Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2022, 16:31 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

Untuk menghindari penumpukan bakteri di lidah, kita dapat berusaha menghilangkannya dengan menggosok indra pengecap tersebut.


Sebuah penelitian membuktikan manfaat menggosok lidah dengan membagi dua kelompok partisipan.

Kelompok pertama adalah orang dewasa dengan gusi sehat yang diminta untuk rutin menggosok lidah saat sikat gigi. Sementara itu, kelompok lainnya hanya menggosok gigi saja.

Kemudian, para peneliti mengumpulkan sampel mulut dari seluruh partisipan untuk mengukur jumlah total bakteri pada lapisan lidah dan plak gigi.

Peneliti menyimpulkan bahwa rutinitas membersihan lidah saat menyikat gigi dapat mengurangi bakteri di indra pengecap.

Baca juga: 3 Makanan yang Pas untuk Lidah Terasa Pahit saat Sakit

2. Meningkatkan kemampuan lidah sebagai indra pengecap 

Rutin menggosok permukaan lidah itu berarti Anda dapat memiliki langit-langit mulut yang segar. Kebiasaan ini lama-kelamaan juga meningkatkan kemampuan lidah dalam merasakan makanan.

Untuk mengetahui bagaimana kebiasaan menggosok lidah memengaruhi sensasi rasa, sebuah penelitian meminta kelompok orang dewasa dengan gusi yang sehat untuk membersihkan lidah dua kali sehari selama 2 minggu.

Peneliti membiarkan partisipan memilih antara alat gosok yang terbuat dari karet atau bulu sikat. Penelitian tersebut membuktikan bahwa menggosok lidah tidak hanya mengurangi bakteri.

Rutin menggosok lidah juga dapat meningkatkan kemampuan pengecapan, terutama dalam hal rasa pahit dan asin. Selain itu, diketahui bahwa alat gosok dari karet lebih efektif daripada bulu sikat layaknya sikat gigi.

3. Menyegarkan napas

Bau mulut tak hanya menyebabkan seseorang malu atau hilang kepercayaan diri. Bau tersebut kemungkinan juga menunjukkan kondisi kesehatan mulut yang buruk.

Dilansir dari John Hopkins Medicine, sisa makanan yang dibiarkan menumpuk di lidah, gigi, dan gusi dapat membusuk dan menyebabkan bau tak sedap serta rasa tak nyaman di mulut.

Menyikat gigi dan flossing secara teratur belum dapat membuat napas lebih segar. Pasalnya, bakteri di bagian belakang lidah dapat berinteraksi dengan sisa makanan dan menghasilkan senyawa belerang yang berbau.

Oleh sebab itu, menggosok atau membersihkan area lidah dapat sangat membantu untuk menghilangkan bakteri yang tidak dapat dijangkau bulu sikat gigi dan benang gigi (flossing). Hasilnya, Anda pun dapat memiliki bau napas yang lebih segar.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Penyebab Kanker Lidah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com