Kompas.com - 18/10/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Hepatitis A terjadi akibat infeksi virus hepatitis A yang dapat menyebabkan peradangan pada hati.

Virus ini bersifat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Namun, kondisi ini menjadi salah satu jenis hepatitis akut, yang artinya terjadi dalam jangka waktu pendek dan umumnya jarang memiliki efek panjang.

Baca juga: Apakah Penyakit Hepatitis Menular?

Penyebab

Seperti yang sudah disebutkan, virus hepatitis A merupakan virus yang bersifat menular.

Setelah ditularkan, virus menyebar melalui aliran darah ke hati, di mana ia menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Berdasarkan Healthline, berikut adalah faktor lain yang dapat menyebabkan hepatitis , termasuk:

  • Mengonsumsi makanan yang disiapkan dengan tangan yang tidak bersih atau dengan penderita hepatitis A
  • Mengonsumsi makanan yang mentah dan terkontaminasi limbah, seperti kerang
  • Minum air yang tercemar
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim dengan penderita hepatitis A
  • Bersentuhan dengan kotoran yang terinfeksi hepatitis A

Jika tertular virus, Anda dapat menularkannya ke orang lain setelah dua minggu, bahkan sebelum gejala muncul.

Faktor risiko

Risiko Anda mengalami hepatitis A akan semakin tinggi jika memiliki faktor-faktor sebagai berikut:

  • Mengunjungi atau tinggal di kawasan yang kekurangan air bersih dan memiliki banyak kasus hepatitis A
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Tinggal serumah dengan penderita hepatitis A
  • Melakukan hubungan intim dengan penderita hepatitis A
  • Menderita HIV

Baca juga: Penyakit Hepatitis A: Gejala, Penularan, Cara Menyembuhkan

Selain itu, perlu diketahui bahwa hepatitis A dapat menjadi fatal jika terjadi pada orang dengan usia tua atau yang memiliki penyakit hati kronis.

Gejala

Tidak sedikit kasus hepatitis A yang tidak menunjukan gejala sama sekali. Namun, umumnya gejala akan muncul setelah 15 hari hingga 1 bulan setelah terinfeksi.

Melansir Medical News Today, berikut gejala hepatitis A yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit perut dan diare
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Penyakit kuning
  • Urin berwarna gelap
  • Tinja berwarna pucat

Diagnosis

Mengutip Healthline, untuk mendiagnosis kondisi Anda, dokter akan mengajak berdiskusi mengenai gejala dan melakukan tes darah untuk mendeteksi bakteri atau virus hepatitis A.

Komplikasi

Melansir Medical News Today, komplikasi akibat hepatitis A sangat jarang terjadi. Sebagian besar penderitanya akan sembuh total dalam 3-6 bulan.

Baca juga: 9 Gejala Hepatitis A yang Perlu Diwaspadai

Namun, beberapa kasus hepatitis A dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal hati akut, terutama pada orang dewasa dengan usia tua atau yang sudah memiliki penyakit hati kronis.

Perawatan

Pada dasarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A yang merupakan infeksi virus jangka pendek.

Sehingga, kondisi ini akan pulih dengan sendirinya. Dan menurut Medical News Today, pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala, yaitu dengan:

  • Resep obat pereda nyeri
  • Rawat inap di rumah sakit untuk menerima cairan intravena
  • Menetapkan pola makan yang sehat dan seimbang
  • Istirahat hingga kondisi membaik
  • Minum banyak air dan hindari alkohol

Pencegahan

Dilansir dari Healthline, berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan Untuk mencegah atau mengurangi risiko tertular hepatitis A, yaitu:

  • Melakukan vaksin hepatitis A
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
  • Pastikan minum air bersih atau minum air kemasan saat mengunjungi kawasan yang terdapat banyak kasus hepatitis A
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang
  • Bersihkan sayur, buah, atau bahan masakan lainnya dengan bersih

Baca juga: 9 Penyebab Hepatitis B yang Perlu Diwaspadai

Pada intinya, Anda dapat mengurangi risiko penularan hepatitis A dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.