Kompas.com - 04/09/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Keracunan alkohol adalah salah satu konsekuensi serius akibat mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dalam waktu yang singkat.

Kondisi ini dapat mempengaruhi gerak refleks, pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, dan berpotensi untuk menyebabkan koma hingga kematian.

Baca juga: Memahami Efek Alkohol Pada Ginjal

Penyebab

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab utama terjadinya kondisi ini adalah karena minum alkohol terlalu banyak dalam waktu yang singkat.

Menurut Mayo Clinic, alkohol tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Tubuh Anda akan menyerap alkohol dengan sangat cepat.

Bahkan ketika Anda sudah berhenti minum atau tidak sadarkan diri, alkohol terus mengalir ke dalam aliran darah Anda yang menyebabkan kadar alkohol dalam tubuh terus meningkat.

Oleh karena itu, semakin banyak Anda minum, terutama dalam waktu yang singkat, semakin besar risiko keracunan alkohol.

Gejala

Keracunan alkohol dapat merusak kesehatan bahkan membahayakan hidup Anda.

Dalam kasus yang paling parah, keracunan alkohol dapat menyebabkan koma, kerusakan otak, dan kematian.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala keracunan alkohol.

Melansir NHS, berikut beberapa gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Kebingungan
  • Kejang
  • Bicara sangat cadel
  • Kehilangan koordinasi tubuh
  • Muntah
  • Pernapasan tidak teratur atau lambat
  • Kulit pucat atau kebiruan
  • Suhu tubuh rendah
  • Tidak responsif
  • Pingsan dan tidak sadarkan diri

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh saat Kita Mengonsumsi Alkohol

Faktor risiko

Melansir Mayo Clinic, terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko keracunan alkohol, meliputi:

  • Tinggi dan berat badan
  • Riwayat kesehatan
  • Makanan yang Anda konsumsi saat minum alkohol
  • Persentase alkohol
  • Tingkat atau jumlah konsumsi alkohol
  • Tingkat toleransi alkohol Anda

Komplikasi

Keracunan alkohol dapat mengakibatkan komplikasi yang serius.

Melansir NHS, berikut komplikasi yang dapat terjadi:

  • Tersedak muntah
  • Kesulitan bernapas karena menghirup muntah
  • Dehidrasi berat
  • Suhu tubuh menurun (hipotermia)
  • Kerusakan otak
  • Kejang
  • Koma
  • Serangan jantung
  • Kematian

Baca juga: Bagaimana Konsumsi Alkohol Mempengaruhi Daya Tahan Tubuh?

Diagnosis

Selain memeriksa tanda dan gejala keracunan alkohol yang terlihat, dokter kemungkinan akan melakukan tes darah dan urin untuk memeriksa kadar alkohol dalam darah Anda.

Dokter juga akan mengidentifikasi tanda-tanda keracunan alkohol lainnya.

Perawatan

Perlu diingat, keracunan alkohol merupakan kondisi emergensi yang harus ditangani oleh dokter.

Penanganan pada kondisi keracunan alkohol akan bergantung dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut pengobatan yang keumingkan Anda terima:

  • Pemantauan yang cermat
  • Pencegahan masalah pernapasan atau tersedak
  • Terapi oksigen
  • Memberi cairan melalui infus
  • Penggunaan vitamin dan glukosa untuk membantu mencegah komplikasi serius dari keracunan alkohol

Jika Anda telah meminum alkohol dalam jumlah yang berbahaya, dokter mungkin akan melakukan tindakan khusus untuk mencegah sisa alkohol masuk ke aliran darah Anda.

Baca juga: Gejala Awal Kerusakan Hati karena Alkohol

Pertolongan pertama

Seseorang dengan keracunan alkohol membutuhkan perhatian medis segera. Jika Anda mencurigai seseorang mengalami keracunan alkohol, segera hubungi bantuan medis darurat.

Melansir NHS, berikut pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan sembari menunggu bantuan medis tiba, antara lain:

  • Posisikan korban duduk tegak dan tetap terjaga
  • Berikan air minum
  • Jaga korban dalam keadaan hangat
  • Jangan menidurkan korban
  • Periksa pernapasan korban
  • Hindari korban tersedak muntah
  • Jangan tinggalkan korban sendirian
  • Jangan memberikan kopi atau mengguyur dengan air dingin untuk menyadarkan korban

Sangat penting untuk menghindari penyalahgunaan alkohol dan menyadari seberapa bahaya efeknya pada tubuh Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.