Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Entropion adalah kondisi di mana kelopak mata membelok ke dalam sehingga bulu mata dan kulit bergesekan dengan permukaan mata.

Kondisi ini menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan.

Ketika mengalami entropion, kelopak mata bisa selalu masuk ke dalam atau hanya ketika berkedip keras.

Baca juga: 5 Komplikasi Diabetes pada Mata yang Perlu Diwaspadai

Entropion lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, dan umumnya hanya mempengaruhi kelopak mata bawah.

Penyebab

Entropion sendiri dapat disebabkan oleh:

  • Kelemahan otot
  • Infeksi mata
  • Peradangan
  • Komplikasi yang berkembang

Gejala

Tanda dan gejala entropion terjadi akibat gesekan bulu mata dan kelopak mata luar terhadap permukaan mata.

Gejala tersebut antara lain:

  • Perasaan ada sesuatu di mata
  • Mata merah
  • Iritasi atau nyeri mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan angin
  • Mata berair (air mata berlebihan)
  • Keluarnya lendir dan pengerasan kelopak mata

Diagnosis

Entropion umumnya mudah didiagnosis secara visual.

Baca juga: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Dokter akan menanyakan kemungkinan penyebabnya, seperti cedera mata sebelumnya, penyakit, atau paparan bahan kimia.

Hubungi layanan kesehatan segera jika telah menerima diagnosis entropion dan mengalami:

  • Kemerahan di mata yang menyebar cepat
  • Nyeri
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Penglihatan berkurang

Gejala di atas adalah tanda dan gejala cedera kornea yang dapat membahayakan penglihatan.

Perawatan

Pendekatan pengobatan tergantung pada penyebab entropion.

Perawatan non-operasi tersedia untuk meredakan gejala dan melindungi mata dari kerusakan.

Adapun beberapa perawatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Penggunaan salep atau air mata buatan untuk melembapkan mata
  • Menggunakan plester kulit agar kelopak mata tidak terlipat ke dalam.
  • Memakai lensa kontak yang lembut
  • Menjahit kelopak mata ke arah luar.
  • Suntik botox
  • Operasi, untuk menangani entropion meliputi pengencangan kelopak mata dan reinsersi retraktor.

Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mata

Komplikasi

Iritasi dan cedera kornea adalah komplikasi paling serius yang terkait dengan entropion karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Pencegahan

Karena entropion sering terjadi secara alami dengan penuaan atau setelah jaringan parut, sulit untuk mencegahnya datang.

Untuk mengurangi risiko terkena entropion yang disebabkan oleh cedera, kenakan kacamata pelindung selama aktivitas yang dapat melukai mata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Indeks Penyakit


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+