Kompas.com - 30/09/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Whiplash atau cedera lecutan merupakan cedera pada leher yang diakibatkan oleh gerakan kepala secara tiba-tiba.

Cedera ini dapat membaik dalam 2 hingga 3 bulan.

Whiplash juga termasuk dalam lingkup keseleo atau leher tegang. Namun, istilah keseleo juga mencakup jenis cedera leher lainnya.

Baca juga: 5 Penyebab Leher Kaku, Bisa Keseleo sampai Tanda Penyakit

Penyebab

Whiplash terjadi saat otot-otot di leher tegang akibat gerakan cepat ke belakang-depan secara tiba-tiba.

Gerakan tersebut dapat menyebabkan tendon dan ligamen leher meregang dan robek. Cedera ini umumnya terjadi akibat:

  • kecelakaan mobil
  • kekerasan fisik, seperti dipukul atau ditonjok
  • olahraga kontak, seperti tinju, karate, atau sepak bola
  • berkuda
  • kecelakaan sepeda
  • jatuh yang melibatkan kepala tersentak ke belakang
  • pukulan pada kepala dengan barang berat

Gejala

Gejala dari whiplash adalah sebagai berikut:

  • sakit leher
  • leher kaku
  • sakit bahu
  • nyeri punggung bawah
  • pusing
  • nyeri di lengan atau tangan
  • mati rasa di lengan atau tangan
  • telinga mendengung

Baca juga: 10 Penyebab Leher Sakit dan Cara Mengatasinya

Sementara itu, gejala lain yang lebih jarang meliputi:

  • penglihatan kabur
  • masalah konsentrasi atau memori
  • lekas marah
  • susah tidur
  • kelelahan

Komplikasi

Umumnya, whiplash dapat membaik dalam beberapa minggu dan tidak memiliki efek jangka panjang yang spesifik.

Namun, dalam beberapa kasus rasa sakit akan terus muncul selama beberapa bulan atau bahkan tahun.

Tidak ada perhitungan pasti seberapa cepat penderita whiplash dapat pulih. Namun, terdapat komplikasi yang mungkin terjadi jika cedera tergolong parah, seperti:

  • sakit leher parah
  • rentang gerak yang terbatas
  • rasa sakit yang menyebar ke lengan

Komplikasi umumnya dapat dikaitkan dengan faktor risiko berikut:

  • pernah mengalami whiplash sebelumnya
  • penderita sudah usia lanjut
  • memiliki nyeri punggung bawah atau leher
  • cedera kecepatan tinggi

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Leher dan Cara Mengatasinya

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui seberapa parah cedera, seperti:

  • rentang gerak di leher dan bahu
  • tingkat gerakan yang menyebabkan nyeri atau peningkatan nyeri
  • kelembutan di leher, bahu, atau punggung
  • refleks, kekuatan, dan sensasi anggota tubuh

Beberapa tes yang dapat dilakukan dalam diagnosis whiplash, meliputi:

  • Sinar X. Penggunaan sinar energi elektromagnetik untuk menampilkan gambar jaringan internal, tulang, dan organ ke dalam film.
  • MRI. Pencitraan organ dan struktur dalam tubuh secara mendetail. Tes ini dilakukan untuk menentukan permasalahan atau penyakit pada ligamen atau otot di sekitarnya.
  • CT Scan. Penggunaan sinar X dan teknologi komputer untuk membuat gambar horizontal atau axial (irisan) tubuh. Tes ini dapat menggambarkan rinci dari setiap bagian tubuh, termasuk tulang, otot, lemak, dan organ. CT Scan menghasilkan visualisasi yang lebih detail daripada rontgen umum.

Perawatan

Dokter mungkin akan memberi penawar rasa sakit seperti kodein atau obat lain seperti aspirin.

Selain itu, dokter juga akan menganjurkan penderita untuk melakukan terapi fisik agar fase pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Beberapa cara penanganan yang mungkin dianjurkan dokter adalah sebagai berikut.

Baca juga: Hati-Hati, Sakit Leher Bisa Dipicu Oleh Gangguan Kesehatan Berikut

  • Istirahat selama satu atau dua hari setelah cedera. Namun, jangan terlalu banyak di tempat tidur karena dapat menunda pemulihan.
  • Kompres dengan panas atau dingin di area leher selama sekitar 15 menit setiap tiga jam.
  • Pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.
  • Obat resep yang dapat diberikan dokter jika cedera tergolong parah, sepeerti antidepresan yang dapat meredakan nyeri saraf
  • Relaksan otot untuk mengendurkan otot-otot yang tegang
  • Suntikan seperti lidokain yang dapat mengurangi rasa sakit

Alternatif lain untuk mengobati whiplash:

  • perawatan chiropraktik
  • pijat untuk mengendurkan otot yang tegang
  • stimulasi saraf elektronik, penggunaan arus listrik ringan yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri di leher
  • akupunktur
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.