Kompas.com - 11/10/2021, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Episkleritis adalah gangguan inflamasi akut pada episklera, yakni jaringan tipis antara konjungtiva dan sklera putih.

Episklera menampung jaringan tipis pembuluh darah.

Meskipun sebagian besar kasus kondisi ini hilang dengan sendirinya, tapi jika dibiarkan cukup lama, episkleritis dapat lebih berbahaya dari kelihatannya.

Baca juga: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Penyebab

Episkleritis adalah kondisi umum. Dalam kebanyakan kasus, penyebabnya seringkali tidak diketahui.

Tetapi, episkleritis dapat berkaitan penyakit tertentu, seperti:

  • Herpes zoster
  • Artritis reumatoid
  • Sindrom Sjögren
  • Sipilis
  • Tuberkulosis

Gejala

Gejala utama episkleritis adalah kemerahan pada biasanya satu atau kadang-kadang kedua mata.

Adapun gejala lain yang bisa terjadi antara lain:

  • Air mata berlebih
  • Sensitif terhadap cahaya terang
  • Sensasi panas, berduri, atau berpasir di mata

Diagnosis

Untuk mendiagnosis episkleritis, dokter mata akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. 

Pada kasus tertentu, dokter akan melakukan uji slip lamp.

Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mata

Hubungi penyedia layanan kesehatan jika memiliki gejala episkleritis yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Periksa juga jika rasa sakit semakin parah atau memiliki masalah dengan penglihatan.

Perawatan

Episkleritis sering hilang dengan sendirinya. 

Meski begitu, ada beberapa perawatan yang bisa mempercepat penyembuhan, di antaranya:

  • Tetes mata kortikosteroid
  • Tetes mata air mata buatan
  • Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen
  • Mengobati kondisi peradangan yang mendasarinya

Selain itu, ada beberapa tips perawatan lain yang dapat dilakukan seperti:

  • Menggunakan kompres dingin di atas mata dengan mata tertutup
  • Memakai kacamata hitam apabila berada di luar ruangan

Komplikasi

Dalam beberapa kasus, kondisi epsikleritis dapat kembali.

Pada kondisi yang jarang terjadi, iritasi dan peradangan pada bagian putih mata dapat terjadi, yang disebut dengan skleritis.

Skleritis sendiri dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat hingga kehilangan penglihatan.

Baca juga: Benarkah Mata Merah Bisa Jadi Gejala Covid-19?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.