Kompas.com - 28/10/2021, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Granuloma inguinale atau donovanosis adalah penyakit menular seksual langka yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis.

Penyakit ini menyebabkan peradangan kronis dan jaringan parut pada alat kelamin.

Sebagian besar infeksi terjadi pada orang berusia 20 hingga 40 tahun.

Baca juga: Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Penyebab

Kelas bakteri yang dikenal sebagai Klebsiella granulomatis menyebabkan infeksi ini.

Donovanosis menyebar sebagian besar melalui hubungan seks vaginal atau anal.

Pada kasus yang sangat jarang, donovanosis menyebar selama seks oral.

Gejala

Gejala dapat terjadi satu sampai 12 minggu setelah bersentuhan dengan bakteri penyebab penyakit.

Gejala yang bisa terjadi termasuk:

  • Luka di daerah anus
  • Benjolan kecil berdaging merah muncul di alat kelamin atau di sekitar anus
  • Kulit berangsur-angsur mengelupas dan benjolan berubah menjadi nodul yang menonjol, merah gemuk, seperti beludru, ini disebut jaringan granulasi yang bisa berdarah 
  • Penyakit perlahan menyebar dan menghancurkan jaringan genital
  • Kerusakan jaringan dapat menyebar ke selangkangan
  • Alat kelamin dan kulit di sekitarnya kehilangan warna kulit.

Pada tahap awal, mungkin sulit untuk membedakan antara donovanosis dan chancroid.

Pada tahap selanjutnya, donovanosis akan terlihat seperti kanker genital lanjut, limfogranuloma venereum, atau amebiasis kulit anogenital.

Diagnosis

Tes yang dapat dilakukan untuk diagnosis antara lain:

Baca juga: Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

  • Kultur sampel jaringan (sulit dilakukan dan terbatas)
  • Biopsi lesi
  • Tes laboratorium, serupa dengan yang digunakan untuk mendeteksi sifilis, hanya tersedia berdasarkan penelitian untuk mendiagnosis donovanosis.

Hubungi untuk penyedia layanan kesehatan jika:

  • Telah melakukan kontak seksual dengan seseorang yang diketahui menderita donovanosis
  • Memiliki gejala donovanosis
  • Memiliki bisul di area genital

 

Perawatan

Donovanosis dapat diobati dengan konsumsi antibiotik.

Jenis antibiotik yang biasanya direkomendasikan sepert azitromisin, doksisiklin, ciprofloxacin, eritromisin, dan trimetoprim-sulfametoksazol.

Untuk menyembuhkan kondisi tersebut, diperlukan pengobatan jangka panjang.

Sebagian besar kursus pengobatan berjalan tiga minggu atau sampai luka benar-benar sembuh.

Pemeriksaan lanjutan penting dilakukan karena penyakit dapat muncul kembali setelah tampak sembuh.

Komplikasi

Masalah kesehatan yang bisa timbul akibat penyakit ini antara lain:

Baca juga: 8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

  • Kerusakan genital dan jaringan parut
  • Hilangnya warna kulit di area genital
  • Pembengkakan genital permanen karena jaringan parut

Pencegahan

Menghindari semua aktivitas seksual adalah satu-satunya cara mutlak untuk mencegah penyakit menular seksual seperti donovanosis.

Namun, perilaku seks yang lebih aman dapat mengurangi risiko.

Penggunaan kondom yang tepat, baik untuk pria maupun wanita, sangat menurunkan risiko terkena penyakit menular seksual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.