Kompas.com - 30/10/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Sklera merupakan bagian berwarna putih dan keras pada bola mata yang terbentuk dari jaringan ikat.

Sklera berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan melindungi bagian penting di dalam mata, seperti retina dan lensa mata.

Sklera yang normal harusnya berwarna putih jernih, tetapi terdapat kondisi medis yang menyebabkan muncul bintik kekuningan pada permukaan sklera, yang disebut pinguecula.

Baca juga: 12 Penyebab Katarak pada Mata, Tak Hanya Penuaan

Pinguecula merupakan pertumbuhan benjolan yang bersifat jinak atau nonkanker pada konjungtiva mata.

Konjungtiva mata adalah lapisan tipis transparan yang menutupi bagian putih mata atau sklera.

Pinguecula biasanya muncul di sisi kornea yang dekat dengan hidung, tetapi juga dapat muncul pada sisi kornea yang lain.

Pinguecula tampak berwarna kekuningan dan umumnya berbentuk segitiga. Meskipun kondisi ini tidak membahayakan, tetapi dapat menyebabkan iritasi pada mata.

Pada sebagian kasus, benjolan pinguecula dapat tumbuh membesar. Namun, pertumbuhan benjolan ini berlangsung secara lambat.

Gejala

Merangkum Medical News Today dan Verywell Health, gejala utama pinguecula adalah munculnya bintik atau benjolan kecil kekuningan pada bagian putih mata atau kedua mata.

Selain itu, terdapat gejala pinguecula yang lain, seperti:

  • Kemerahan dan bengkak pada mata
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Mata kering
  • Mata terasa gatal atau terbakar
  • Sensasi benda asing di mata atau terasa seperti ada pasir yang menempel pada mata.

Penyebab

Mengutip Healthline, pinguecula terbentuk ketika jaringan pada konjungtiva berubah dan menciptakan benjolan kecil.

Baca juga: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Beberapa benjolan ini mengandung lemak, kalsium, atau keduanya.

Hingga saat ini, penyebab pinguecula masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga dipicu oleh beberapa kondisi.

Faktor risiko

Dirangkum dari Verywell Health dan Drugs.com, terdapat beberapa kondisi yang diduga dapat memicu kemunculan pinguecula, yaitu:

  1. Terlalu sering terpapar sinar matahari, angin, atau debu
  2. Iritasi mata
  3. Berusia lanjut
  4. Sering beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama.

Diagnosis

Merangkum Verywell Health dan Vision Center, pinguecula dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata secara langsung.

Umumnya, dokter mata dapat mengetahui kondisi ini dengan melihat secara langsung benjolan atau bintik pada konjungtiva.

Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan slit lamp biomicroscopy untuk melihat ukuran, bentuk, dan warna benjolan secara jelas.

Perawatan

Dirangkum dari Medical News Today dan Verywell Health, pinguecula umumnya tidak memerlukan penanganan tertentu.

Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kesehatan Mata

Namun, jika pinguecula menyebabkan penglihatan terganggu atau ketidaknyamanan, dokter mungkin akan melakukan beberapa penanganan berikut:

  • Obat-obatan

Obat tetes mata yang mengandung air mata buatan dapat membantu meredakan iritasi atau sensasi benda asing pada mata.

Untuk meredakan mata yang merah atau bengkak, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata steroid atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) topikal.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan jika gejala pinguecula tidak membaik dengan obat-obatan.

Sering kali operasi dilakukan karena alasan estetika, di mana kemunculan pinguecula membuat penderita tidak percaya diri.

Dokter akan mengangkat pinguecula, kemudian menggunakan lem khusus untuk memindahkan jaringan konjungtiva yang sehat pada area pengangkatan pinguecula.

Komplikasi

Menurut Cedar-Sinai, pinguecula dapat terus tumbuh hingga menutupi kornea dan mengganggu penglihatan, yang disebut dengan pterygium.

Pencegahan

Mengutip Drugs.com, terdapat beberapa cara untuk mencegah pinguecula, yaitu:

Baca juga: 8 Alasan Merokok Dapat Merusak Kesehatan Mata

  1. Gunakan kacamata hitam dan topi saat berada di luar ruangan, untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari, angin, dan debu
  2. Gunakan alat pelindung mata saat bekerja dengan zat kimia atau membersihkan area berdebu
  3. Gunakan tetes mata yang mengandung air mata buatan untuk menjaga kelembapan mata dan mencegah mata kering, merah, dan nyeri
  4. Jangan merokok karena nikotin dan zat kimia lainnya di dalam rokok dapat memperburuk gejala pinguecula yang dialami.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.