Kompas.com - 24/11/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi infeksi telinga, pemeriksaan telinga, dokter THT, infeksi telinga anak. ShutterstockIlustrasi infeksi telinga, pemeriksaan telinga, dokter THT, infeksi telinga anak.

KOMPAS.com - Infeksi telinga terjadi ketika bakteri atau virus memengaruhi bagian telinga tepat di belakang gendang telinga.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan akibat penumpukan cairan di gendang telinga.

Baca juga: Infeksi Telinga: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

Penyebab

Pada dasarnya, infeksi telinga terjadi ketika salah satu saluran Eustachius Anda menjadi bengkak atau tersumbat akibat penumpukan cairan di telinga.

Saluran Eustachius merupakan tabung kecil yang mengalir dari setiap telinga langsung ke bagian belakang tenggorokan.

Melansir Healthline, penyebab infeksi telinga atau penyumbatan saluran Eustachius meliputi:

  • Alergi
  • Kedinginan atau masuk angin
  • Infeksi sinus
  • Lendir atau cairan berlebih
  • Merokok
  • Kelenjar gondok yang terinfeksi atau bengkak
  • Perubahan tekanan udara.

Faktor risiko

Berdasarkan Healthline, terdapat faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi telinga, antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Anak-anak, karena anak kecil memiliki saluran eustachius yang pendek dan sempit
  • Bayi yang diberi susu kemasan memiliki insiden infeksi telinga yang lebih tinggi daripada bayi yang diberi ASI
  • Perubahan ketinggian dan iklim
  • Paparan asap rokok
  • Penggunaan dot
  • Memiliki kondisi medis tertentu.

Baca juga: Infeksi Telinga Pada Anak: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

Gejala

Melansir Cleveland Clinic, berikut gejala infeksi telinga yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian telinga
  • Perasaan tekanan di dalam telinga yang menetap
  • Kerewelan pada anak atau bayi muda
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kurang tidur akibat rasa sakit yang memburuk saat berbaring
  • Demam
  • Terdapat cairan kuning, coklat, atau putih yang bukan kotoran telinga keluar dari dari telinga
  • Gangguan pendengaran.

Lebih baik bagi Anda untuk segera menemui dokter jika mengalami gejala di atas untuk mencegah kondisi infeksi semakin memburuk.

Diagnosis

Berdasarkan Cleveland Clinic, berikut jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis infeksi telinga Anda, yaitu:

  • Pemeriksaan gejala menggunakan otoskop
  • Tes timpanometri, memeriksa cairan di telinga menggunakan tekanan udara
  • Memeriksa pergerakan gendang telinga
  • CT-scan, memastikan kemungkinan infeksi telah menyebab seperti ke tenggorokan dan saluran hidung
  • Tes pendengaran.

Baca juga: Amankah Bersihkan Telinga Pakai Cotton Buds?

Jenis pemeriksaan di atas dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan infeksi telinga sehingga dokter dapat memberikan perawatan yang tepat.

Tipe

Infeksi telinga dapat dibedakan sesuai dengan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Infeksi telinga akut, terjadi dengan rasa sakit intens dalam waktu atau durasi yang singkat
  • Infeksi telinga kronis, tidak pulih dengan cepat atau terjadi berkali-kali yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga bagian tengah dan dalam.

Perawatan

Berdasarkan Healthline, jenis perawatan akan tergantung dengan tingkat keparahan infeksi telinga yang meliputi:

  • Kompres telinga yang sakit dengan handuk hangat
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) seperti ibuprofen atau acetaminophen
  • Gunakan obat tetes telinga OTC atau resep dokter untuk menghilangkan rasa sakit
  • Resep antibiotik jika infeksi telinga tampaknya tidak membaik
  • Pembedahan dapat menjadi pilihan jika infeksi telinga Anda tidak dihilangkan dengan jenis perawatan medis lainnya
  • Dalam kasus yang melibatkan kelenjar gondok yang membesar, operasi pengangkatan kelenjar gondok mungkin diperlukan.

Komplikasi

Menurut Cleveland Clinic, meskipun jarang terjadi, infeksi telinga yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikut:

Baca juga: Pernah Mengeluh Sakit Telinga? Waspadai Kondisi Medis Ini

  • Hilangnya kemampuan pendengaran
  • Tertundanya perkembangan kemampuan berbicara pada anak
  • Kerusakan gendang telinga
  • Penyebaran infeksi.

Pencegahan

Mengutip Healthline, langkah-langkah berikut dapat membantu Anda untuk mencegah terjadinya infeksi telinga, antara lain:

  • Sering mencuci tangan
  • Berhenti merokok atau menghindari asap rokok
  • Kontrol alergi yang Anda derita
  • Pastikan tubuh Anda tetap hangat di cuaca yang dingin
  • Berikan ASI pada bayi Anda atau menyusui dengan botol dalam sudut yang tegak
  • Lakukan imunisasi atau vaksinasi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.