Kompas.com - 10/09/2021, 11:00 WIB
Dokter Susanti
Divalidasi oleh:
Dokter Susanti

Dokter di Medical Center Kompas Gramedia

KOMPAS.com - Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh tidak normal yang menganggap kandungan protein pada makanan tertentu sebagai ancaman.

Walaupun penderita hanya mengonsumsi makanan penyebab alergi dalam porsi yang sedikit, kondisi ini dapat menghasilkan berbagai gejala seperti gangguan pencernaan, gatal-gatal, sesak napas, bahkan mengancam nyawa.

Baca juga: 5 Gejala Alergi Telur yang Perlu Diwaspadai

Penyebab

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dari segala usia.

Berdasarkan NHS, berikut beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi, antara lain:

  • Kerang, seperti udang, lobster dan kepiting
  • Kacang-kacangan
  • Ikan
  • Telur
  • Susu sapi
  • Gandum
  • Kedelai

Gejala

Melansir NHS, gejala umum dari alergi makanan biasanya tidak parah meskipun menyebabkan ketidaknyamanan, antara lain:

  • Kesemutan atau rasa gatal di mulut
  • Ruam merah atau gatal-gatal pada kulit
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh yang lain
  • Pusing
  • Kesulitan menelan
  • Mengi atau napas pendek
  • Pilek, bersin, atau hidung tersumbat
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual atau muntah

Baca juga: 5 Gejala Alergi Makanan yang Perlu Diwaspadai

Namun, bagi sebagian orang, reaksi alergi makanan dapat menyebabkan anafilaksis yang merupakan keadaan darurat dengan gejala berikut:

  • Penyempitan saluran udara
  • Tenggorokan dan lidah bengkak
  • Sensasi benjolan di tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Rasa tertekan pada dada
  • Syok
  • Penurunan tekanan darah yang parah
  • Denyut nadi cepat
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Pingsan

Gejala dapat muncul beberapa saat setelah Anda makan.

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala di atas untuk penanganan lebih lanjut dan menghindari akibat alergi yang fatal.

Faktor risiko

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki atau mengalami alergi makanan, yaitu:

  • Genetika atau riwayat keluarga
  • Dalam usia anak-anak atau bayi
  • Memiliki asma
  • Memiliki alergi pada suatu makanan meningkatkan kemungkinan alergi pada jenis makanan lainnya

Baca juga: Tak Bisa Disepelekan, Berikut Dampak Alergi Susu Sapi Pada Anak

Selain itu, Anda lebih berisiko mengalami anafilaksis jika tidak mengalami gejala pada kulit seperti gatal-gatal atau menunda penggunaan epinefrin untuk mengobati gejala alergi makanan.

Diagnosis

Pada dasarnya, tidak ada jenis pemeriksaan yang sempurna untuk mengkonfirmasi atau mengesampingkan alergi makanan.

Namun, merangkum Mayo Clinic, berikut beberapa jenis pemeriksaan yang mungkin Anda lakukan untuk memastikan alergi makanan, yaitu:

  • Diskusi mengenai gejala dan kemungkinan penyebab
  • Pemeriksaan fisik, mengidentifikasi masalah medis lainnya
  • Tes kulit, menentukan reaksi terhadap makanan tertentu
  • Tes darah, mengukur respon sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu
  • Tes makanan, kemungkinan Anda diminta dokter untuk menghindari makanan yang dicurigai selama 1-2 minggu atau justru mengonsumsinya dalam porsi kecil untuk mendeteksi alergi. Bila sebelumnya telah terjadi reaksi yang berat terhadap makanan, tes ini bisa jadi tidak aman untuk dilakukan.

Perawatan

Terdapat kemungkinan, Anda mengonsumsi makanan yang mengandung alergen secara tidak sengaja.

Oleh karena itu, berdasarkan NHS, berikut beberapa cara untuk mengatasi atau meredakan gejala reaksi alergi terhadap makanan, yaitu:

Baca juga: Gejala Alergi Kacang yang Perlu Diperhatikan, Bisa Mengancam Nyawa

  • Obat antihistamin untuk mengobati reaksi alergi ringan hingga sedang
  • Obat adrenalin untuk mengobati reaksi alergi parah atau anafilaksis
  • Penggunaan auto injector epinephrine untuk mengurangi gejala sampai mendapatkan perawatan darurat

Dianjurkan melakukan cara di atas setelah berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui penggunaan dosis yang tepat dan aman. 

Pencegahan

Cara terbaik untuk menghindari alergi adalah menjauhi bahan makanan yang memicu reaksi. Berikut beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya alergi menurut Mayo Clinic, yaitu:

  • Selalu baca dengan cermat label produk makanan
  • Beritahu pelayan bahan makanan penyebab alergi Anda saat ingin makan di restoran
  • Membawa auto injector epinephrine
  • Membuat catatan gejala untuk membantu mengidentifikasi penyebab
  • Melakukan tes alergi dan rutin kontrol di rumah sakit
  • Ketahui apa yang Anda makan dan minum
  • Siapkan rencana menu makanan
  • Membawa makanan berat atau ringan dari rumah saat harus bepergian

Selain itu, jika Anda memiliki reaksi alergi makanan yang parah, kenakan gelang peringatan medis agar orang lain dapat mengetahui dan membantu Anda saat reaksi alergi menyerang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.