Ciri-ciri kanker stadium lanjut secara umum meliputi:
Obat kemoterapi bisa menimbulkan efek samping pada penyandang kanker. Mengutip MD Anderson Cancer Center, beberapa efek samping kemoterapi hanya berlangsung sebentar, seperti rambut rontok, mual, dan diare.
Efek samping ini membaik segera setelah Anda mengakhiri kemoterapi.
Namun, sejumlah efek samping lainnya bisa berlangsung jangka panjang setelah berhenti kemoterapi, yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.
Efek samping kemoterapi jangka panjang meliputi:
Baca juga: Apa yang Dirasakan Orang yang Menjalani Kemoterapi?
Jika Anda menderita kanker dan akan berhenti kometerapi, Anda harus mendiskusikan segala gejala fisik dan emosi apa pun yang mengganggu Anda.
Dokter onkologi mungkin menyarankan Anda untuk berbicara dengan pekerja sosial atau kelompok pendukung, setelah pengobatan kemoterapi dihentikan, seperti yang dikutip dari Healthline.
Jika Anda memutuskan untuk berhenti kemoterapi, pastikan Anda bisa mengatasi gejala umum kanker, seperti nyeri, sembelit, dan mual.
Ini disebut sebagai perawatan paliatif, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.
Dokter akan memetakan kapan dan seberapa sering pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kanker kambuh atau kanker sekunder terjadi.
Pemeriksaan ini melibatkan pemindaian, tes darah, dan pemeriksaan fisik rutin secara langsung.
Penyandang kanker juga perlu mengurangi risiko kekambuhan penyakit dengan mengubah gaya hidup lebih sehat, seperti tidak merokok, tidak minum alkohol, olahraga, dan makan makanan bergizi seimbang.
Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk berhenti kemoterapi.
Baca juga: 4 Nutrisi untuk Penderita Kanker Selama Kemoterapi
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.