Kompas.com - 22/11/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi Insulinoma Ilustrasi Insulinoma

KOMPAS.com - Tumor dapat tumbuh pada bagian tubuh mana saja, termasuk pankreas yang disebut insulinoma.

Pankreas merupakan salah satu organ yang terletak di belakang rongga perut yang memproduksi hormon insulin untuk mengendalikan kadar gula di dalam darah.

Normalnya, pankreas menghasilkan insulin ketika tubuh memerlukannya. Pankreas akan lebih banyak menghasilkan insulin ketika kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi.

Baca juga: 10 Gejala Kanker Pankreas dan Penyebabnya

Sedangkan ketika kadar glukosa rendah maka pankreas akan memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih sedikit.

Namun, tumor pada pankreas atau insulinoma, menyebabkan pankreas terus memproduksi insulin tanpa menyesuaikan dengan kadar glukosa di dalam darah.

Hal ini dapat mengakibatkan hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar glukosa di bawah batas normal yang menyebabkan penglihatan kabur, pusing, hingga penurunan kesadaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insulinoma merupakan tumor langka yang jarang terjadi dan umumnya berukuran sangat kecil, yakni dengan diameter kurang dari dua sentimeter.

Gejala

Dikutip dari Healthline, gejala insulinoma cukup bervariasi karena disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

Berikut beberapa gejala insulinoma:

  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Merasa bingung, cemas, dan mudah marah
  • Pusing
  • Suasana hati atau mood yang berubah-ubah
  • Tubuh merasa lemah
  • Berkeringat
  • Mudah lapar
  • Tremor atau gemetar
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Pada kasus yang parah, insulinoma dapat memengaruhi kerja otak dan kelenjar adrenal yang mengatur denyut jantung dan stres.

Baca juga: Gejala Pankreatitis (Radang Pankreas) yang Perlu Diwaspadai

Kondisi ini menimbulkan gejala, seperti:

  • Kejang
  • Detak jantung yang cepat hingga lebih dari 95 denyut per menit (takikardia)
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Kehilangan kesadaran atau koma.

Pada kasus yang jarang terjadi, insulinoma dapat membesar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Nyeri perut
  • Punggung terasa sakit
  • Diare
  • Penyakit kuning atau jaundice yang ditandai dengan perubahan warna pada kulit dan bagian putih dari mata (sklera) menjadi kekuningan.

Penyebab

Mengutip WebMD, hingga saat ini penyebab insulinoma tidak diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita.

Insulinoma juga kerap terjadi pada individu berusia 40 hingga 60 tahun.

Faktor risiko

Merangkum WebMD dan Hopkins Medicine, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terkena insulinoma, yaitu:

  1. Multiple endocrine neoplasia tipe 1, yaitu tumbuhnya tumor atau jaringan abnormal pada kelenjar endokrin
  2. Sindrom Von Hippel-Lindau, yaitu kelainan bawaan langka yang menyebabkan tumbuhnya tumor atau kista di sejumlah organ, termasuk otak
  3. Neurofibromatosis tipe 1, yaitu kondisi genetik yang menyebabkan tumbuhnya tumor di sepanjang jaringan saraf dan kulit
  4. Tuberous sclerosis, yaitu tumor nonkanker yang tumbuh di sejumlah organ, seperti otak, mata, jantung, ginjal, kulit, atau paru-paru.

Baca juga: 12 Penyebab Pankreatitis (Radang Pankreas) yang Perlu Diwaspadai

Diagnosis

Dilansir dari Healthline, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar gula darah dan insulin sebagai gejala dari insulinoma.

Tes darah dilakukan untuk mengetahui:

  1. Protein-protein yang menghambat produksi insulin
  2. Obat-obatan yang memicu pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin
  3. Hormon yang mengganggu produksi insulin.

Jika hasil tes darah mengarah pada insulinoma, dokter akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.

Penderita akan diminta untuk berpuasa selama 48 sampai 72 jam dan menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat terus memantau kadar gula darah.

Dokter akan mengukur kadar gula darah dan insulin setidaknya setiap enam jam. Selama berpuasa, penderita hanya boleh mengonsumsi air minum.

Melalui pemeriksaan tersebut dokter dapat mengetahui rasio kadar gula darah dan insulin penderita dan menjadi dasar untuk mendiagnosis insulinoma.

Pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI juga dapat digunakan untuk membantu dokter dalam menentukan lokasi dan ukuran tumor pada pankreas.

Jika kedua prosedur tersebut tidak dapat menemukan keberadaan tumor, dokter akan melakukan prosedur USG endoskopi.

Pada prosedur USG endoskopi, dokter akan memasukkan selang fleksibel yang panjang ke dalam mulut hingga mencapai lambung dan usus kecil.

Baca juga: Mengenal Stadium Kanker Pankreas beserta Gejalanya

Alat khusus ini akan memancarkan gelombang suara yang diubah menjadi gambaran pankreas penderita secara rinci.

Setelah lokasi insulinoma ditemukan, dokter akan mengambil sampel dari jaringan tumor untuk diuji apakah tumor tersebut bersifat kanker atau tidak.

Perawatan

Merangkum Healthline dan Verywell Health, insulinoma dapat diatasi melalui prosedur operasi untuk mengangkat tumor.

Prosedur operasi yang dapat dilakukan adalah laparoskopi dan bedah terbuka.

Prosedur laparoskopi dilakukan jika hanya terdapat satu tumor. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuat beberapa sayatan kecil pada perut penderita.

Kemudian, dokter akan memasukkan alat khusus berupa selang dengan kamera kecil pada bagian ujung untuk membantu dokter dalam mengangkat tumor.

Sedangkan, bedah terbuka akan dilakukan jika penderita memiliki beberapa tumor. Dokter akan mengangkat sebagian pankreas yang ditumbuhi tumor.

Pada kasus di mana tumor bersifat kanker, prosedur pengangkatan tumor tidak dapat menyembuhkan sepenuhnya.

Kondisi ini memerlukan beberapa pengobatan tambahan, seperti:

  1. Ablasi radiofrekuensi, menggunakan gelombang panas untuk membunuh sel kanker
  2. Krioterapi, menggunakan cairan khusus dengan suhu yang sangat dingin untuk membekukan dan mematikan sel-sel kanker
  3. Kemoterapi, menggunakan obat khusus untuk memperkecil ukuran tumor dan mematikan sel-sel kanker.

Baca juga: Memahami Hubungan Gula Darah dan Insulin

Jika operasi tidak efektif untuk menyembuhkan insulinoma, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengatur kadar gula darah.

Komplikasi

Merangkum Healthline dan Medline Plus, insulinoma dapat menimbulkan beberapa komplikasi berikut:

  1. Kambuhnya insulinoma, terutama bagi penderita yang memiliki tumor lebih dari satu
  2. Hipoglikemia yang semakin parah
  3. Penyebaran tumor yang bersifat kanker ke bagian tubuh lain atau metastasis
  4. Diabetes, jika pankreas yang diangkat terlalu banyak
  5. Peradangan dan pembengkakan pankreas.

Pencegahan

Menurut Healthline, dikarenakan penyebab insulinoma masih tidak diketahui secara pasti sehingga tidak ada cara efektif untuk mencegah penyakit ini.

Namun, terdapat usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, yakni:

  1. Berolahraga secara rutin
  2. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan protein rendah lemak
  3. Batasi konsumsi daging merah
  4. Tidak merokok.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.