Kompas.com - 27/12/2021, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Flu burung disebabkan oleh sejenis virus influenza yang jarang menginfeksi manusia.

Lebih dari selusin jenis flu burung telah diidentifikasi, termasuk dua jenis yang paling baru menginfeksi manusia yakni H5N1 dan H7N9.

Ketika flu burung menyerang manusia, kondisi itu bisa mematikan.

Baca juga: Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Wabah flu burung telah terjadi di Asia, Afrika, Amerika Utara, dan sebagian Eropa.

Kebanyakan orang yang mengalami gejala flu burung pernah melakukan kontak dekat dengan unggas yang sakit.

Dalam beberapa kasus, flu burung dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

Penyebab

Flu burung pertama pada manusia dilaporkan di Hong Kong pada tahun 1997.

Sejak itu telah terjadi kasus flu burung pada manusia hingga setengah dari orang yang terkena virus ini meninggal karena penyakit tersebut.

Peluang terjadinya wabah di seluruh dunia pada manusia semakin besar seiring semakin banyak virus flu burung menyebar.

Risiko Anda terkena virus flu burung lebih tinggi jika:

  • Bekerja dengan unggas (seperti peternak)
  • Bepergian ke negara-negara di mana virus itu ada
  • Menyentuh burung yang terinfeksi
  • Pergi ke gedung dengan burung yang sakit, mati, atau kotoran dari burung yang terinfeksi
  • Makan daging unggas mentah atau setengah matang, telur, atau darah dari unggas yang terinfeksi.

Tidak ada yang terkena virus flu burung dari makan unggas atau produk unggas yang dimasak dengan benar.

Baca juga: Flu Bisa Menular dengan Cepat, Begini Cara Mengatasinya

Petugas kesehatan dan orang yang tinggal di rumah yang sama dengan penderita flu burung juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi.

Virus flu burung dapat hidup di lingkungan untuk jangka waktu yang lama.

Infeksi dapat menyebar hanya dengan menyentuh permukaan yang ada virusnya.

Burung yang terinfeksi flu dapat mengeluarkan virus dalam kotoran dan air liurnya selama 10 hari.

Gejala

Gejala infeksi flu burung pada manusia tergantung pada strain virusnya.

Virus flu burung pada manusia menyebabkan gejala mirip flu, seperti:

  • Batuk
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • Sakit kepala
  • Perasaan sakit umum (malaise)
  • Nyeri otot
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan.

Diagnosis

Tes untuk flu burung tersedia, tetapi tidak tersedia secara luas. Satu jenis tes dapat memberikan hasil dalam waktu sekitar 4 jam.

Baca juga: Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Dokter mungkin juga melakukan tes berikut:

  • Mendengarkan paru-paru (untuk mendeteksi suara nafas yang tidak normal)
  • Rontgen dada
  • Kultur dari hidung atau tenggorokan
  • Metode atau teknik untuk mendeteksi virus, yang disebut RT-PCR
  • Jumlah sel darah putih
  • Tes lain mungkin dilakukan untuk melihat seberapa baik kerja jantung, ginjal, dan hati.

Perawatan

Perawatan bervariasi, dan didasarkan pada gejala pasien.

Secara umum, pengobatan dengan obat antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza) dapat membuat penyakit ini tidak terlalu parah.

Agar obatnya bekerja, pasien harus mulai meminumnya dalam waktu 48 jam setelah gejala  dimulai.

Oseltamivir juga dapat diresepkan untuk orang yang tinggal di rumah yang sama dengan penderita flu burung.

Virus penyebab flu burung pada manusia resisten terhadap obat antivirus, amantadine, dan rimantadine.

Obat-obatan tersebut tidak boleh digunakan dalam kasus wabah H5N1.

Dokter merekomendasikan agar orang mendapatkan suntikan influenza (flu).

Hal ini dapat mengurangi kemungkinan virus flu burung akan bercampur dengan virus flu manusia sehingga membuat virus baru yang mudah menyebar.

Baca juga: 5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Komplikasi

Komplikasi flu burung antara lain:

  • Gagal napas akut
  • Kegagalan organ
  • Radang paru-paru
  • Sepsis.

Pencegahan

Ada vaksin yang disetujui untuk melindungi manusia dari virus flu burung H5N1.

Vaksin ini dapat digunakan jika virus H5N1 saat ini mulai menyebar di antara manusia.

CDC membuat rekomendasi berikut sebagai pedoman pencegahan flu burung:

  • Hindari burung liar dan perhatikan mereka hanya dari kejauhan
  • Hindari menyentuh burung yang sakit dan permukaan yang mungkin tertutup kotorannya
  • Gunakan pakaian pelindung dan masker pernapasan khusus jika bekerja dengan burung atau jika pergi ke gedung dengan unggas yang sakit, mati, atau kotoran dari burung yang terinfeksi
  • Jika pernah melakukan kontak dengan unggas yang terinfeksi, perhatikan tanda-tanda infeksi, jika ada, hubungi dokter segera
  • Hindari daging setengah matang atau mentah
  • Jika bepergian ke negara lain.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.