • Cuci tangan untuk menghilangkan kuman penyakit.
  • Cuci juga puting dengan air hangat.
  • Carilah posisi yang nyaman untuk duduk atau berbaring. Salah satu kunci sukses pemberian ASI eksklusif adalah posisi menyusui yang nyaman karena jika ibu rileks turunnya ASI lebih mudah.

Mengutip buku "Ensiklopedia Calon Ibu" (2008) oleh Yazid Subakti, S.Si dan Deri Rizki Anggarani, SGz, puting dan areola disarankan diolesi ASI sebelum atau sesudah menyusui karena ASI mengandung zat pelembab yang melembutkan dan mengandung disinfektan.

Baca juga: 5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Langkah selanjutnya adalah:

1. Sangga payudara

Sangga payudara ibu dengan tangan, di mana posisi ibu jari di bagian atas payudara, jaraknya sekitar 1 jari di atas areola atas, 4 jari lainnya menyangga payudara baawah.

Posisi payudara terangkat dengan puting mengarah ke atas, sehingga mulut bayi bisa menempel pada puting dan areola untuk pelekatan (latch on).

2. Dekatkan puting

Dekatkan puting ibu ke bibir bayi hingga mulutnya terbuka lebar.

Apabila puting sulit masuk ke mulut bayi, lakukan trik "sandwich" yaitu menekan puting ibu dengan jempol dan telunjuk menjadi segepeng mungkin.

Itu untuk paralel dengan bibir bayi, dengan begitu dapat lebih mudah memasukkannya ke dalam mulut bayi.

Baca juga: Tips Sahur dan Buka Puasa untuk Ibu Hamil atau Menyusui

3. Perhatikan dagu bayi

Dagu bayi adalah bagian pertama yang melekat di payudara ibu saat menyusui.

Jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusu, tapi hidungnya tidak menempel.

4. Pastikan kondisi mulut dan lidah bayi

Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menyusu.

Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah.

Kemudian, ibu bisa merasakan sampai bayi mulai menghisap puting untuk menyusu.

Jadi, kunci pelekatan benar dalam menyusui adalah:

  • Dagu bayi menyentuh payudara
  • Mulut bayi terbuka lebar
  • Bibir bawah bayi keluar
  • Areola ibu lebih terlihat di bagian atas dari pada bagian bawah mulut bayi.

Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Puasa atau Tidak?

Durasi menyusui

Mengutip buku "Ensiklopedia Calon Ibu" (2008) oleh Yazid Subakti, S.Si dan Deri Rizki Anggarani, SGz, durasi menyusu tiap anak wajar berbeda karena sesuai dengan kebutuhan dan usianya.

Untuk pertama kali, mungkin bayi menyusu hanya sebentar. Mungkin hanya 4 menit, tapi bisa juga lama.

Ada bayi yang sejak awal menyusunya lama.

Namun, biasanya di periode awal durasi menyusui lebih pendek karena ASI memang belum keluar dan ibu hanya menghasilkaan kolostrum.

Kolostrum yaitu ASI yang keluar di hari ke-1 hingga ke-4 yang berjumlah kecil.

Saat bayi mendapatkan cukup ASI, biasanya ia akan melepaskan payudara dengan sendirinya atau tertidur.

Namun, jika ibu merasa perlu menghentikan bayi menyusu, lakukanlah dengan pelan-pelan dengan tekan puting ibu dengan jari kelingking untuk memotong hisapan bayi.

Baca juga: Berbagai Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Bayi

Kecukupan ASI

Mengutip buku "Ensiklopedia Calon Ibu" (2008) oleh Yazid Subakti, S.Si dan Deri Rizki Anggarani, SGz, ciri-ciri kebutuhan ASI bayi tercukupi meliputi:

  • Menyusui dengan lahap minimal 8-12 kali dalam 24 jam.
  • Dalam waktu 24 jam kencing 6 kali lebih dan BAB lunak 2 kali lebih.

Sementara, ciri-ciri bayi yang kekurangan ASI meliputi:

  • Usia 2 minggu berat badan bayi masih belum naik.
  • Dalam 6 bulan pertama pertambahan berat badan bayi kurang dari 600 gram.
  • Kencing kurang dari 6 kali dengan warna kuning dan berbau tajam. BAB jarang, sedikit, serta tinjanya kering, keras, dan berwarna hijau.

Ada pun penyebab umum ASI tidak mencukup kebutuhan bayi meliputi:

  • Faktor patologis (karena bayi atau bu sakit).
  • Posisi menyusui yang tidak nyaman bagi bayi.
  • Puting yang kurang atau belum menonjol.
  • Ibu cepat putus asa karena payudaranya bengkak atau sakit.

Disarankan menyusui bayi sesering mungkin dengan kedua belah payudara secara bergantian dan menghindari penggunaan dot/empeng.

Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga 2 tahun atau lebih.

Itu dinilai merupakan hal mutlak untuk meningkatan kesehatan bayi.

Baca juga: Sering Terjadi Saat Menyusui, Begini Cara Atasi Mastitis

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+