Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vidi Aldiano Akan Berhenti Kemoterapi karena Efek Sampingnya, Apa Itu?

Kompas.com - 15/02/2025, 09:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Kemoterapi dapat menyebabkan jumlah darah rendah (anemia), yang menyebabkan rasa lelah.

Baca juga: Komisi X Dukung Mendikdasmen Soal Study Tour: Kalau Dilarang Merugikan Siswa

  • Rambut rontok

Rambut biasanya mulai rontok dalam tiga minggu pertama setelah memulai kemoterapi.

  • Perubahan kulit

Iritasi kulit juga bisa terjadi sebagai efek samping kemoterapi.

Kulit penderita kanker juga bisa lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga meningkatkan risiko kebakar matahari.

Baca juga: Warga Gugat Telkomsel, Kartu Cantik Rp 10 Juta yang Dibeli Sudah Digunakan Orang Lain

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah akibat kemoterapi memengaruhi hingga 80 persen orang yang menjalani kemoterapi.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar

Kemoterapi dapat menyebabkan sembelit dan diare.

Beberapa orang menjadi tidak toleran terhadap laktosa untuk sementara waktu selama kemoterapi.

Baca juga: Studi: Vitamin D Redakan Neuropati Perifer Akibat Kemoterapi

  • Kehilangan selera makan

Efek samping kemoterapi bisa mengubah indra perasa, sehingga membuat penderita kanker tidak ingin makan. Semua makanan mungkin terasa pahit seperti logam.

  • Kesulitan makan

Penderita kanker bisa semakin kehilangan nafsu makan karena sariawan dan sakit tenggorokan sebagai efek samping kemoterapi.

  • Masalah kandung kemih dan ginjal

Beberapa obat kemoterapi dapat membuat penderita kanker sulit buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih.

Baca juga: Peringkat FIFA Indonesia, Melejit Usai Kemenangan Lawan Bahrain

Penderita kanker mungkin juga merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat kencing, ingin kencing terus-menerus, atau kencing menetes tanpa terkontrol (inkontinensia urine).

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah

Obat kemoterapi menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Hal itu meningkatkan risiko penderita kanker untuk jatuh sakit.

Orang yang menjalani kemoterapi sangat berisiko mengalami neutropenia, kondisi yang melibatkan rendahnya jumlah sel yang membantu melawan infeksi.

Baca juga: Apa yang Dirasakan Orang yang Menjalani Kemoterapi?

  • Memar dan pendarahan

Kemoterapi dapat menurunkan jumlah trombosit dalam tubuh.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau