Kompas.com - 12/07/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Siapapun bisa terkena kanker paru-paru, jika memiliki beberapa kondisi yang menjadi penyebab atau faktor risikonya.

Mengutip American Lung Association, kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel di paru-paru bermutasi atau berubah.

Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya mutasi tersebut (perubahan permanen pada urutan DNA suatu gen).

Paling sering, perubahan sel paru-paru ini terjadi ketika orang menghirup zat beracun dan berbahaya, seperti merokok.

Bahkan jika Anda terpapar zat ini sudah bertahun-tahun yang lalu, Anda masih berisiko terkena kanker paru-paru.

Baca juga: Gejala Kanker Paru-paru Stadium Akhir

Untuk membantu Anda mengidentifikasi risiko, berikut penyebab dan faktor risiko kanker paru-paru yang harus diketahui:

1. Merokok

Mengutip Verywell Health, merokok adalah penyebab nomor satu kanker paru-paru.

Asap tembakau mengandung banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker paru-paru.

Merokok bertanggung jawab atas sekitar 80-90 persen kematian akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat.

Risiko seseorang yang merokok terkena kanker paru-paru adalah 15 sampai 30 kali lebih besar dari pada bukan perokok.

Jika Anda mantan perokok, risiko Anda berkurang, tetapi belum hilang sepenuhnya. Anda masih bisa terkena kanker paru-paru.

Faktanya, kebanyakan orang yang mengidap kanker paru-paru saat ini bukanlah perokok melainkan mantan perokok.

Kanker paru-paru bukan satu-satunya jenis kanker yang berhubungan dengan merokok.

Banyak kanker sistem pencernaan, serta jenis leukemia, terkait dengan merokok.

Penting untuk berhenti bahkan jika Anda sudah menderita kanker, karena berhenti merokok dapat meningkatkan kelangsungan hidup.

Baca juga: Berhenti Merokok, Cara Penderita Kanker Paru-paru Kurangi Risiko

2. Radon

Mengutip American Lung Association, paparan radon di rumah adalah penyebab utama kedua kanker paru-paru.

Ini juga merupakan penyebab utama kanker paru-paru pada bukan perokok.

Radon adalah gas radioaktif tidak berwarna dan tidak berbau yang ada secara alami di tanah, yang umum di Amerika Serikat dan Eropa.

Itu muncul melalui tanah dan memasuki bangunan melalui celah kecil dan retakan.

Radon tidak memiliki warna atau bau sehingga Anda mungkin tidak tahu, jika Anda terpapar.

Satu dari setiap 15 rumah di AS terkena paparan radon.

Paparan radon yang dikombinasikan dengan merokok secara serius meningkatkan risiko kanker paru-paru Anda.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Gejala Pneumonia dan Kanker Paru-paru

3. Perokok pasif

MengutipVerywell Health, ada banyak penelitian yang menemukan bahwa asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok pasif sebesar 20-30 persen.

Asap rokok sekarang dianggap bertanggung jawab atas sekitar 7.000 kasus kanker paru-paru setiap tahun di Amerika Serikat.

Namun, kanker paru-paru bukan satu-satunya risiko yang melekat pada perokok pasif.

Menurut American Cancer Society, ada bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif terkait dengan kanker laring, hidung, dan bahkan kanker payudara.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

4. Polusi udara

Mengutip Verywell Health, pada 2013, polusi luar ruangan diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer.

Karsinogen adalah zat penyebab kanker paru-paru dan jenis lainnya.

Polusi udara mengandung partikel kecil yang terkait dengan pembakaran dan produk sampingan kimia dari industri dan sumber lainnya.

Polusi dalam ruangan juga menjadi masalah. Misalnya, batu bara digunakan untuk memasak dan pemanas udara di China dan beberapa negara lain dunia.

Kompor gas modern yang berventilasi buruk dapat mengeluarkan karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan formaldehidake dalam rumah.

Baca juga: Polusi Udara Sebabkan Kanker Paru-paru

5. Paparan bahan kimia berbahaya

Mengutip Verywell Health, paparan bahan kimia berbahaya merupakan faktor risiko penting lainnya untuk kanker paru-paru, terutama bila dikombinasikan dengan merokok.

Anda dapat terpapar beberapa bahan kimia berbahaya di antaranya di rumah, tetapi paparan di tempat kerja mungkin lebih mungkin terjadi, seperti pabrik kayu, keramik, dan sebagainya.

Beberapa bahan kimia yang terkait dengan kanker paru-paru meliputi:

  • Formaldehida
  • Asbes
  • Silika
  • Kromium
  • Arsenik
  • Senyawa nikel
  • PAH (hidrokarbon aromatik polisiklik)
  • Vinil klorida
  • Debu kayu

Beberapa pekerjaan yang terkait dengan peningkatan risiko kanker paru-paru meliputi:

  • Mengemudi truk
  • Sandblasting
  • Pengerjaan logam
  • Percetakan
  • Pembuatan keramik
  • Penambangan uranium
  • Penambangan batu bara
  • Pembuatan kaca

Baca juga: Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

6. Radiasi

Mengutip Verywell Health, paparan radiasi energi tinggi merupakan faktor risiko kanker paru-paru.

Paparan semacam ini bisa berasal dari sinar-X dan radiasi lainnya dalam perawatan kesehatan.

Orang dengan kanker yang menjalani terapi radiasi ke dada memiliki peningkatan risiko kanker paru-paru.

Jenis terapi radiasi dapat dilakukan setelah mastektomi kanker payudara atau untuk seseorang dengan penyakit Hodgkin.

Risikonya lebih tinggi bila terapi radiasi diterima pada usia yang lebih muda. Risiko juga dapat bervariasi tergantung pada dosis radiasi.

Baca juga: 13 Gejala Kanker Paru-paru pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

7. Penyakit paru-paru

Mengutip Verywell Health, penyakit paru-paru yang sudah diidap seseorang akan menjadi faktor risiko kanker paru-paru.

Misalnya, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan faktor risiko kanker paru-paru.

PPOK dan kanker paru-paru keduanya disebabkan oleh merokok.

Ini berarti bahwa seseorang dengan PPOK jauh lebih mungkin untuk mengembangkan kanker paru-paru dari pada seseorang yang merokok dalam jumlah yang sama.

Hal yang sama berlaku, jika kedua individu tidak pernah merokok.

Secara keseluruhan, kemungkinan seseorang yang menderita PPOK akan terkena kanker paru-paru adalah 2-4 kali lebih besar dari pada seseorang yang tidak menderita PPOK. Risikonya bahkan lebih besar bagi perokok berat.

Asma dan TBC dinilai menjadi faktor risiko juga. Fibrosis paru idiopatik dapat meningkatkan risiko kanker paru hingga 20 persen.

Baca juga: Tanda dan Gejala Awal Kanker Paru-paru pada Pria

8. Kondisi medis tertentu

Mengutip Verywell Health, orang dengan kanker tertentu dan kondisi medis lainnya berpotensi dapat meningkatkan faktor risiko kanker paru-paru. Hal ini diperkirakan karena genetika.

Penyakit kanker tertentu dan kondisi medis lainnya yang dimaksud meliputi:

  • Penyakit Hodgkin
  • Limfoma Non Hodgkin
  • Kanker testis
  • Kanker kepala dan leher
  • Kanker kerongkongan
  • Kanker kandung kemih dan ginjal
  • Kanker serviks

Penerima transplantasi organ juga berisiko lebih besar terkena kanker paru-paru.

Baca juga: Hubungan Pneumonia dan Kanker Paru-paru yang Penting Diketahui

9. Genetika

Mengutip WebMD, keluarga mewariskan gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Itu termasuk mutasi gen yang membuat sel Anda tidak dapat memperbaiki DNA yang rusak dan gen lain yang membuat tubuh Anda tidak dapat menghilangkan bahan kimia penyebab kanker dari sistem Anda.

Mengutip Verywell Health, sekitar 8 persen kasus kanker paru-paru disebabkan oleh gen yang diturunkan.

Faktor genetik lebih mungkin terjadi ketika kanker paru-paru berkembang pada bukan perokok, wanita, dan orang di bawah 60 tahun.

Memiliki kerabat tingkat pertama dengan kanker paru-paru menggandakan risiko Anda terkena kanker paru-paru.

Kerabat tingkat pertama termasuk orang tua, saudara kandung, dan anak.

Memiliki kerabat tingkat dua dengan kanker paru-paru meningkatkan risiko Anda sekitar 30 persen.

Kerabat derajat kedua termasuk bibi, paman, saudara sepupu, dan keponakan.

Baca juga: 9 Komplikasi Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10. Kebiasaan minum alkohol

Mengutip Verywell Health, beberapa penelitian telah menemukan bahwa minum alkohol menjadi faktor risiko kanker paru-paru, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.

Satu analisis terhadap 3.137 kasus kanker paru-paru menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi setidaknya 30 gram (0,6 ons) alkohol murni dalam sehari memiliki risiko kanker paru-paru yang sedikit lebih besar.

Baca juga: Bagaimana Sakit Punggung Bisa Menjadi Gejala Kanker Paru-paru?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.