Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/02/2022, 06:00 WIB
Xena Olivia,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sindrom Prader-Willi adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan berbagai gejala fisik, kesulitan belajar, dan masalah perilaku.

Gangguan ini disebabkan oleh gangguan ekspresi gen pada kromosom 15 sehingga berdampak pada sistem saraf, metabolik, dan endokrin.

Biasanya, sindrom Prader-Willi dapat terlihat segera setelah lahir.

Baca juga: Sindrom Jacob (Sindrom XYY)

Gejala

Gejala khas sindrom Prader-Willi bergantung pada berbagai kelompok usia berbeda.

Lahir-usia 2 tahun

  • hipotonia (tonus otot yang lemah)
  • bayi sulit menghisap.

Usia 6-12 tahun

  • hipotonia dengan riwayat sulit menghisap
  • perkembangan tubuh terlambat
  • konsumsi makanan berlebihan dan obesitas sentral jika tidak terkontrol.

Usia 13 tahun-dewasa

  • gangguan kognitif (termasuk bahasa)
  • konsumsi makanan berlebihan dan obesitas sentral jika tidak terkontrol
  • kelenjar seksual tidak memproduksi hormon cukup (hipogonadisme hipotalamus) dan/atau gangguan perilaku seperti tantrum dan keras kepala
  • gangguan tidur seperti jeda napas saat tidur (sleep apnea).

Selain itu, ditemukan karakteristik wajah khas pada sindrom Prader-Willi:

  • mata berbentuk almond
  • diameter dahi kecil
  • mulut mengecil dan menurut pada sudutnya.

Baca juga: Sindrom Edwards (Trisomi 18)

Penyebab

Sindrom Prader-Willi disebabkan oleh hilangnya ekspresi gen pada kromosom 15 akibat kesalahan pencetakan genom.

Pada sebagian besar kasus, sindrom ini bersifat sporadik (kesalahan acak), tetapi juga dapat bersifat herediter (diturunkan dalam keluarga).

Cacat pada kromosom 15 mengganggu fungsi kerja hipotalamus yang berperan untuk mengontrol pelepasan hormon.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Gangguan ini menyebabkan masalah kelaparan, pertumbuhan, perkembangan seksual, suhu tubuh, suasana hati, dan tidur.

Diagnosis

Selama diagnosis Sindrom Prader-Willi, dokter akan bertanya terkait riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik.

Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan adanya kriteria mayor mencakup:

  • penurunan tonus otot
  • hipogonadisme
  • kesulitan makan & gagal berkembang
  • peningkatan berat badan yang berlebihan/cepat (timbul pada usia 6 bulan atau 6 tahun)
  • karakteristik wajah yang khas
  • perkembangan terlambat & retardasi mental ringan - sedang.

Selain itu, dapat ditemukan pula kriteria minor, di antaranya meliputi:

Baca juga: Sindrom Patau

  • perawakan pendek (short stature)
  • abnormalitas pada mata
  • penurunan pergerakan tubuh
  • gangguan perilaku
  • gangguan artikulasi bicara.

Untuk melakukan konfirmasi diagnosis klinis Sindrom Prader-Willi, dibutuhkan pemeriksaan genetik yang mencakup analisis metilasi DNA serta deteksi kelainan pada kromosom 15.

Tes lain dapat termasuk:

  • tes fungsi tiroid untuk menilai adanya hipotiroidisme, yaitu rendahnya kadar hormon tiroid
  • tes fungsi hati dan IGF-1 untuk menilai defisiensi hormon pertumbuhan
  • tes toleransi glukosa oral dan kadar gula darah puasa untuk mengetahui ada atau tidaknya diabetes
  • polysomnography untuk mengidentifikasi gangguan tidur
  • dual X-ray absorptiometry atau DXA scan untuk menilai komposisi serta pembentukan tulang.

Komplikasi

Beberapa komplikasi akibat sindrom Prader-WIlli dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, seperti:

  • endokrin: perawakan pendek, hipotiroidisme, hipogonadisme, diabetes mellitus tipe II
  • pernapasan: hipoventilasi, pneumonia aspirasi, obstructive sleep apnea
  • jantung dan pembuluh darah: hipertensi, gagal jantung kanan
  • saluran pencernaan: perlemakan hati, gastroparesis, penurunan sekresi saliva
  • otot dan tulang: osteoporosis, patah tulang, skoliosis, kifosis
  • kulit: selulitis, statis ulcer
  • saraf: hipotonia, kejang
  • perilaku: melukai diri sendiri, mudah marah, perkembangan kognitif terlambat, gangguan belajar.

Baca juga: Sindrom Noonan

Perawatan

Sindrom Prader-Willi dapat ditangani tergantung pada usia serta gejala klinis yang dimiliki.

Semakin cepat ditangani, khususnya sebelum usia 3 tahun, pertumbuhan dan perkembangan anak akan semakin baik.

Pada masa bayi

  • terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot
  • pemberian makanan melalui dot khusus atau selang makanan
  • terapi hormonal atau intervensi bedah dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan kriptorkismus (testis tidak turun).

Pada masa kanak-kanak

  • memantau pola makan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mencegah berat badan yang berlebihan.
  • pemberian hormon pertumbuhan dan hormon seks, evaluasi gangguan tidur, rencana pembelajaran, dan terapi bicara
  • pemberian inhibitor reuptake serotonin atau SSRI (semacam antidepresan) untuk mengelola masalah perilaku.

Pada masa dewasa

  • berolahraga untuk mencegah obesitas dan menjaga berat badan
  • pemberian hormon untuk mempertahankan massa otot
  • pemberian suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencegah osteoporosis.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Komentar
sangat informatif #jernihberkomentar
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Jurnalis Juwita Diduga Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL, Jelang Pernikahan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Twibbon Idul Fitri 2025 dan Poster Selamat Lebaran 1446 H, Simpel dan Keren

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

70 Link Download Twibbon Idul Fitri 1446 H Keren untuk Dibagikan ke Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Global

Beli Perhiasan Emas 15 Kg Tunai, Wanita Ini Tuai Kritik di Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

100 Link Twibbon Idul Fitri 2025 untuk Sambut Lebaran via Media Sosial

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Insien Penumpang Merokok di Kabin Pesawat, Garuda Indonesia Tindak Tegas

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . POPULAR-INDEX

Indeks Penyakit


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau