Kompas.com - 30/09/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi leukoplakia Ilustrasi leukoplakia

KOMPAS.com - Munculnya bercak berwarna putih keabu-abuan di bagian dalam mulut dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang disebut leukoplakia.

Bercak yang disebabkan leukoplakia berbeda dengan sariawan sebab bercak leukoplakia cenderung lebih tebal, keras, menonjol, dan bentuknya tidak beraturan.

Kondisi ini paling sering terjadi akibat merokok tetapi iritasi lain juga dapat menjadi pemicu.

Baca juga: 5 Penyebab Bercak Putih di Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar bercak leukoplakia tidak bersifat kanker (jinak) tetapi pada kasus yang lebih serius dapat menunjukkan gejala awal kanker mulut.

Leukoplakia dapat terjadi pada gusi, bagian dalam pipi, di bawah atau tepat di lidah, bahkan di bibir.

Tipe

Secara klinis terdapat beberapa tipe leukoplakia, yaitu:

  1. Leukoplakia homogen, dengan karakteristik:
    a. Meluas atau menebalnya bercak leukoplakia
    b. Lesi (bercak) berwarna putih, datar, dan tipis
    c. Permukaan lesi halus, berkerut, atau bergerigi dengan tekstur yang konsisten di seluruh bagian
  2. Leukoplakia nonhomogen, dengan karakteristik:
    a. Lesi dapat berwarna putih atau putih disertai kemerahan
    b. Permukaan lesi tidak beraturan, seperti rata, bintik-bintik (nodular), atau tonjolan
    c. Biasanya disertai rasa nyeri yang terlokalisir
  3. Proliferative verrucous leukoplakia, dengan karakteristik:
    a. Merupakan bentuk leukoplakia yang jarang terjadi tetapi sangat agresif
    b. Lesi awal berwarna putih, tidak beraturan, dan permukaan lesi bersifat asimtomatik atau tanpa disertai gejala
    c. Seiring waktu, permukaan lesi meluas membentuk lesi yang sama disertai kemerahan dan terasa sakit
    d. Lesi yang sudah lama dan tidak tertangani akan tampak berlekuk-lekuk

Baca juga: Kenapa Lidah Berwarna Putih?

Gejala

Leukoplakia terjadi pada bagian tubuh yang memiliki jaringan mukosa, salah satunya adalah mulut.

Kondisi ini ditandai dengan bercak yang tampak tidak biasa di dalam mulut, seperti pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut, bawah lidah, dan terkadang pada lidah.

Merangkum Healthline dan Mayo Clinic, terdapat beberapa karakteristik bercak akibat leukoplakia, di antaranya:

  1. berwarna putih atau keabu-abuan yang tidak dapat hilang
  2. tidak beraturan atau bertekstur datar
  3. bercak menebal atau mengeras di area yang terkena
  4. tidak terasa menyakitkan
  5. pada kasus yang jarang, bercak disertai bintik merah

Terdapat beberapa wanita yang mengalami leukoplakia di bagian luar organ genital. Ini merupakan kondisi yang jinak dan biasanya dialami oleh wanita menopause.

Penyebab

Melansir Cleveland Clinic, penyebab leukoplakia masih belum dapat dipastikan. Namun, kondisi ini sering dikaitkan karena iritasi kronis dan peradangan.

Penggunaan rokok diduga bertanggung jawab pada sebagian besar kasus leukoplakia. Beberapa penyebab lain yang mungkin memicu leukoplakia adalah:

Baca juga: Waspada, Perubahan Warna Lidah Tunjukan Masalah Kesehatan

  • Perokok berat
  • Penggunaan tembakau kunyah atau snuff
  • Penggunaan alkohol dalam jangka panjang
  • Kebiasaan mengunyah pinang
  • Cedera pada bagian dalam pipi, seperti karena digigit
  • Gigi bergerigi, patah, atau tajam yang menimbulkan gesekan pada permukaan lidah
  • Penggunaan gigi palsu, terutama jika pemasangan tidak pas

Diagnosis

Mengutip Healthline, leukoplakia biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan lisan, untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan penderita.

Dokter juga akan menanyakan kebiasaan penderita yang dapat menyebabkan iritasi pada mulut.

Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa bagian dalam mulut untuk menggosok bercak putih, jika tidak hilang maka diduga bercak tersebut merupakan leukoplakia.

Jika bercak tampak mencurigakan, dokter akan melakukan biopsi untuk membantu memastikan penyebab leukoplakia dan menguji gejala awal kanker.

Perawatan

Mengutip Cleveland Clinic, tujuan utama pengobatan leukoplakia adalah untuk mencegah bercak menjadi kanker.

Penanganan mungkin dapat efektif menghilangkan bercak tetapi leukoplakia dapat kembali muncul pada sebagian orang.

Berikut beberapa penanganan medis untuk mengatasi leukoplakia:

Baca juga: Asal Sikat Gigi Berisiko Kanker Mulut, Ini 6 Cara Tepat Bersihkan Gigi

  • Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi alkohol
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Konsumsi obat minum retinoid untuk membantu menghilangkan bercak putih. Namun, bercak akan muncul kembali jika berhenti mengonsumsi obat ini
  • Konsumsi obat isotretinoin untuk mencegah bercak berkembang menjadi kanker

Selain itu, terdapat beberapa metode bedah untuk mengatasi leukoplakia, yaitu:

  • Operasi, untuk menghilangkan bercak
  • Terapi laser, untuk menghapus lesi atau bercak
  • Terapi fotodinamik, untuk menghancurkan sel tubuh yang abnormal
  • Cryotherapy, menghilangkan bercak dengan prosedur pembekuan
  • Elektrokauterisasi, yaitu penggunaan jarum yang dipanaskan untuk menghilangkan bercak

Pencegahan

Leukoplakia dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  1. Berhenti merokok atau mengunyah tembakau
  2. Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol
  3. Mengonsumsi makanan bernutrisi dan bergizi tinggi
  4. Makan makanan kaya antioksidan, seperti bayam dan wortel, untuk membantu menghentikan iritasi yang menyebabkan bercak
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.